One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Penyelamatan



Leo sudah sampai di tempat dimana sia harus datang. Sesuai dengan pesan yang di terima Leo tadi, Jasmine telah mengirimkan pesan bahwa dia sudah sampai di tempat itu dan sekarang sedang menunggunya.


"Di mana sekertaris Jasmine?" tanya Leo ketika dia sampai di proyek yang sudah di garis polisi.


"Sekertaris Jasmine sudah berada di dekat proyek. Jadi beliau sudah menunggu anda tuan." jawab penjaga proyek dan Leo langsung pergi menuju tempat di mana Jasmine berada.


Saat dia hampir sampai di dekat proyek tempat dimana Jasmine berada, Leo langsung ingin mengalirinya. Namun ketika dia hendak mendekat ke Jasmine, tiba-tiba saja Leo melihat bahwa ada sebatang balok yang seperti mau jatuh dan itu membuat Leo langsung berlari untuk menyelamatkan Jasmine di sana.


"Jasmine!" teriak Leo dan dia langsung berlari ke arah wanita itu dan melindunginya.


Bugh...


"Egh..." Leo merasakan punggungnya panas ketika balok panjang itu menghantamnya.


Melihat Leo yang menyelamatkannya dan menjadi tameng pelindung baginya. Jasmine benar-benar tidak percaya jika Leo menyelamatkannya.


"Tuan, apa anda baik-baik saja?" tanya Jasmine setelah dia merasa bahwa dia baik-baik saja.


"Tuan, punggung anda?" tanya Jasmine karena dia tau bahwa Leo merasakan sakit di punggungnya. Apalagi hantaman keras dari balok tadi benar-benar keras dan itu membuat Leo merasakan sakitnya.


"Aku baik-baik saja," jawab Leo yang melepaskan kedua tangannya yang memeluk Jasmine tadi.


Dia langsung pergi meninggalkan Jasmine wanita yang diselamatkannya tadi.


Jasmine sendiri merasa belum baik-baik saja karena dia tahu bahwa Leo menahan rasa sakitnya setelah menyelamatkannya tadi. Namun ketika dia hendak bicara dengan pria itu Leo malah mengatakan untuk tidak membahas hal itu saat ini karena yang terpenting adalah para karyawan yang masih terjebak di dalam bangunan ini.


"Jangan mengkhawatirkan keadaanku karena aku baik-baik saja. Instruksikan pada para kerja untuk segera keluar dari tempat ini dan segel proyek ini untuk berapa waktu karena aku ingin memastikannya lebih dulu layak atau tidaknya proyek ini untuk dilanjutkan. Hubungi orang-orang yang bertanggung jawab atas proyek ini. Katakan juga pada mereka mau aku ingin bertemu dengan mereka malam ini juga dan tidak boleh ada yang mampir dari meeting ini. Aku yakin bahwa ada yang salah di sini dan mereka harus mempertanggungjawabkan segalanya." titah Leo.


Dia mengatakan hal seperti itu pada Jasmine tanpa memikirkan keadaannya yang tertimpa balok.


Melihat bagaimana cara dia yang mengenyampingkan segalanya membuat Jasmine benar-benar merasa kagum akan kepribadian Leo.


Caranya menyikapi semua ini sangat dewasa dan dia bangga akan hal itu.


"Kau benar-benar pria yang hebat Leo. Kau sangat hebat." ucap Jasmine dengan bangga akan kepribadian Leo.


Melihat Leo yang terus saja memegang punggungnya membuat Jasmine yakin bahwa Leo merasakan sakit saat ini. Tapi dia menahan semua itu demi banyak orang.


Jasmine benar-benar langsung menghubungi mereka semua sesuai dengan yang Leo perintahkan atasnya.


Tepat jam 11 malam, meeting terjadi dan itu semua di lakukan di halaman proyek yang sedang di garis polisi.


Mereka semua langsung menghadap Leo ketika mendapatkan kabar dari Jasmine dan mereka langsung panik ketika melihat raut wajah Leo saat ini.


