One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Frustasi



Seharian ini Alta udah benar tidak bisa melakukan apapun karena istrinya habis-habisan disabotase oleh para wanita itu. Lihat, saat ini dia hanya bisa memantau ponsel yang begitu banyak menampilkan data pengeluaran yang dikeluarkan dari kartu kredit miliknya. Entahlah, Alta tidak pernah mempermasalahkan berapapun uang yang dihabiskan oleh istrinya. Tapi yang membuatnya tidak habis pikir adalah bagaimana bisa istrinya di sabotase oleh wanita-wanita itu.


"Astaga, aku benar-benar tidak habis pikir dengan semua ini. Entahlah," ucap Alta dengan perasannya yang di buat kesal oleh keluarganya sendiri.


Seperti saat ini, dirumahnya dia hanya bisa menatap prihatin pada ponselnya yang terus saja menampilkan pemberitahuan tagihan dari kartu miliknya.


"Ya Tuhan, sampai kapan mereka akan menghabiskan dan Naura, aku tidak ingin istriku semakin diracuni oleh mereka hingga membuatnya terlihat mengerikan seperti itu." ucap Alta dengan frustasi.


Tidak puas dengan semua ini, akhirnya Alta memilih untuk pergi dan menyusul istrinya yang berada di mall bersama keluarganya


Namun, saat dia hendak menyusul mereka, tiba-tiba saja ada helikopter yang terbang di atas rumahnya dan hendak mendarat.


Dari apa yang di lihatnya saat ini, Alta yakin bahwa itu adalah helikopter milik keluarganya.


Alta berdiri di depan rumahnya untuk menunggu helikopter tersebut mendarat tanpa memikirkan bahwa halaman rumahnya sudah berantakan saat ini.


Saat dia melihat bahwa helikopter tersebut sudah mendarat dan sang pilot mematikan mesinnya, langsung pergi meninggalkan mereka semua.



"Ayo pergi dan jemput para istri kalian. Mereka sudah banyak menghabiskan uangku dan aku takut istriku semakin tidak terkendali bersama istri-istri kalian. Terutama Istri kalian bertiga." tunjuknya pada tiga orang yang berada di sana.


Ada Thunder, ada Brandon dan ada Rigel. Sementara Acher, dia bisa bernafas dengan lega karena istrinya tidak termasuk ke dalam jajaran yang di sebutkan oleh kakak sepupunya.


"Kenapa kami?" tanya Rigel yang baru saja keluar dari helikopter yang di kemudiannya dari Paris tadi. Entah mengapa dia harus pergi ke tempat ini untuk menjemput para wanita itu.


"Karena istri mu juga termasuk di dalamnya."


"Istrinya Acher juga masuk, kami bertiga yang masuk dalam daftar hitam?" tanya Rigel yang masih tidak terima karena Alta hanya menyalahkan mereka bertiga.


"Sadar diri saja jika istri kita yang berbuat ulah Rigel. Lagi pula kau tau bahwa Belle itu termasuk ke dalam jajaran Raina dan juga Alisa." ucap Thunder karena dia merasa bahwa istri keponakannya itu termasuk satu geng dengan istrinya dan juga adiknya.


"Aurin juga menyebalkan. Dia selalu menyusahkan ku saat mengandung anaknya Lalu kenapa aku tidak boleh marah?"


"Sudahlah, ayo kita jemput istri-istri kita. Jika kalian terus saja berdebat di sini maka kita tidak akan bisa pulang dengan cepat." ucap Brandon yang menjadi penengah di antara mereka semua.


Sementara Acher, dia tengah memikirkan cara bagaimana bisa menjauhkan Aurin dari saudara-saudaranya. Terutama Belle yang sangat di sukai oleh istrinya itu karena Aurin bilang bahwa Belle adalah teman yang baik.


"Jangan pernah berani memikirkan cara untuk mengganggu istriku. Jika sampai kau berani, maka aku tidak akan membiarkan mu hidup dengan tenang." ancam Rigel saat mengetahui apa yang tengah di pikirkan saudara kembarnya saat ini.


Alta sendiri hanya bisa menghela nafasnya dengan frustasi karena dia merasa bahwa kedatangan mereka juga percuma saja jika tidak bisa membawa istri-istrinya pulang.


