One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Tidak menyapa



Tak lama setelah menunggu, akhirnya Jasmine diterima sebagai salah satu karyawan di perusahaan ini dan dia bekerja di bagian kantin dan dia harus melayani seluruh karyawan yang datang ke kantin untuk makan.


Setelah dia salah satu karyawan di perusahaan ini kemarin, hari ini Jasmine mulai bekerja dan dia mulai membantu di dapur untuk memasak dan menghindarkan makan siang untuk seluruh karyawan yang berada di perusahaan ini termasuk gurunya juga.


Siang ini, kantin mulai ramai didatangi para karyawan dan dia mulai bersiap untuk melayani seluruh karyawan di sini dan menantu mereka untuk mengambil makan siang.


Jasmine mulai merasa nyaman dengan pekerjaannya kerajinan yang sangat menyukai memasak seperti ini, menghilangkan makanan untuk banyak orang dia juga sudah terbiasa saat dia membantu ibunya berjualan hot dog.


Dia sedang melayani salah satu karyawan dan saat piringnya tinggal sedikit, Jasmine kembali mengambil piring untuk kembali mengisi piring yang sudah mau habis. Namun tepat saat dia berbalik dia melihat bahwa ada pria itu bersama teman pria-nya yang kemarin.


"Minggir," ucap Leo saat dia kembali melihat Jasmine di sini. Dia bahkan mendorong bahwa wanita itu untuk bisa mengambil makan siangnya. Leo sama sekali tidak memperdulikan apa yang dipikirkan Jasmine saat ini karena menurutnya itu tidak penting.


"Kau terlalu sombong!" timpal Jasmine karena dia merasa kesel akan sikap Leo terhadapnya.


Mereka tidak saling mengenal lalu bagaimana bisa dia bersikap sekasar itu padanya? bahkan Jasmine baru mengetahui bahwa nama itu pria itu adalah Leo dan itu terlihat jelas dari name tag yang dipakainya saat ini.


"Lalu apa masalahmu jika aku sombong?"tanya Leo lagi karena memang itu tidak berpengaruh apapun bagi Jasmine.


Leo tersenyum jelas ketika melihat bahwa Jasmine yang tidak bisa menjawab apa yang dikatakannya lagi karena memang itu kenyataannya. Leo memang sombong dan itu buka urusan Jasmine sama sekali.


Dia mengambil menu makan siangnya tanpa memperdulikan lagi apa yang di pikirkan wanita itu karena memang bukan urusannya.


"Kita sama-sama bekerja di perusahaan ini jadi kita sesama pekerja. Lagi pula kau bekerja di perusahaan ini juga hanya sebagai bagian dari tim kebersihan lalu apa yang harus kau sombongkan?"


Tak!


Leo meletakan piring yang di pegangnya tadi ke atas meja dan kembali melihat ke arah Jasmine. Apa yang dilakukannya saat ini menjadi bahan tontonan banyak orang. Joe sendiri sudah berusaha untuk mencegah dan menghalangi Leo untuk tidak melakukan hal itu lagi tapi tetap saja ia tidak bisa dihentikan.


"Kau," tunjuknya pada Leo dengan tatapan mata tajam miliknya.


Dia benar-benar tidak menyukai bagaimana cara Jasmine bicara padanya. Leo paling membenci orang yang terlalu ikut campur dalam urusan kehidupan pribadinya dan apa yang Jasmine lakukan saat ini sudah menjurus ke dalam kehidupan pribadinya.


"Aku tidak mengenalmu dan bahkan aku tidak pernah ingin mengenal dirimu jadi kau tidak berhak tahu apapun tentang diriku. Mau aku sombong ataupun aku bekerja hanya di bagian kebersihan itu urusanku. Urus saja dirimu dan dunia yang kau jalani saat ini. Apakah kau sudah benar dengan hidupmu atau tidak!" lanjut Leo yang langsung pergi meninggalkan kantin setelah mengatakan hal itu pada Jasmine.


Jasmine sendiri terdiam di tempatnya ketika dia kembali mendapatkan hantaman keras dari kata-kata yang keluar dari bibir Leo. Apa yang pria itu katakan membuat Jasmine meras bahwa hidupnya benar-benar menyedihkan saat ini.


"Maaf, tapi siapapun kau jangan pernah ikut campur dengan Leo. Dia temanku, dan aku mengenalnya cukup baik. Dia tidak sejahat aoa yang pernah pikirkan tentangnya jadi sekali lagi aku minta maaf jika sikap temanku membuatmu terganggu tapi dia tidak pernah merugikan siapapun." timpal Joe dan dia juga pergi meninggalkan meja prasmanan karena memang dia tidak akan makan jika Leo tidak makan.


Dia bisa makan dengan baik tanpa harus takut kelaparan lagi dan itu semua karena Leo. Joe juga bisa tidur dan memiliki tempat tinggal yang nyaman tanpa harus memikirkan bagaimana cara membayar uang sewanya. Setidaknya dia hanya fokus bekerja saat ini dan menabung.


Sementara Jasmine sendiri merasa kaget dengan apa yang Joe katakan karena dia baru mendengar bahwa pria itu tidak sejahat aoa yang dia pikirkan selama ini dan semua yang di pikirannya ini salah.


"Tidak perlu terlalu memikirkannya. Dia memang terkenal sombong disini dan hanya makhluk astral itu yang mau berteman dengannya." ucap Darius yang datang untuk mengambil menu makan siangnya.


Jasmine melihat ke arah pria yang memakai jas lengkap di hadapannya saat ini dan dia hanya bisa tersenyum simpul menanggapi apa yang pria di depannya ini katakan.


Entah itu benar atau tidak tapi yang pasti Jasmine mengerti dengan apa yang pria bernama Darius itu katakan yang menyebut Joe sebagai makhluk astral.


Itu sudah termasuk rasis dan body shame karena Darius mengatai Joe makhluk astral karena kulit hitamnya.


Meninggalkan mereka di kantin, Leo malah pergi ke pantry dan memesan makan siangnya dan dia memesan lebih karena tau jika Joe pasti akan ikut bersamanya.


"Kenapa pergi?" tanya Joe saat dia melihat temannya di sana.


"Makan dan jangan banyak bicara! aku sedang tidak mood jadi jangan bertanya yang bisa membuatku kesal denganmu." ucap Leo dan Joe langsung mengambil jatah makan siang miliknya yang Leo berikan bersama minumannya.


Mereka berdua makan dengan tenang tanpa bicara apapun lagi karena memang Joe tidak berani melakukannya karena Leo sudah mengultimatum dirinya tentang semua ini.


"Kau pernah berlibur?" tanya Leo pada Joe setelah mereka selesai makan.


"Ayo pergi berlibur besok. Temani aku main golf karena aku sudah lama tidak melakukannya." ucap Leo setelah dia melihat jawaban dari Joe yang hanya menggelengkan kepalanya.


"Ah, tidak. Main golf, kau pikir aku ini anak orang kaya?"


"Tidak ada yang melarang orang miskin tidak boleh main golf. Aku kan mengajakmu besok dan aku akan datang ke rumahmu besok pagi dan jangan menolak. Jika kau menolaknya aku tidak ingin bertaman denganmu lagi." ancam Leo dan akhirnya Joe hanya bisa pasrah dan mengalah saja karena memang dia hanya bisa melakukan itu saat ini.


Dia tidak bisa melawan Leo karena dia tidak memiliki power apapun untuk melawan temannya ini.


Joe benar-benar yakin jika Leo ini anak orang kaya yang hanya bingung harus melakukan apa karena dia terlalu kaya.