Dia sudah tidak lagi tersenyum karena dia akan menghabisi mereka semua karena telah melakukan kelalaian di proyek ini.


"Lihat dengan kedua mata kalian semua apa yang terjadi di proyek ini. Ada beberapa korban jiwa dan beberapa di antara mereka terluka. Aku tidak ingin tau apa yang menyebabkan semua ini, tapi jika sampai aku menemukan bukti bahwa ini semua terjadi karena kalian, aku tidak akan pernah memaafkan kalian semua. Kita sudah melakukan pertemuan panjang dengan semua ini, jadi kalian semua harus bertanggung jawab untuk itu." ucap Leo dengan tegas.


Semua orang yang terlibat di dalam proyek ini langsung panik ketika mendengar ucapan Leo yang membuat mereka ketar-ketir.


Proyek ini adalah proyek besar jadi jika ada segala yang di dalamnya maka itu semua harus di usut sampai tuntas.


"Maaf tuan, kami-"


"Sstttt..." Leo menghentikan apa yang ingin di katakan oleh salah satu penanggung jawab proyek ini.


Pria yang ingin bicara tadi langsung menghentikan apa yang ingin dikatakannya.


Leo datang ke hadapan pria itu dan berdiri di hadapannya saat ini.


"Simpan kata maaf begitu karena saat ini aku tidak ingin mendengarkan kata maaf apapun dari kalian, karena yang aku butuhkan saat ini adalah pertanggungjawaban dari kalian semua. Kalian semua harus bertanggung jawab atas proyek ini dan aku tidak ingin mendengar alasan apapun dari kalian sebelum mengetahui apa yang terjadi di sini. Jika sampai aku benar-benar mengetahui bahwa kecelakaan di proyek ini terjadi karena kelalaian dari kalian semua, maka bersiaplah karena aku sendiri yang akan menyeret kalian keluar dari perusahaanku. Aku akan pastikan itu!" ancam Leo.


Dia langsung pergi masuk ke dalam mobilnya setelah selesai bicara dengan mereka semua. Begitu cuman Jasmine yang mengikuti langkahnya Leo karena dia merasa khawatir dengan keadaannya saat ini.


"Pergi ke rumah sakit sekarang! aku ingin melihat keadaan korban." ucap Leo pada supirnya. Jasmine yang ikut berada di dalam mobilnya masih merasa khawatir dengan keadaan Leo saat ini, apalagi ketika dia melihat bahwa kemeja Leo berdarah.


"Tuan, anda berdarah." ucap Jasmine yang merasa panik ketika melihat kemeja Leo yang berdarah.


"Aku baik-baik saja, dan aku akan memeriksakan keadaanku di rumah sakit nanti. Maaf membuatmu harus ikut bekerja lembur dan tolong siapkan asuransi jiwa untuk para korban dan kita akan menghadiri pemakaman mereka." Jasmine hanya bisa mengangkat kepalanya saja karena dia juga mengetahui bahwa saat ini Leo sangat memikirkan keadaan mereka semua yang menjadi korban dari proyeknya.


Dia langsung menghubungi pihak asuransi untuk menyiapkan semuanya dan juga rumah sakit karena Leo juga terluka.


"Kita harus memeriksakan keadaan anda lebih dulu tuan, jika anda tidak ingin melakukannya maka saya akan memberitahukan pada tunangan anda jika anda terluka."


"Jangan pernah berani melakukan hal itu, apalagi mencoba untuk mengancam. Kau tidak berhak melakukan hal seperti itu terhadapku karena aku bisa menjaga diriku sendiri dengan baik." jawab Leo yang langsung masuk ke ruang pemeriksaan karena dia tidak ingin Jasmine memberitahukan Claudia tentang apa yang di alaminya saat ini.


Jika sampai Claudia mengetahuinya, maka dia akan sangat khawatir dengan keadaannya saat ini. Itu pasti!