
Setelah Leon memasak untuk Alicia tadi, kini keduanya sudah berada di atas tempat tidur mereka dengan saling berpelukan. Lebih tepatnya Leon yang memeluk Alicia sementara wanita itu masih dengan gengsinya yang setinggi langit.
Alicia tidak ingin memeluk Leon karena dia mau jika pria itu berpikir bahwa dia menginginkannya, kalau pada kenyataannya Alicia yang memang menginginkan pria itu.
" Sekarang kau sudah kenyang, jadi katakan padaku kenapa kau berakting seperti itu?" Tanya Leon pada Alicia.
Dia tahu bahwa wanita ini tadi berarti saat bersama dengan mantan istrinya.
" Aku tidak berakting. Aku sudah mengatakan apa kamu bawa aku tidak berakting dan aku tidak melakukan apapun padanya. Dia saja yang memang tidak menyukaiku." Jawab Alicia seolah tidak ada beban dalam hidupnya.
Saat ini memang dia tidak melakukan beban apapun dalam hidupnya karena kehidupan yang sudah berubah drastis.
Apalagi yang harus dipikirkannya sekarang? dia sudah memiliki suami seperti Leon yang kaya raya bahkan uangnya saja tidak berseri menurut Alicia, lalu apa lagi dia merasa bahwa hidupnya begitu banyak beban.
Dia bisa membeli apapun yang diinginkannya hanya dengan sekali mengedipkan mata saja. Dia juga bisa mendapatkan apapun yang diinginkannya dengan kekuasaan yang dimiliki suaminya itu.
Kekayaan yang Leo memiliki memang tidak seberapa, tapi bagi Alicia itu udah sangat luar biasa.
" Lalu, untuk apa melakukan hal itu? aku hanya tidak ingin kau terluka Alicia, hanya itu saja." Ucap Leon.
Dia hanya tidak ingin istrinya itu terluka karena perbuatan mantan istrinya.
Bagaimana pun, Nathalie tidak bisa diremehkan begitu saja karena Leon mengetahui bagaimana sikap dan perangai wanita itu.
Dia tidak takut hanya untuk menghadapi wanita seperti Nathalie, dia sudah begitu banyak melihat wanita sepertinya.
Alicia bagaimana harus menyikapi wanita sejenis mantan istri suaminya itu.
" Tidak seperti itu Alicia. Nathalie bisa saja melakukan hal yang nekat. Tolong pikirkan bahwa keadaanmu sekarang telah mengandung. Aku hanya tidak ingin dirimu dan calon anak kita berada dalam bahaya." Alicia menatap wajah tampan suaminya.
Entah mengapa di saat-saat seperti ini Alicia merasa bahwa suaminya itu begitu sangat mencintainya. Apalagi saat Alicia dengan berani menatap kedua mata bening milik Leon, hatinya langsung bergetar hebat.
" Jangan khawatir oke. Aku baik-baik saja. Aku hanya tidak ingin kau ditipu dan diperalat olehnya. Seperti yang kau katakan bahwa dia bisa melakukan apa saja jika dia menginginkannya bahkan termasuk menggunakan anak kandungnya sendiri sebagai alat. Aku memang seorang mantan wanita malam yang menjual tubuhku apa namanya pria di luar sana, aku tidak akan pernah melakukan hal seperti itu. Anak, untuk apa memiliki anak jika tidak siap. Bahkan aku paling benci saat orang mengatakan bahwa anak itu pembawa sial, karena pada dasarnya tidak ada seorang anak yang ingin menjadi pembawa sial bagi kedua orang tuanya. Dia tidak membawa sial bagi kedua orang tuanya. Yang seharusnya di salahkan di sini adalah orang taunya sendiri. Kenapa mereka berbuat hal seperti itu hingga menghasilkan seorang anak yang tidak berdosa lalu di katakan pembawa sial pula. Benar-benar bodoh!" Leon terus saja menatap pada istrinya yang mengatakan hal seperti ini.
Dia tidak menyangka jika Alicia bisa bersikap seluar biasa ini untuk menanggapi permasalahan di antara mereka bertiga.
Di mana ada Nathalie dan Naura di masa lalunya. Sedangkan masa lalu Alicia sendiri juga sangat memprihatinkan.
" Jangan mengingat apapun lagi yang pernah terjadi di masa lalu mu Alicia. Aku tidak ingin kau terbebani dengan semua itu."
" Aku tidak terbebani. Hanya saja, aku ingin mengingat semua masa lalu ku agar anak-anak dan cucu ku kelak tidak ada yang mengikuti jejak ku atau mengalami hal yang tidak sejalan dengan iman. Aku akan memastikan sendiri untuk itu." Ucap Alicia dengan penuh tekad.
...****************...