One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Nayla Casio Alexander



Meninggalkan keluarga Casio yang hidup di Jerman sana kita beralih menuju Moskow. Kehidupan keluarga Naura yang hidup dengan bahagia di pusat kota Rusia. Moskow, tempat di mana Naura dan juga keluarganya hidup dengan penuh kebahagiaan.


"Nayla sayang, kamu sudah siap?" tanya Alta yang menghampiri putri cantiknya. Nayla adalah anak satu-satunya dari Alta dan juga Naura. Keluarga mereka sangat harmonis sekali dan tidak pernah diisi dengan yang namanya orang ketiga karena sebelumnya sama-sama saling percaya dan juga Alta yang tidak pernah membiarkan ada celah dalam hidupnya untuk dimasuki wanita lain.


"Sudah ayah, ini sudah selesai," jawabnya dengan lembut. Nayla benar-benar sangat lembut sekali dan itu sangat luar biasa menurut Alta karena Naira itu memang anak yang sangat cantik, lembut dan penuh sopan santun. Sangat luar biasa sekali memang.


"Oh ya? Maaf, ayah tidak melihatnya sayang," ucap Alta yang membalas senyuman putrinya dengan lembut. Sungguh, sangat luar biasa sekali memang cara mencintainya ini.


Nayla memiliki wajah perpaduan bule yang sangat luar biasa, sangat kontras sekali mata indahnya, sama seperti dengan Naura yang memiliki mata indah. Keduanya benar-benar sangat cantik dan Alta merasa beruntung bisa memiliki kedua bidadari yang begitu sangat sempurna dalam hidupnya.


"Tapi di mana ibu kamu sayang?" tanya Alta karena dia tidak melihat keberadaan istrinya sama sekali.


"Ibu, tadi katanya pergi ke halaman belakang untuk mengambil tomat segar karena katanya pagi ini ayah harus minum jus tomat. Apa ayah masih menjalani program pola hidup sehat?" tanya Nayla karena dia tahu bagaimana kehidupan mereka. Terutama hanya sendirian terus saja mendapatkan perhatian khusus dari ibunya. Setiap pagi, siang dan sore, ayahnya selalu mengkonsumsi jus buah yang bahkan buah-buahan yang ditanam secara organik di belakang. Sangat luar biasa sekali memang ibunya itu dan Nayla pun merasa nyaman dengan pola hidup mereka saat ini.


"Kamu tahu sendiri bagaimana ibu kamu bukan? dia itu seorang dokter, spesialis dokter gigi tapi tetap saja pola hidup yang dijalaninya adalah pola hidup sehat dan kita harus mengikutinya. Jika kita tidak mengikuti pola hidup sehat yang dijalani ibu kamu maka dia akan mengomel 7 hari 7 malam nantinya. Entahlah, terkadang ayah berpikir bagaimana bisa ibu kamu yang memiliki sifat lemah lembut dulunya sekarang bisa menjadi seperti singa jika dia sudah. Tapi walau begitu ayah tetap menyayanginya. Ayah mencintainya dan ayah tidak akan pernah bisa mendapatkan wanita seperti ibumu lagi di luar sana karena menurut ayah dia adalah yang terbaik."


"Jika ayah berani mencari wanita lagi di luar sana maka Nayla akan marah. Nayla akan mau bicara dengan ayah lagi sampai kapanpun!" ancamnya pada sang ayah. Kehidupan keluarga mereka sudah sangat sempurna jadi dia tidak akan membiarkan siapapun berani mengusik kehidupan keluarga mereka. tidak akan, Nayla tidak akan membiarkan siapa pun me ganggu kehidupan keluarganya.


Saat mereka sedang membicarakan wanita itu tiba-tiba saja orang datang dari belakang dengan satu buah keranjang yang berisi tomat dan juga beberapa sayuran. Semenjak tidak diperbolehkan Alta untuk bekerja lagi di rumah sakit, orang memilih untuk berkebun di rumah mereka. Selain mencari kegiatan yang positif dia juga bisa menghasilkan sayur-sayuran segar yang organik tidak memakai pestisida yang bisa membahayakan bagi tubuh mereka.


