
Mampir yuk di Cerita Kita !
Setelah menikah, Laras dan Jaka menikmati kehidupan mereka sebagai suami istri pada umumnya. Mereka pergi bekerja dan pulang sore hari, bahkan keduanya terkenal sebagai pasangan suami istri yang tidak masuk akal karena mereka berdua sering melakukan banyak hal bersama seperti maskeran dan kesalahan bersama.
Jika ditanya apa mereka perduli dengan semua itu maka jawabannya tidak. Laras dan Jaka tidak peduli dengan omongan orang-orang yang para tetangganya karena mereka tidak hidup dari omongan mereka bukan. Jadi terserah mereka ingin mengatakan apa tentang kehidupan rumah tangga mereka yang damai ini.
"Ka, lu beneran yakin mau pindah kerja? lagian kenapa sih pindah kerja segala karena ada cewek yang suka sama lu? nah kalau dia berani suka sama lu datang sama gue, pengen tahu gue ngadepin pelakor gimana." Jaka benar-benar tidak habis pikir dengan cara pikir istrinya. Entah bagaimana cara dia menjelaskan pada Laras bahwa wanita yang menyukainya itu adalah manajer. Sulit sekali untuk melepaskan diri dari wanita itu, jadi daripada berakibat buruk nantinya maka Jaka lebih memilih resign saja.
"Lu nggak tahu gimana capeknya gue ngadepin dia. Dah lah, kalau lu masih mau kerja ya udah kerja gue mau ngeladang aja. Mending gue jadi peran jagung daripada harus kerja di kantoran begitu. Udahlah, sana pergi kerja." usir Jaka pada istrinya.
Mereka ini dulunya teman sekolah dan bersahabat dan entah mengapa mereka bisa tiba-tiba saja bisa memiliki kesepakatan untuk menikah. Heran, jelas heran karena sudah 6 bulan mereka menikah tidak ada yang namanya hubungan badan di antara keduanya. Maka mereka tidak ambil pusing dengan orang-orang dan para tetangga yang mengatakan Laras itu mandul atau apapun itu yang terpenting kehidupan mereka bahagia.
"Yaudah, gue berangkat dulu!" Laras menaiki motor Beat kesayangan miliknya mandor di pabrik saja. Di pabrik pun tempat dia bekerja banyak yang menyukainya tapi dia tidak memperdulikan itu sama sekali dan dia tidak tertarik dengan mereka-mereka semua karena menurutnya itu membuang waktu saja.
Di persimpangan untuk keluar dari kampung, tiba-tiba saja dia melihat ada mobil mewah yang hendak memasuki kampung mereka. Awalnya pusing karena menurutnya itu mungkin pejabat atau apa yang ingin kunjungan kerja dan mencari Citra dari rakyat, maka dia kembali melajukan motornya hingga ke pabrik tanpa diketahuinya di kampung terjadi kehebohan saat rumahnya didatangi oleh orang-orang kaya.
"Eh, ada apa rame-rame? saya bukan koruptor pak, saya baru aja resign dari perusahaan saya karena manager saya yang suka sama saya. Sumpah pak, saya nggak pernah koruptor. Saya seorang suami yang ingin membahagiakan istrinya, tapi bukan dengan uang haram loh pak." ucap Jaka begitu saja karena memang dia tidak biasa bicara berbasa-basi dengan orang lain dan seperti inilah dirinya yang sesungguhnya.
Sementara seseorang yang diyakininya sebagai bos dari beberapa orang itu langsung datang menghampirinya dan memeluk tubuhnya.
"Eh, apa-apaan ini pak? Loh, kok main peluk-peluk aja?" tanya Jaka merasa kaget ketika dia tiba-tiba mendapatkan pelukan seperti itu.
"Ini Papa nak, ini papa," ucap pria itu dengan berlinang air mata sambil memeluk tubuhnya.
"Hah?" kaget Jaka ketika tiba-tiba pria itu mengatakan bahwa dia adalah papanya. Bukankah selama ini dia yatim piatu, mendiang ibunya juga mengatakan bahwa dia tidak memiliki ayah karena ayahnya sudah meninggal. Lalu bagaimana bisa tiba-tiba ada seorang pria yang datang padanya dan mengatakan bahwa dia adalah papanya.
Sungguh ini semua benar-benar tidak masuk akal sekali menurutnya. Dia bingung harus menyikapinya bagaimana karena dia tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya saat ini.
...****************...