One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Cerita



Setalah acara makan malam bersama keluarga tadi selesai, Sean memberanikan diri untuk datang ke kamar kedua orang tuanya karena dia ingin bercerita tentang apa yang mereka ceritakan tadi. Masalah perceraian orang tuanya Damian. Bagaimana pun dia harus ceritakanlah kedua orang tuanya agar bisa memberi pengertian pada Damian bagaimana dan apa yang harus dilakukannya jika perceraian itu benar-benar terjadi nantinya.


Sebelum masuk ke dalam kamar kayak orang tuanya, Sean mengetuk pintu terlebih dahulu karena dia tidak ingin menjadi anak yang tidak sopan. Dia takut mengganggu kedua orang tuanya karena bagaimanapun sopan santun dan attitude itu yang utama. Maka dari itu dia harus mengetuk pintu kamarnya terlebih dahulu sebelum masuk ke dalamnya.


Merasa ada yang mengantuk untuk kamar mereka membuat Leo langsung datang dan membukanya. Ketika melihat ada Sean di sana membuatnya merasa kaget.


"Kenapa tidak langsung masuk saja Son?" tanya Leo ketika melihat putranya yang berada di depan pintu kamarnya. Dia membukakan pintu agar Sean bisa masuk.


"Sean hanya tidak ingin Daddy dan Mommy. Sean datang ke sini untuk bertanya sesuatu,"


"Apa itu?" tanya Leo yang membawa putranya untuk masuk ke dalam kamarnya karena di sana juga sudah ada Jasmine yang menunggu mereka berdua.


Sean masuk ke dalam kamar kedua orang tuanya dan ikut naik ke atas tempat tidur di mana ada mom Jasmine di sana.


"Ada apa?" tanya Jasmine ketika melihat putranya datang ke dalam kamar mereka.


"Sean katanya ingin bertanya sesuatu, makanya dia datang ke kamar kita sayang," ucap Leo.


Jasmine merentangkan kedua tangannya dan Sean langsung masuk ke dalam pelukan mom Jasmine. Entah mengapa rasanya walau Jasmine bukan ibu kandungnya tapi dia mudah merasakan kasih sayang begitu sangat luar biasa saat wanita itu memeluknya seperti ini. Sean merasakan kenyamanan dan ketenangan ketika berada di pelukan mom Jasmine.


"Mom, Dad," panggil Sean hingga membuat kedua orang itu langsung menjawabnya dengan lembut.


"Ya, ada apa? Jangan membuat mom dan Daddy kamu panik sayang. Katakan saja apa yang terjadi." kata Jasmine. Perasaannya benar-benar takut dan kalut sekali saat ini. Dia takut jika terjadi sesuatu pada Sean.


"Begini, mom. Tadi, demen bercerita bahwa saat ini keluarganya sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja. Awalnya dia bersikap biasa saja dan menyembunyikan semua ini dari Sean, tapi saat Jackson menjelaskan apa yang terjadi pada keluarga Damian saat ini barulah di situ Sean mengetahuinya, jika mommy dan daddy Damian akan bercerai."


Sungguh, dia tidak menyangka di balik keharmonisan keluarga Damian tadi dibaliknya terjadi huru-hara yang sangat besar saat ini. Jasmine membayangkan bagaimana kuat dan hebatnya Damian menghadapi semua itu. Damian tahu bahwa kedua orang tuanya akan bercerai tapi dia masih bisa terlihat baik-baik saja seperti itu.


"Iya, mom. Keluarga Damian sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja saat ini dan bahkan kedua orang tuanya sudah memilih mereka masing-masing siapa yang ikut daddy-nya dan siapa yang ikut mommy-nya. Karena Damian anak laki-laki maka dia harus ikut dengan daddy-nya untuk menjadi penerusnya nanti sedangkan mommy-nya meminta kakak Damian yang ikut bersamanya. Bisa tau bagaimana kesedihan Damian saat masing-masing orang tuanya sudah memilih siapa yang akan ikut siapa." jelas Sean lagi. Dia sedang membayangkan bagaimana beratnya kehidupan Demian saat ini walau dengan harta yang melimpah tapi kebahagiaannya seperti tergadaikan.


Tapi hebatnya Damian di mata mereka saat melihatnya masih bisa tersenyum dan bertingkah konyol tapi tetap saja rasanya sakit. Sakit sekali rasanya dan Sean paham betul bagaimana sakitnya di dalam situasi seperti Damian saat ini.


"Kenapa begitu? apa dengan ada menceritakan sesuatu yang lain yang lagi? misalnya permasalahan yang sebenarnya yang menjadi alasan atas perceraian kedua orang tuanya?"


"Kami tidak tau mom, dad. Hanya saja jangan mengatakan bahwa keluarganya tidak bisa dipertahankan lagi karena kedua orang tuanya yang sama-sama egois dan tidak mau mengalah satu sama lain. Daddy-nya sudah mengatakan pada mommy-nya untuk tidak bekerja lagi di luar sana dan biarkan saja daddy-nya yang bekerja tapi mommy Damian keras dan mungkin itu pula yang menjadi dasar terkuat untuk menjadi alasan dari percaya kedua orang tuanya." Sean menjelaskan pada kedua orang tuanya sebenarnya apa yang menjadi dasar dan penyebab perceraian kedua orang tua Demian yang terlihat baik-baik saja saat mereka makan malam tadi.


Berbeda dengan keluarga Jackson yang menurutnya jauh lebih asik, tapi tetap saja masalah yang Damian hadapi saat ini membutuhkan perhatian dari mereka sebagai teman-teman terdekatnya. Apalagi Damian adalah orang pertama yang mendatanginya kemeja belajarnya saat mereka makan siang lalu tak lama setelahnya Jackson juga ikut bergabung bersama mereka.


"Seharusnya sebagai orang tua yang bijak mereka tidak boleh memilih salah satu diantara anak mereka yang nantinya akan menyebabkan pikiran-pikiran buruk dari anaknya untuk mereka. Menurut mommy, sebagai orang tua kita wajib menjaga perasaan anak kita sendiri karena dari tangannya nantilah kita merasakan cinta yang luar biasa selain dari cinta yang diberikan pasanganmu. Satu pesan mom untuk kamu Sean, jangan pernah berpikir bahwa kamu itu anak angkat dan suatu saat kami akan mengusirmu nanti. Demi tuhan, Sean, mommy paling membenci kedua orang tua yang sangat egois dan tidak memikirkan perasaan anak mereka. Seharusnya sebagai orang tua mereka harus menjaga perasaan anak-anak mereka karena bisa menjadi fatal jika tidak segera ditangani." Jasmine memberikan pengertian atas apa yang telah terjadi saat ini.


"Kami tahu Sean, niat kamu itu sangat baik karena kamu ingin membantu teman kamu bukan?" dengan cepat Sean menganggukkan kepala negara dia ingin menolong Damian yang sangat begitu baik padanya.


"Benar mom. Sean hanya ingin menjadi teman yang baik untuk persahabatan mereka yang baru berlangsung. Jadi Sean mohon jangan ceritakan apapun permasalahan saat ini agar tetap baik-baik saja."


"Maka belajar dan usaha saja. Temani Damian terus dan berikan semangat untuk masa depan kamu sendiri. Jika persoalan kedua orang tua Damian kita tidak bisa ikut campur ke dalamnya karena itu bukan urusan kita sama sekali." jelas Jasmine lagi hingga membuat Sean mulai mengerti bagaimana cara bisa membuat Damian bahagia.


***