"Ada apa ini? kenapa ribut-ribut?" tanya Naura ketika dia kembali dari halaman belakang dia melihat anak dan suaminya sedang membicarakan sesuatu yang terlihat serius sekali.


"Tidak ada!" jawab keduanya bersamaan. Alta dan Nayla menjawab dengan begitu kompak. Mereka tidak ingin jika Naura sampai mengetahui apa yang mereka bicarakan saat ini karena jika sampai wanita itu mengetahuinya maka habislah mereka berdua.


"Oh iya? kenapa kalian kompak sekali?" tanya Naura yang merasa penasaran dengan apa yang di bicarakan kedua orang itu.


"Oh ya sudah, tunggu sebentar. Aku akan menyiapkan jus untuk kalian berdua." Naura kembali pergi ke dapur untuk menyiapkan jus buah yang sudah disiapkannya untuk anak dan suaminya.


Setelah menyiapkan semua bekal dan keperluan Alta dan juga Nayla, Naura baru bisa merasa lega setelah dia menyelesaikan semua pekerjaannya pagi ini. Begitu juga dengan Alta dan Nayla, setelah mendapatkan bekal mereka keduanya langsung berangkat. Nayla yang diantar pergi ke sekolahnya dan Alta yang pergi ke kantor setelah mengantarkan putrinya.


Nayla bercerita banyak pada ayahnya sepanjang perjalanan mereka menuju sekolah. Entah mengapa tiba-tiba saja Nayla mengatakan bahwa dia ingin tinggal di Jerman bersama Oma dan Opa Casio. Apalagi ada Sean, mereka bisa menjadi teman yang baik.


"Ayah, apa ayah tidak ingin memberikan aku seorang adik lagi? aku merasa bosan di rumah karena tidak memiliki teman Ayah. Terkadang aku merasa iri dengan teman-temanku yang memiliki saudara sedangkan aku tidak memilikinya. Entahlah, tapi ketika mendengar teman-temanku mengatakan bahwa adik mereka atau saudara mereka menyebalkan itu membuatku kembali berpikir apakah benar aku ingin memiliki saudara atau tidak. Tapi kenapa ayah dan ibu tidak memiliki anak lagi?" tanya Nayla dengan penasaran. Untuk pertama kali dalam hidupnya dia merasa penasaran hingga seperti ini. Rasanya dia sangat penasaran dengan kehidupan kedua orang tuanya.Sumpah demi apa pun, dia sangat penasaran sekali.


"Semua itu sudah rencana Tuhan sayang. Ayah dan ibu sudah berusaha tapi Tuhan tidak merestuinya. Ibu kamu pernah mengandung lagi setelah kelahiran kamu, tapi kembali lagi pada takdir Tuhan. Jadi dari situ kami berpikir jika hadirnya kamu sudah menjadi hal terindah untuk kami berdua." jelas Alta pada putrinya.


Dia juga bingung bagaimana cara menjelaskan pada Nayla jika semua itu tidak bisa terjadi dengan keinginan mereka.


"Oh, begitu. Jadi memang tidak bisa terjadi begitu saja?" tanya Nayla lagi.


"Tidak sayang. Kita harus bersyukur dengan apa yang kita dapatkan saat ini. Kamu bisa menjadi seperti ini, juga karena takdir tuhan. Jadi semangat dan jangan pernah mengeluh dengan keadaan oke. Ayah dan ibu akan selalu menjadi penyemangat kamu dan biarkan Tuhan yang menerangi setiap jalan yang kamu pilih." mendengar penjelasan dari ayahnya membuat Nayla paham, jika semua itu terjadi atas kehendak dari Tuhan yang punya kuasa.


"Iya, ayah. Nayla mengerti." jawabnya pada sang ayah.


Sungguh sangat luar biasa sekali kehidupan mereka saat ini dan Nayla bangga bisa menjadi anak yang hebat untuk keluarganya.


***