One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Memantau



Alicia dan Naura sudah berada di tempat di mana mereka bisa melihat pria yang disukai oleh Naura.


" Dimana pria itu sayang? kita sudah berada di sini sejak 10 menit yang lalu tapi tidak ada melihat bahwa pria itu akan muncul." Ucap Alicia pada putrinya.


Mereka kembali menunggu setelah memesan makanan di sana yang menurut Alicia biasa saja.


" Ma, itu dia." Naura menunjukan pada mamanya bahwa pria itu sudah datang dan tidak melihat ke arah mereka saat ini.


Alicia yang tengah fokus pada makanannya langsung melihat ke arah mana Naura menunjuk dan ternyata di sana ada seorang pria yang baru saja masuk dengan menggunakan kemeja lengan panjang beserta celana bahan yang di pakainya.


Menurut Alicia pria itu biasa saja, namun tidak mungkin dia mengatakan hal itu dengan begitu mudah pada putrinya.


" Kamu yakin kak menyukainya?" Tanya Alicia yang terus saja menatap pada pria yang membuat putrinya itu terpana.


Dia harus memastikan bahwa putrinya mendapatkan yang terbaik untuk hidupnya. Jadi Alicia harus memastikan bagaimana calon pendampingnya nanti.


" Kenapa Ma? apa mau melihat bahwa dia bukan pria yang baik? tapi sepengetahuan orang dia pria yang baik Ma. Hanya saja memang sikapnya sedikit kasar. Dia tidak pernah bersikap baik terhadap Naura." Terdengar lahan nafas dari mamanya membuat Naura yakin bahwa saat ini wanita itu memiliki pemikirannya sendiri tentang mengapa dia tidak menyukai pria itu.


" Kakak sudah mengatakan bahwa dia memiliki sikap yang agak kasar. Walau dia pekerja keras tapi seorang pria tidak dibenarkan kasar dengan seorang wanita. Mama hanya ingin mengatakan pada kamu jangan pernah mencintai pria yang kasar terhadap wanita akan berakibat buruk pada kesehatan mental kita sebagai seorang wanita. Jika dia kasar terhadap laki-laki semoga itu bisa dimaklumi tapi jika sudah kasar dengan seorang wanita, malah tidak akan membiarkan kamu menyukai pria seperti dia." Ucap Alicia dengan tegas.


Dia untuk membiarkan putrinya menyukai pria kasar seperti itu. Naura berhak untuk bahagia dan itu tidak harus bersama pria itu.


" Apa namanya Edwin?" Tanya Alicia dan Naura mengangguk.


" Lihat, bahkan dia melewati kamu begitu saja dengan raut wajah menyebabkannya itu. Sombong sekali dia padahal kamu di depannya dan dia juga melihatnya. Jika itu Mama, sudah mamak cakar wajahnya itu." Terlihat Naura menundukkan kepalanya karena merasa malu dengan dirinya saat ini.


Entah mengapa dia merasa sangat malu sekali. Apalagi mamanya yang mengatakan hal seperti itu.


Naura tidak merasa sakit hati sama sekali. Hanya saja saat dia pertama kali menyukai seorang pria malah pria itu bersikap dingin padanya.


Bukan hanya itu saja, dia juga merasa bahwa pria itu tidak menyukainya.


" Sudah, jangan memikirkan hal itu lagi. Sekarang ayo habiskan makanan kamu dan kita pulang. Kamu tau bukan bagaimana Daddy kamu jika dia pulang dan kita tidak di rumah?" Naura menganggukkan kepalanya karena dia tau apa yang akan terjadi jika mereka belum sampai di rumah sementara pria itu sudah sampai di rumah.


" Ayo..." Akhirnya mereka berdua pulang ke rumah setelah Naura mendapatkan penjelasan dari Mamanya bahwa Edwin bukan pria yang baik untuk dirinya.


Karena hal itu juga Naura harus bisa melupakan perasannya yang baru saja tumbuh dan menurutnya itu jauh lebih mudah dari pada harus menghapus perasaan yang sudah berkembang.


...****************...