
Sesuai yang di rencanakan Alicia, bahwa hari ini dia akan bertemu dengan Nathalie. Bagaimana bisa dia bertemu dengan Nathalie, maka jawabannya adalah ponsel Leon.
Dia sengaja meminjam ponsel milik suaminya dan mengatakan pada pria itu bahwa dia ingin meminjam ponsel suaminya.
Saat Alicia susah sampai di tempat di mana mereka akan bertemu, ponsel Leon berdering dan itu panggilan masuk dari Nathalie.
Alicia tidak mengangkatnya, tapi dia mengirimkan pesan pada wanita itu bahwa dia sudah berada di ruangan privasi yang sudah di pesan atas nama Leon.
Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Nathalie pergi ke ruangan itu dengan wajah yang begitu bahagia karena dia akan bertemu dengan Leon nantinya.
" Leon, aku--"
Deg!
Jantung Nathalie berdetak kencang saat melihat siapa yang ada di depannya saat ini.
" Kenapa? kau kaget?" Tanya Alicia yang tersenyum iblis saat melihat wajah Nathalie kaget ketika berhadapan dengan dirinya saat ini.
" Siapa yang kau hubungi? Suami ku?" Alicia menunjukan ponsel milik Leon pada wanita itu hingga membuat Nathalie semakin terlihat panik.
" Kenapa? Kau terlihat panik dan tidak nyaman. Apa ada sesuatu yang membuat mu takut?" Sebisa mungkin Nathalie bersikap agar dirinya tidak terpancing dengan Alicia saat ini.
Dia tau bahwa wanita ini mungkin tengah memancing dirinya. Ternyata Alicia bukan wanita sembarangan.
" A-aku baik-baik saja. Kenapa kau di sini?" Tanya Nathalie.
" Bukankah harusnya aku yang bertanya padamu kenapa kau berada di sini? apa yang kau rencanakan?" Kini Alicia yang kembali bertanya pada wanita itu.
Dia yakin bahwa wanita yang berada di depannya sangat ini sudah mengerti apa maksud dirinya. Hanya saja memang dia berpura-pura tidak ingin tahu.
" Leon yang menghubungi ku untuk datang ke sini karena dia ingin membicarakan tentang Naura."
Sebenarnya apa yang direncanakan wanita ini?
" Katakan apa rencana mu? kenapa kau berbohong dan menggunakan ponsel yang untuk bertemu denganku."
" Seharusnya aku yang bertanya apa rencanamu. Apa maksudnya ini membunuhku dan mencelakai ku sementara di dalam mobil itu juga ada Naura putri mu. Kau tidak hanya membahayakan nyawaku saja, karena ulama itu aku sampai kehilangan calon bayiku dan juga Naura yang terluka. Tidak kah kau berpikir bagaimana jika di dalam mobil itu putrimu yang mengalami kecelakaan hebat? bagaimana jika Naura tewas di dalam mobil itu? pernahkah kau berpikir sampai di sana? kau terlalu memikirkan kepentingan dirimu sendiri Nathalie."
" Aku tidak tau jika di dalam mobil itu ada Naura."
Plak!
Sebuah tamparan keras Alicia layangkan di wajah Nathalie. Benar dugaannya bahwa memang wanita ini yang mencoba untuk membunuhnya.
" Kenapa kau menampar ku Alicia?"
" Bahkan aku ingin membunuh mu saat ini juga. Kau memang wanita yang sangat kejam! Kau wanita yang gila akan kekuasaan. Kau bener-bener wanita yang akan dilaknat oleh Tuhan. Astaga Nathalie, aku tidak menyangka hanya karena obsesimu terhadap lawan kau bahkan rela mencelakai putri mu sendiri dan hampir saja merenggut nyawanya. Kau benar-benar iblis Nathalie."
" Ya! Aku memang iblis, kenapa? jadi iblis sekalipun untuk merebut kembali kebahagiaanku. Kau, kau adalah orang yang paling bertanggung jawab atas hancurnya kehidupanku saat ini Alicia. Jika saja saat itu kau tidak datang dalam kehidupan Leon dan merenggut Naura dari kemungkinan kehidupanku tidak akan seperti ini. Kau yang telah menghancurkan kehidupanku." Ucap Nathalie dengan penuh frustasi.
Dia sudah tidak bisa memendam perasaannya lagi.
" Aku bahkan rela menjadi pembunuh asal Leon dan juga Naura kembali padaku." Lanjutnya lagi.
Sementara Alicia benar-benar tidak habis pikir dengan wanitanya. Semudah itu Nathalie mengatakan bahwa dia rela jadi pembunuh asal keluarganya kembali utuh.
" Apa tapi ketika kau berhasil membunuhku Leon dan Naura akan kembali padamu? tidak Nathalie. Mereka tidak akan pernah kembali padamu karena yang ada mereka pasti akan membenci mu. Tapi, ya sudahlah. Aku sudah selesai bicara dengan mu jadi nikmati saya kehidupan baru mu setelah hari ini."
...****************...