
Leo memaksa Jasmine dan mengajaknya berbulan madu karena dia mulai kesal dengan wanita itu yang terus saja memikirkan pekerjannya. Jasmine ini memang wanita pekerja keras dan dia akan selalu mengutamakan pekerjaan mereka daripada hubungan mereka sendiri.
"Ayolah Jasmine, aku tidak ingin terus-terusan di teror oleh mama dan Daddy tentang bulan madu kita. Kita bisa berliburan aku ingin membahagiakanmu. Setidaknya kau bisa menikmati harimu karena kita akan segera berlibur."
"Tapi Leo-"
"Jika kamu tetap melangkah aku akan memecatmu dan kamu tidak akan ku perbolehkan lagi bekerja. Lagi kalau untuk apa lagi kamu bekerja Jasmine? jika hanya memikirkan cicilan mobilmu itu dan kehidupan ibu, maka aku bisa melakukannya. Tidak bisakah menurut sekali ini saja?" tanya Leo yang mulai frustasi dengan istrinya. Bagaimana bisa ada seorang wanita yang tidak menginginkan liburan mewah. Bahkan ternyata sudah hampir satu bulan mereka menikah tapi keduanya belum juga pergi berbulan madu dan melakukan hal itu karena mereka sama-sama bekerja dan kelelahan.
"Baiklah, kita akan berlibur dan aku juga ingin menunaikan kewajibanku karena sudah hampir sebulan ini kita belum juga melakukan hal itu. Banyak hal yang belum kita lakukan dan aku merasa menjadi istri yang buruk untuk kamu." ucap Jasmine hingga membuat Leo langsung memeluk istrinya itu. Dia tau bagaimana tertekannya hidup Jasmine selama ini dan untuk itu Leo ingin membahagiakannya.
"Besok kita akan pergi ke Italia saja yang dekat. Ingat, kita tidak untuk bekerja jadi jangan pernah berani membawa laptopmu itu. Jika kamu berani membawanya maka aku akan melemparkannya ke jalanan." ancam Leo hingga membuat Jasmine hanya bisa menurut saja untuk itu. Setidaknya dia tau Leo melakukan semua ini demi dirinya.
"Terima kasih karena telah mengerti keadaanku Sayang," cicit Jasmine. Dia sengaja mengatakan sayang dengan suara yang sangat kecil agar Leo tidak mendengarnya tapi dengan mudah Leo bisa mendengar apa yang di katakan Jasmine.
"Say again, please." pinta Leo dengan sangat karena dia ingin mendengar lagi apa yang Jasmine katakan. Kata sayang yang keluar dari bibir Jasmine benar-benar membuatnya merasa tenang dan bahagia sekaligus. Setidaknya dia tau jika Jasmine bisa mengatakan hal seperti itu untuknya.
"Tidak, aku tidak kan melakukannya lagi jika kamu menggodaku seperti ini," jawab Jasmine yang membenamkan wajahnya di dada bidang sang suami. Dia tau jika saat ini Leo sedang menggodanya.
"Hey, aku tidak menggoda kamu. Aku mengatakan padamu untuk mengatakan hal itu sekali lagi. Sayang, katakan itu lagi untukku dengan suara keras agar aku mendengarnya lagi. Ayo cepat katakan lagi dan aku akan merekamnya."
"Sayang, apa Leo bermain kasar hingga membuat Jasmine berteriak begitu? Apa anak kita seganas itu?" tanya Leon yang mulai penasaran dengan putranya. Sehebat apa Leo di atas ranjang hingga membuat Jasmine bisa berteriak seperti itu.
"Ayo lagi, katakan lagi sayang," Goda Leo lagi hingga me jat Jasmine kembali menolak permintaan suaminya.
"Ahh ..Saudah, jangan seperti itu." Leon dan Alicia terus saja mendengarkan di depan pintu kamar Leo karena mereka merasa penasaran dengan apa yang terjadi di dalam kamar pengantin baru itu.
"Sudahlah, dari pada menguping di sini, apa tidak lebih bagus kita pergi ke kamar saj? Aku rasa itu lebih bagus!" ajak Leon karena tiba-tiba dia juga merasakan gejolak panas dalam dirinya ketika mendengar suara-suara mengerikan dari dalam kamar Leo yang mereka pikir saat ini keduanya sedang melakukan hubungan itu. Padahal nyatanya tidak sama sekali.
...****************...
Nb : Sengaja di label end, tapi ceritanya masih lanjut kok jadi tenang aja oke 😁
Tapi ingat jangan lupa mampir di lapak yang satunya lagi. Sugar baby om ganteng ♥️
Noh, jangan Lupita yes 😁