
Sudah berulang kali Leon bertanya pada istrinya apakah dia yakin atau tidak untuk pergi ke rumah utama karena ada yang sendiri tidak ingin istrinya itu bertengkar dengan Nathalie nantinya.
Dia tau bagaimana Nathalie, bukan juga dia meremehkan Alicia istrinya itu.
Leon hanya tidak ingin Alicia terluka karena bisa saja Nathalie menyakitinya nanti. Tapi dia juga percaya bahwa Alicia bisa melindungi dirinya.
Itu terbukti dari cara Alicia bersikap saat mereka sudah sampai di rumah tempat di mana Naura bersama ibunya tinggal.
" Waw, rumah yang sangat mewah." Kata-kata pertama yang keluar dari bibir Alicia itu berhasil membuat Leon langsung mengalihkan pandangannya ke arah wanita yang telah mengandung anaknya saat ini.
" Kau ingin rumah seperti ini juga? kita akan membelinya atau membuat ulang lagi." Alicia langsung menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin memiliki rumah yang sebesar ini.
Karena menurutnya rumah sebesar ini akan terlihat sangat menyeramkan saat malam hari.
" Aku tidak ingin rumah mewah seperti ini. Terlihat menyeramkan saat malam hari. Lagi pulau penghuninya hanya kita berdua untuk apa memiliki rumah yang terlalu besar? cukup berikan aku rumah yang tidak terlalu besar tapi nyaman untuk ditinggali. Aku merasa bosan tinggal di apartemen." Ucapnya tanpa melihat ke arah suaminya.
Tatapannya terus saja meneliti ke sekelilingnya hingga Leon membawanya masuk ke dalam.
Saat sudah sampai di rumah utama, Leon dan Alicia sudah melihat Nathalie yang menunggu mereka.
Dia cukup senang saat mengetahui bahwa Leo mau mengunjungi Naura tapi tidak bersama istri barunya itu.
" Kenapa? aku datang ke sini bersama istriku. Dia juga ingin menjenguk Naura."
" Terserah. Naura ada di kamarnya dan sia menunggu Daddy-nya. Dia sangat merindukan Daddy-nya karena kau tau bahwa bisa tidur jika tidak di peluk oleh mu. Seperti kemarin, dia bisa langsung tidur siang saat kau datang memeluknya." Alicia menatap tidak percaya dengan apa yang rivalnya katakan.
Bagaimana bisa dia mengatakan hal seperti itu di saat ada dirinya di sana.
" Dia ingin bermain dengan ku rupanya. Kita lihat saja sejauh apa dia bisa memainkan perannya di sini." Ucap Alicia dalam hati.
Dia tahu bahwa wanita ini tengah memancing dirinya untuk marah. Itu terlihat dari bagaimana cara dia memainkan perannya di hadapan Leon.
" Ayo Alicia." Ajak Leon pada istrinya.
Dia tidak ingin kedua wanita itu terlibat cacat hingga terjadi sesuatu nantinya.
" Pergilah, aku ingin di sini. Tidak perlu aku ikut ke dalam sana karena jika aku ikut, itu akan membuat anak kecil itu shock akan kehadiranku."
Dia akan menunggu suaminya di sini dan membiarkan pria itu menyelesaikan apa yang harus.
" Aku yakin Sayang..." Jawabnya hingga membuat Nathalie yang mendengar itu semakin panas dan tidak terima dengan itu semua tapi dia harua berusaha untuk menahannya karena masih ada Leon.
" Baiklah, aku pergi sebentar." Alicia menganggukkan kepalanya dan Leon memberikan sebuah kecupan di bibir Alicia hingga membuat Nathalie semakin emosi.
Cup...
" Aku akan segera kembali Alicia. Tunggu aku di sini." Leon pun meninggalkan Alicia di sana bersama dengan Nathalie.
Setelah merasa Leon pergi, Nathalie langsung melancarkan aksinya dengan memegang lengan wanita itu.
" Apa yang kau lakukan?" Tanya Nathalie yang merasa marah dengan apa yang mereka lakukan saat ini.
" Aku? apa yang aku lakukan hingga membuatmu marah? aku tidak melakukan apapun saja tadi. Oh my God, apa kau merasa marah dan cemburu dengan kemesraan kami?" Tanya Alicia.
Dia sengaja melakukan hal itu untuk memancing emosi wanita ini. Alicia tau bahwa Nathalie merasa buru dengan kedekatan mereka berdua.
Apalagi saat melihat Leon mengecup bibirnya tadi, itu semakin membuat Nathalie marah.
" Jaga batasan mu Alicia!" Ucap Nathalie dengan penuh penekanan.
Dia merasa tidak terima dengan apa yang Alicia katakan. Walau padahal kenyataannya itu memang benar tapi dia tidak bisa menerima itu begitu saja.
" Kenapa? batasan apa yang harus dijaga di sini? apa aku harus mengatakan pada suamiku bahwa kau menipunya? jangan sampai dia mengetahui bahwa kau menggunakan anakmu sebagai alat untuk menjebak dirinya. Jika sampai itu terjadi, aku bersumpah bahwa aku akan membalas mu." Nathalie semakin tidak terima dengan ancaman dari Alicia.
Dia sangat marah dengan apa yang wanita ingin lakukan padanya.
" Jangan berani-berani yang mengancam ku. Kau murahan yang dipungut olehnya dan dijadikannya berlian. Kau harus sadar itu!" Alicia tertawa mendengar apa yang Nathalie katakan saat ini.
" Kau memang benar. Aku memang wanita murahan yang dipungut oleh mantan suami yang sekarang sudah menjadi suamiku. Tapi setidaknya, batu biasa ini sudah disulap menjadi permata yang indah bahkan berlian seperti yang kau katakan. Jadi terima kasih atas pujiannya."
...****************...
...****************...