One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Aman



Setelah para wanita menyebalkan itu pulang, Alta dan Naura kembali menjalani kehidupan mereka yang tenang. Terutama bagi atas diri karena dia kembali mendapatkan ketenangan hidupnya setelah pembajakan yang dilakukan keluarganya terhadap Naura.


Seperti saat ini, keduanya tengah berada di sebuah ayunan yang memang di siapkan alta untuk mereka berduaan di sore hari.



Naura memangku tubuh suaminya yang tengah berbaring di pangkuannya saat ini sambil memejamkan matanya karena merasakan sentuhan lembut yang wanita itu lakukan padanya saat ini.


"Bagaimana dengan urusan kantor hari ini? apa semuanya baik-baik saja?" tanya Naura pada suaminya karena dia melihat bahwa hari sepertinya Alta sangat lelah.


"Banyak hal yang harus aku kerjakan sayang. Jadi, itu sudah biasa aku rasakan. Setidaknya jika aku lelah saat ini maka ada obat yang bisa menghilangkan rasa lelahku." jawab Alta pada istrinya yang terus saja membelai rambutnya saat ini.


"Jangan terlalu sering mengonsumsi suplemen kebugaran karena itu tidak baik dan bisa menyebabkan efek samping jangka panjang. Jadi-"


"Aku tidak membutuhkan obat apapun lagi buatan manusia karena aku sudah memiliki obat ciptaan Tuhan dan obatku saat ini adalah kamu."


Blush...


Wajah Naura tersipu malu ketika mendapatkan kata pujian dari suaminya seperti ini. Entah itu kata pujian atau kata gombalan tapi yang pasti Naura merasakan kebahagiaan yang tidak pernah dirasakannya sama sekali.


Jika dulu dia takut menikah karena takut jika tidak bisa mencintai anaknya seperti bagaimana ibu kandungnya tidak bisa mencintainya dulu, maka tidak dengan kali ini.


Mendapatkan suami seperti apa yang begitu sangat mencintainya adalah anugerah terbesar bagi Naura. Dia bila benar tidak menyangka jika kehidupan rumah tangganya akan sebahagia ini.


Entah mengapa rasanya Alta sangat berharap bahwa Tuhan akan segera memberikan yang momongan.


"Kata aunty Rain Jaka ingin-"


"Tidak sayang, aku mohon jangan lagi katakan apapun lagi yang aunty Rain katakan sama kamu. Baik itu aunty Rain, Aunty Alisa ataupun Belle. Mereka adalah wanita yang paling ingin di hindari oleh Opa Alex, jadi aku mohon jangan terlalu dekat dengan mereka karena aku takut jika mereka semakin meracuni kamu dengan hal-hal yang mengerikan itu." jawab Alta.


Entah mengapa rasanya dia takut jika istrinya akan semakin salah pergaulan akibat doktrin yang ketiga wanita itu berikan. Ya, dari group keluarga mereka, ketiga wanita itu adalah wanita yang paling ingin di hindari banyak orang.


Bahkan Thunder saja pun ingin sekali hidup sehari tanpa istrinya. Lalu bagaimana bisa atau membiarkan istri yang bergabung dengan mereka semua. Tidak, dia tidak akan membiarkan itu terjadi tanpa pengawasan darinya.


"Tapi mereka itu baik Gege, mereka menyayangiku."


"Aku tidak pernah mengatakan bahwa mereka itu jahat dan tidak baik padamu sayang. Hanya saja aku tidak ingin kamu teracuni dengan kata-kata yang keluar dari bibir mereka. Ketiga wanita itu adalah wanita yang paling menggiling hal-hal aneh dan semua itu diketuai oleh aunty Raina, lalu dilanjutkan dengan aunty Alisa dan berakhir di Belle istrinya Rigel. Namanya Beauty, tapi kelakuannya, astaga...aku benar-benar tidak bisa mendefinisikan lagi tentang mereka." jelas Alta. Entahlah, rasanya sulit sekali hanya untuk menjabarkan tentang mereka bertiga. Tapi berarti Alta memberi mereka. Tidak ada kebencian sama sekali. Hanya sebuah penjagaan saja agar istrinya semakin tidak terjerumus dengan dunia mereka.


"Sudah ayo mandi. Gege belum mandi sejak pulang kantor tadi dan besok ada acara golf day katanya. Tadi ada seseorang yang mengantarkan pakaian untuk aku pakai besok."


"Benar sayang. Biasanya aku tidak pernah ikut dengan hal-hal seperti ini karena menurutku tidak penting. Tapi, sekarang kita akan menjadi penting karena aku akan pergi bersamamu. Kita akan bermain golf bersama kumpulan para pengusaha itu. Setidaknya aku hadir di sana untuk meramaikan saja."


"Baiklah karena kata aunty Alisa, seorang istri harus ikut kemanapun suaminya pergi untuk meminimalisir terjadinya perselingkuhan. Sekarang banyak daun muda yang menggoda, jadi sebagai istri aku harus ikut kemanapun suami ku pergi." ucap Naura dengan penuh tekad.


Sementara Alta hanya bisa memijat keningnya yang terasa berdenyut ketika istrinya kembali membicarakan tentang Alisa.