One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
Cinta



"Sayang, where are you Sandra?" tanya Arsen saat dia pulang dari kantor dan dia tidak mendapati di manapun keberadaan wanita itu. Entahlah, sekarang dia lebih senang berada di rumahnya karena ada wanita yang sangat di cintanya saat ini.


"Di mana Sandra?" tanya Arsen saat dia tidak melihat Sandra.


"Nona Sandra sedang berada di gazebo dekat kolam renang Tuan," jawab salah satu pelayan hingga membuat Arsen langsung pergi meninggalkannya begitu saja.


Saat dia sampai di dekat gazebo, Arsen bisa melihat bahwa tirai gazebo sudah di turunkan dan di dalamnya ada Sandra yang tidur siang.


Melihat Arsen yang sudah datang membuat Gia langsung turun dan pergi meninggalkan sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta. Lebih tepatnya Arsen yang di mabuk cinta oleh pesonanya Sandra.


Di tatapnya dengan penuh kelembutan wajah cantik Sandra yang benar-benar terlihat sangat cantik dan menggemaskan menurut Arsen. Entah mengapa dia merasa bahwa Sandra memang gadis yang sangat di butuhkan Arsen.


"Cantik," hanya itu yang keluar dari bibir Arsen ketika melihat Sandra yang tertidur dengan begitu menggemaskannya. Arsen merapikan anak rambut yang menutupi wajah cantik Sandra hingga membuatnya bisa terus menatap keindahan yang tersaji di depan matanya saat ini.


Arsen memajukan wajahnya hingga dia memberikan sebuah kecupan di kening Sandra dan membuat wanita itu sedikit terusik dengan apa yang Arsen lakukan terhadapnya tadi.


Merasa ada seseorang yang berada di dekatnya membuat Sandra langsung membuka kedua matanya dan betapa kagetnya dia ketika melihat Arsen yang sudah berada di tempatnya tidur saat ini. Melihat kekagetan Sandra membuat Arsen tersenyum padanya dan itu membuat wanita yang baru saja bangun tidur itu merasa malu dan canggung di dekatnya.


"Kenapa? apa Aku menganggu tidur Kamu, Sayang?" tanya Arsen pada Sandra yang terlihat tidak nyaman berada di dekatnya saat ini.


"Tidak bukan seperti itu, Tapi-"


"Sudahlah, tidur saja jika kamu ingin tidur lagi tapi jangan di sini oke. Aku akan membawa kamu ke kamar saja." Arsen langsung menggendong tubuh mungil Sandra hingga membuatnya kaget dan menjerit.


"Ahk ...." teriak Sandra ketika tubuhnya tiba-tiba melayang di dalam gendongan Arsen.


Bukannya menurunkan Sandra, Arsen malah tertawa bahkan dia kembali memberikan sebuah kecupan manis di keningnya hingga membuat gadis yang berada di dalam gendongannya saat ini semakin merasa malu dengan keadaan mereka saat ini


"Ah, kenapa menciumku seperti ini?" tanya Sandra karena Arsen yang mencium keningnya seperti itu.


"Tidak ada, Karena Aku tidak membutuhkan alasan apa pun untuk mencium kamu. Oh iya, bersihkan diri kamu dan Aku akan mengajakmu berjalan-jalan hari ini, tapi sebelum itu tolong buka pintu kamar Kamu dulu, Sayang." Sandra langsung membuka pintu kamarnya sesuai dengan yang Arsen katakan padanya. Dia membuka pintu kamarnya dan saat mereka masuk, betapa kagetnya dia ketika melihat ada dua orang pelayan yang masih menyusun dan membereskan barang-barang yang hasil belanjaan dari Arsen tadi.


"Bereskan semua itu dengan cepat! Aku tidak ingin melihat ini semua saat kami pulang nanti dan bereskan semuanya sampai rapi!" perintah Arsen dan kedua pelayan itu kembali mengerjakan pekerjaannya. Sedangkan Sandra sendiri, dia tidak suka cara bicara Arsen yang terkesan status dan kejam seperti itu.


"Maafkan Arsen, nanti aku akan menasehatinya agar tidak berkata kasar seperti itu lagi. Atas nama Arsen, Aku minta maaf pada kalian berdua." kedua pelayan tersebut langsung menghilangkan kepala mereka karena jika sampai Sandra meminta maaf pada bos besar maka habislah keduanya. Mereka merasa baik-baik saja dan Arsen tidak melakukan hal apapun karena mereka yang sudah bekerja di sini sudah mendapatkan segala kemudahannya. Jadi mereka sudah terbiasa menghadapi sikap kasar Arsen karena pria itu tidak perna melakukan hal kasar pada mereka.


"Tidak perlu seperti itu Nona, Kami mohon jangan lakukan hal itu. Kami mohon Nona," pintanya pada Sandra karena dia tidak ingin mendapatkan masalah apa pun saat ini karena mereka sudah terbiasa dengan semua ini.


Terlihat Sandra menarik nafasnya dalam-dalam sebelum kembali menghembuskannya secara perlahan.


"Baiklah jika begitu, tolong bereskan lagi semuanya sebelum dia kembali datang." Sandra pergi ke kamar mandi karena memang dia harus bersiap. Di dalam kamarnya, Arsen terlihat seperti pria remaja yang baru saja mengenal cinta.


"Damn! Aku bahkan sudah terlihat seperti orang gila saat ini hanya karena cinta. Aku benar-benar tidak habis pikir dengan semuanya bagaimana bisa aku mencintai seorang wanita segila ini. Gila, aku benar-benar sudah gila. Aku sudah gila Sandra!" Arsen merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya dan terus saja tersenyum dengan semua yang di rasakannya saat ini. Semua perasaan yang bersarang di dalam hatinya saat ini begitu luar biasa indahnya.


"Argh...Sandra, kau sudah membuatku gila!" umpatnya lagi. Dia langsung pergi ke kamar mandi dan melepaskan seluruh pakaiannya dan langsung membasahi tubuhnya di bawah guyuran air shower.


Setelah mereka sama-sama bersiap, Arsen langsung turun ke lantai satu dan di sana dia sudah melihat bahwa Sandra sudah siap dengan penampilannya karena mereka akan pergi bersama.


"Maaf, Sayang, Aku membuat Kamu menunggu." Sandra hanya bisa menganggukkan kepalanya saja karena dis juga belum terbiasa dengan semua ini.


"Tidak apa-apa, Aku belum terlalu lama menunggu kok," jawabnya dengan jujur. Arsen sendiri langsung mengulurkan sebelah tangannya dsn Sandra juga menyambut uluran tangan dari pria yang ada di hadapannya saat ini.


Keduanya berjalan berdampingan sampai di depan pintu mobilnya, Arsen juga membukakan pintu mobil untuk Sandra. Kali ini Arsen memilih untuk membawa mobilnya sendiri karena dia ingin menikmati waktunya bersama dengan Sandra.


"Ada apa?" tanya Sandra ketika Arsen yang baru saja mengetikkan pesan di ponselnya.


"Tidak ada Sayang, semuanya baik-baik saja." Arsen tersenyum dan mengusap pipi Sandra untuk menghilangkan rasa curiganya karena dia hanya mengirimkan pesan pada anak buahnya untuk menjaga mereka dari jarak jauh saja. Arsen tidak ingin ada yang menganggu momen kebersamaannya dengan Sandra.


"Kita mau ke mana?" tanya Arsen.


"Tidak tahu, Aku tidak tahu tempat ini jadi terserah Kamu saja ingin membawa aku ke mana asal ke tempat yang menyenangkan," jawab pada Arsen.