
"Ah ..Leo pelan-pelan, ini sakit," ucap Jasmine pada suaminya karena dia merasakan sakit ketika Leo melakukan hal itu padanya. Entah mengapa rasanya sakit dan perih sekaligus ketika Leo melakukannya.
"Sabar, ini juga sudah pelan-pelan. Seharusnya kamu bisa menahan rasa sakitnya sedikit saja. Ini tidak akan sakit lagi setelah kamu merasa nyaman," jawab Leo pada Jasmine.
Mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan saat ini didengarkan oleh banyak orang di luar sana. Rumah keluarga Jasmine bukan rumah keluarga kaya seperti yang dimiliki Leo, jadi siapa pun bisa mendengar suara itu dari balik pintu.
"Sayang, bagaimana? Apa Leo dan Jasmine sudah benar-benar melakukan hal itu?" tanya Leon pada Alicia. Mereka juga penasaran apa yang dilakukan anak dan menantunya di dalam sana. Apa mereka melakukan hal itu? jika memang iya kenapa rasanya Leon menjadi malu sendiri ketika mendengar hal itu. Mereka ini sudah seperti penjahat kelas kakap saja, bahkan rasanya dia seperti ayah yang durhaka pada anaknya sendiri karena hal ini.
"His, mana aku tahu. Tapi semoga saja mereka memang melakukannya dan kita segera mendapatkan cucu lagi. Aku merasa bosan di rumah Kita sendirian. Sudahlah ayo pergi, anda juga nyonya Gulsene, biarkan saja mereka melakukan hal itu. Jika kita di sini terus aku menjadi malu sendiri." Alicia mengajak suami dan ibunya Jasmine untuk pergi meninggalkan kamar anak mereka dan membiarkan pengantin baru untuk melakukan apa yang ingin mereka lakukan.
Sedangkan di dalam kamarnya, Leo membantu membersihkan luka jari Jasmine yang terluka akibat perpecahan gelas tadi. Ya, Leo membersihkan luka Jasmine, bukan melakukan hal itu dan keluarga itu masalah paham.
"Sudah, ini sudah selesai." ucap Leo ketika dia sudah membalut mencari Jasmine yang terkena serpihan kaca dari gelas yang pecah tadi.
"Lain kali hati-hati. Sudah mau tidur saja bertingkah lagi. Ayo tidur, ini sudah malam dan aku ingin beristirahat dengan tenang jadi jangan menggangguku lagi dengan hal-hal seperti ini." Leo langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur karena memang ini sudah cukup larut. Entah apa yang dikerjakan wanita itu hingga gelas tadi bisa terjatuh dan pecah hingga melukai jarinya, tapi yang pasti itu sebuah kecelakaan.
Jasmine sendiri masih berada di posisinya karena dia belum ikut merupakan tubuhnya di atas kasur yang sama dengan Leo dan pria itu langsung marah ketika melihat istrinya tidak ikut bersamanya.
"Kau ingin tidur tidak? Jika tidak biar aku tiduri saja kau agar bisa tertidur, bagaimana?" tanya Leo hingga membuat Jasmine langsung ikut bergabung bersama suaminya di atas tempat tidur. Leo juga langsung memeluk tubuh Jasmine ketika wanita itu ikut bergabung dengannya.
"Tidurlah, aku tidak akan melakukan hal apa pun padamu. Aku hanya ingin tidur dan memelukmu saja, jadi jangan khawatir oke," Jasmine menganggukkan kepalanya dengan kaku karena hanya itu yang bisa di lakukannya saat ini. Dia berusaha untuk percaya dengan suaminya dan Leo itu bukan pembohong, maka Jasmine percaya dengan suaminya.
"Selamat malam, aku mencintaimu Jasmine," ucap Leo sebelum mereka benar-benar tertidur.
"A-aku juga mencintaimu Leo," jawab Jasmine sebelum mereka terlelap dan hanyut di dalam mimpi indah.