
Malam harinya, Leo harus bersiap untuk pertemuan dengan keluarganya Claudia karena memang itu bertepatan dengan ulang tahun sang Daddy malam ini.
Seperti yang sudah di katakan bahwa Leo harus berpakaian rapi karena ini pertemuan yang menurutnya tidak mungkin dia harus berpakaian buruk dengan celana pendek dan juga kaos seperti biasanya bukan?
"Leo, apa kamu sudah siap sayang? keluarga Claudia sudah datang." teriak Alicia saat masuk ke dalam kamar putranya.
Dari apa yang Alicia lihat saat ini bahwa putranya sedang duduk di sofa sambil menatap malas ke arahnya.
"Wah, kamu sudah berani menatap malas pada mama sekarang ya!" seru Alicia ketika melihat wajah putranya yang seperti itu.
Sedangkan Leo sendiri hanya bisa pasrah saja dengan apa yang di alaminya saat ini ketika mamanya sudah datang ke kamarnya seperti ini.
"Sebenarnya apa yang akan kita lakukan ma? jika ini hanya acara ulang tahun Daddy saja itu tidak harus berpakaian rapi seperti ini bukan?" tanya Leo pada mamanya karena dia penasaran sekali dengan apa yang akan mereka lakukan di acara ulang tahun daddy-nya kali ini.
"Sudahlah sayang, cepat siapkan diri kamu karena sebentar lagi keluarga Claudia akan datang." ucap Alicia pada putranya hingga membuat Leo langsung berdiri dan mengikuti mamanya.
Dia berjalan di belakang wanita itu sambil memeluknya dari belakang.
"Ma,"
"Berhenti sikap seperti anak kecil saat ini Leo. Kita akan datang bertemu dengan kamu Daddy kamu, jadi jangan membuat malu dengan sikap kamu ini." ujar Alicia ketika mendapatkan perlakuan putranya yang manja.
Leo memang sering melakukan hal ini padanya dan terkadang karena hal seperti ini pulalah yang membuat Alicia kesal dengan putranya itu.
"Ah, kenapa setiap kali Leo ingin bermain dengan mama selalu saja seperti ini. Lagi pula siapa tamu Daddy yang datang ke rumah?" tanya Leo yang masih penasaran dengan tamu yang akan datang hari ini.
"Kamu akan mengetahuinya nanti."
"Cih, baru saja pulang sudah harus bertemu dengan orang lain. Jika ini soal perjodohan maka Leo akan kembali mengingatkannya tentang perjanjian di antara kita bertiga. Masih ingat bukan?" terpaksa Alicia menganggukkan kepalanya karena memang dia tau apa yang di maksud putranya ini.
Tapi Alicia juga tidak mungkin mengatakan pada Leo secara langsung jika memang semua ini berhubungan dengan perjodohannya.
Saat mereka sampai di ruang tamu, Leo sudah bisa melihat siapa yang hadir di sini dan itu adalah keluarganya Claudia.
Lihat, bahkan hanya dengan melihat dari belakang saja Leo sudah mengetahuinya jika itu memang Claudia.
"Di?" panggil Leo pada wanita itu dan benar saja dugaannya bahwa itu memang Claudia.
"Hem, jangan bicara lagi karena aku juga malas bertemu dengan kamu." ujar Claudia saat dia melihat Leo.
Jujur saja, tadi siang dia sudah datang ke perusahaan untuk membawakan makan siang pria itu namun apa yang terjadi, pria itu malah sudah makan lebih dulu sebelum dia datang. Jika ditanya apa alasannya maka alasannya hanya satu, dia mengatakan bahwa dia kelaparan karena terlalu banyak berpikir makanya dia makan lebih dulu tanpa mengingat lagi bahwa mereka memiliki janji untuk makan siang bersama.
"Masih masalah ini lagi? tidak bisakah untuk tidak membahasnya lagi Di?" tanya Leo karena memang lupa jika memiliki janji makan siang bersama sahabatnya itu.
"What?" pekik keduanya ketika mendengar apa yang ayahnya Claudia katakan tentang mereka berdua.
"Ayah, ayah tidak berpikir untuk menjodohkan Claudia dengan Leo bukan?" tanya wanita itu ketika dia mendengar apa yang ayahnya katakan.