"Sudahlah, ayo cepat." ajak Alta yang langsung masuk ke dalam mobilnya.


Mereka berlima menaiki satu mobil yang sama karena tidak ingin ada yang mau menyetir lagi maka terpaksa Alta yang membawa mobil.


Kedatangan mereka ke dalam pusat perbelanjaan itu membuat banyak pasang mata yang menatap ke arah para pria yang tengah mencari keberadaan istrinya saat ini. Jika di lihat-lihat, merek berlima itu memiliki wajah yang hampir sama karena kelimanya memiliki wajah Asia dan itu terlihat sangat kontras sekali dengan penduduk asli kota Moskow yang kebanyakan memiliki rambut berwarna pirang.


"Pakai saja maskermu. Lagi pula kenapa harus bingung?"


"Cih, kau ini. Terkadang aku seperti menyesal karena telah terlahir sebagai adik kembarnya."


"Lalu kau pikir aku tidak?" jawab Alta yang merasa kesal dengan Rigel yang selalu saja mengajak bertarung dirinya dengan hal-hal tidak penting seperti ini.


"Tidak bisakah kalian diam? kita datang ke tempat ini untuk mencari istri kita. Bukan malah bertengkar seperti kalian." ucap Thunder hingga membuat berdua diam.


Di saat Acher dan Rigel diam, Alta hanya bisa menghela nafasnya dengan berat karena dia baru kembali melihat ponselnya yang kembali menampilkan pemberitahuan pengeluaran dari kartu miliknya.


"Mereka di butik. Ayo pergi menyusul mereka." ajak Alta.


Akhirnya kelima pangeran itu pergi ke sebuah butik untuk mencari istri mereka masing-masing sampai mereka melihat bahwa para wanita itu memang tengah sibuk dan heboh sendiri.


"Sudah ku duga bahwa istri paman yang paling heboh." ucap Rigel tanpa rasa takut sedikitpun saat mendapatkan tatapan datar dari pamannya.


Thunder menatap datar pada Rigel yang mengatakan istrinya heboh. Walau memang benar jika Alisa itu heboh tapi tetap saja dia tidak terima istrinya di katakan seperti itu oleh keponakannya.


Alta sendiri tidak memperdulikan mereka lagi karena dia hanya perduli dengan istrinya saat ini.


"Sayang..."


"Gege..." Naura kaget saat melihat suaminya yang datang memeluknya seperti ini.


Melihat pemandangan di depan mereka membuat para wanita klan Alexander menatap gadis percaya pada Alta yang terlihat sangat berbeda sekali.


"Kenapa lama sekali? aku merindukan kamu sayang." ucapnya dengan begitu manja. Naura sendiri tersenyum dengan sikap manja suaminya yang seperti itu.


Namun mereka kembali di kagetkan dengan kedatangan para suami mereka. Terutama Rigel yang menatap datar pada istrinya saat ini.


"Bee..."


"Pulang! kau ini tidak bisa di percaya Belle. Kau mengatakan ingin pergi kampus tapi malah ke Moskow." Rigel langsung mencecar istrinya dengan kata-kata yang seperti tengah menyudutkannya saat ini.


"Eh, tidak seperti itu. Aku memang tadinya ingin ke kampus tapi aunty Raina datang bersama dengan aunty Alisa dan juga kak Aurin. Mereka mengajak ku pergi, jadi aku mau saja."


"Hey kau Belle, kenapa kau malah menyalahkan kami?" tanya Raina yang tidak terima di salahkan seperti itu.


"Ih, aunty. Bukankah memang seperti itu ke kenyataannya?" tanya Belle dengan berani pada aunty Raina yang tengah menatap tajam ke arahnya saat ini.


"Ace, aku tidak melakukan apapun. Aunty Alisa yang mengajakku pergi dan aku pikir hanya dekat saja, tapi ternyata-"


"Hais, kalian ini memang terlalu polos. Sudahlah, ayo pulang." ucap Alisa yang mulai tidak nyaman dengan tatapan mata suaminya saat ini.


Jika Thunder sudah dalam mode diam seperti ini dan itu artinya Alisa harus berhati-hati.