
Karena mama dan Daddy-nya pergi ke Indonesia untuk melihat cucu mereka yang baru saja lahir ke dunia, akhirnya Leo menggantikan sang ayah untuk menghadiri acara rapat dewan direksi kali ini.
Usianya emang masih muda tapi jangan pernah meremehkan apa yang bisa dilakukan olehmu. Leo memang lebih cenderung diam dan tidak banyak bicara lagi tapi dia bisa melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh orang dewasa sekalipun.
Sekarang, Leo sedang didampingi oleh sekretaris dan asisten pribadi daddy-nya yang Mama selalu mengikuti pria yang menjadi pemilik perusahaan tempat dimana mereka bekerja saat ini.
Mereka para pimpinan dewan direksi terlihat tidak percaya bahwa Leo bisa memimpin rapat mereka kali ini bersama calon investor yang akan menanamkan saham mereka di perusahaan besar ini.
"Bagaimana bisa rapat besar seperti ini dihadiri oleh anak di bawah umur. Lihat, makan apa yang dipakainya saat ini sama sekali tidak mencerminkan bahwa dirinya mampu menghadapi calon investor baru untuk perusahaan ini." ucap salah seorang dewan direksi yang tidak suka dengan kehadiran Leo di sini. Itu terlihat jelas dari tatapannya terus aja merendahkan posisi Leo.
Sedangkan Leo sendiri tidak merasa terintimidasi sama sekali karena dia ingin membuktikan pada mereka mereka yang sudah tua ini bahwa dia bisa melakukan apapun yang dia inginkan sesuai dengan instingnya.
Leo terus jadi mata pada mereka yang meremehkannya karena dia tahu bahwa usianya saat ini memang pantas untuk diremehkan.
"Mau bertaruh?" tanya leo pada mereka semua karena dia ingin membuat sebuah pertaruhan jika dia bisa melakukan semua ini maka mereka semua harus menurun dengan apa yang dia katakan.
"Saat ini kita sedang membicarakan bisnis lalu bagaimana bisa kamu malah mengajak bertarung. Apa ini pantas di lakukan?" tanya pria yang terus saja ingin memancing Leo.
"Jangan basa-basi, kita harus membuktikannya bahwa aku bisa melakukan semua ini." tak lama rekan bisnis dan calon investor yang akan menanamkan investasinya di perusahaan mereka.
Dia sangat mengenal pria itu karena mereka masih berhubungan dengan Kakak iparnya.
"Brandon Smith?" gumam Leo jadi mengetahui siapa yang datang ke perusahaannya saat ini.
Dia adalah raja bisnis Belanda dan juga ada perusahaan mereka yang berada di Jerman. Apalagi Brandon berstatus sebagai menantu laki-laki satu-satunya dari klan Alexander.
"Aku rasa anda sudah mengenalnya tuan muda. Dari apa yang aku dengar, dia adalah pria yang sangat kritis walau wajahnya tidak terlihat datar. Wajah tampannya bisa menipu banyak orang." bisik asisten daddy-nya pada Leo saat melihat siapa tamu mereka kali ini.
"Mari kita lihat, seberapa berbahayanya pria berambut gondrong itu." ucap Leo dengan berbisik pula di telinga asisten sang Daddy.
"Langsung saja semuanya, izinkan saya di sini untuk menjelaskan berapa poin penting dari perusahaan kami dan bagaimana sistem pembagian hasilnya. Kami selalu membagikan hasil dengan sangat transparan karena kamu tidak suka dikatakan jika kami tidak menjalani bisnis dengan baik. Tapi sebelumnya, saya ingin mengatakan selamat datang pada Tuhan Brandon Smith dan terima kasih karena telah memilih perusahaan kami untuk menjadi salah satu rekan bisnis perusahaan anda. Disini, hidungnya saya untuk menjelaskan beberapa hal dari sistem perusahaan yang." Leo mulai semua yang bisa dijelaskan setidaknya dia bisa membuat pria itu percaya bahwa dia bisa melakukan semua ini.
Leo menjalankan segalanya sampai tanpa sadar dia tengah berdebat dengan Brandon. Mereka sedang beradu argumen tentang perusahaan dan sistem kerja perusahaan mereka.
"Jadi, , katakan padaku kenapa aku harus menjalin kerjasama dengan kalian." tanya Brandon karena dia ingin melihat seberapa kuat mental pertarungan bisnis anak muda di depannya ini.
"Aku tidak bisa menjelaskan secara langsung pada anda setidaknya berikan aku waktu selama 1 bulan untuk membuktikan pada anda bahwa proyek yang telah anda berikan ke perusahaan kami benar-benar bisa ku kerjakan dengan baik walau banyak yang berada di sini tidak menyukaiku setidaknya aku ingin mereka tahu bahwa aku bisa melakukannya bukan karena aku anak dari pemilik perusahaan ini." jawab Leo dengan penuh keyakinan dan itu membuat senyum Brandon langsung mengembang dengan sempurna.