"Bukan hal buruk untuk di lakukan, jika pun iya kenapa tidak?" jawab sang ayah hingga membuat Claudia dan juga Leo terdiam.
Melihat reaksi putranya membuat Leon harus mengambil sikap karena dia tidak ingin membuat hubungannya dengan sang putra berantakan hanya karena niat perjodohan mereka ini.
Leon masih mengingat dengan jelas bahwa dia dan Alicia sudah sepakat untuk tidak menjodohkan Leo dengan siapapun karena memang mereka bertiga sudah menyepakatinya.
Dia tidak ingin putranya merasa kecewa atas apa yang dilakukannya saat ini.
"Tidak harus terburu-buru jika tidak bisa. Lagi pula kalian-"
"Jika dengan Claudia Leo mau!"
Deg!
Jantung Claudia berdebar kencang ketika mendengar jawaban dari Leo yang mengatakan bahwa dia siap di jodohkan dengannya.
"Leo, kau gila?"
"Claudia, jaga sikap!" sentak ayahnya ketika melihat sikap tidak sopan putrinya terhadap Leo yang suha mengiyakan rencana perjodohan ini.
"Ayah, tapi Leo menyebalkan! dia mengatakan ingin menikahi Claudia." jawabnya karena merasa kaget dengan jawaban Leo terhadap semua ini.
"Memangnya kenapa jika aku mau menikahimu? kamu itu perempuan single dan aku adalah pria single, lalu di mana letak kesalahannya? ayolah Claudia mereka tidak datang ke sini hanya untuk makan malam bersama. Para orang tua kita memang sudah merencanakan ini jauh-jauh hari, dia tidak percaya coba tanyakan pada mereka." Claudia sendiri melihat ke arah kedua orang tuanya yang tidak berani menatapnya begitu juga dengan kedua orang tua Leo yang terlihat biasa saja.
"Ibu, ayah, apa yang Leo katakan itu benar?" tanya Claudia pada kedua orang tuanya yang masih tidak berani menatap ke arahnya saat ini.
"Jangan salahkan kedua orang tua kamu Claudia, karena yang salah adalah kami. Kami yang memaksa keluarga kamu unik melakukan perjodohan ini dengan Leo. Sekarang semua keputusan ada di tangan kamu. Leo sendiri sudah menyetujuinya dan hanya tinggal kamu saja apakah kamu menyetujui perbedaan ini atau tidak. Jika tidak itu tidak masalah, tapi alangkah baiknya jika kamu menerima perjalanan ini. Benar bukan Leo?" tanya Leon pada Leo yang terus saja menatap Claudia sejak tadi.
"Katakan kepadaku atas dasar apa aku harus memilihmu dan menerima perjodohan ini?" Claudia mempertanyakan hal ini pada Leo dan dia ingin mendengar jawaban langsung dari pria itu.
Dengan penuh percaya diri Leo menjawab pertanyaan dari Claudia hingga membuat semua orang yang berada di sana menatap tidak percaya ketika mendengar jawaban dari pria itu.
"Kau bertanya padaku apa alasannya kau harus menerimaku? apa aku harus memberikan jawabannya Di? aku ini tampan, aku juga payah dan aku adalah pewaris tunggal dari seluruh kekayaan kedua orang tuaku ya walau aku tahu kamu itu bukan wanita yang terlalu memikirkan harta karena sejak kecil kamu juga sudah bergelimang harta, jadi tidak ada yang salah dalam diriku karena tidak ada satupun yang cacat dari diriku Claudia. Bahkan aku tidak merokok ataupun meminum alkohol. Aku sehat jasmani dan rohani, lalu apa lagi masalahnya?" semua terdiam dan tidak bisa berkata-kata lagi ketika mendengar jawaban dari Leo.
Alicia sendiri tidak tahu harus bangga atau tidak dengan jawaban putranya tetapi yang pasti dia mengetahui bahwa semua jawaban yang beliau berikan itu adalah kebenaran dan kenyataannya karena putranya itu tidak cacat sama sekali.
Saat ini mereka hanya bisa berharap bahwa Claudia mau menerima lamaran dan perjodohan ini. Jika tidak, mereka tidak tahu wanita yang seperti apa nanti yang beliau kenalkan pada Alicia dan Leon.