One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
Kisah Ini



" Bagaimana sekolah kamu hari ini kak? apa semuanya berjalan dengan lancar?" Tanya Alicia pada Naura.


Dia memperhatikan Putri mereka. Setiap harinya Alicia akan bertanya bagaimana keseharian Putri cantiknya itu di sekolah apakah semuanya baik-baik saja atau mengalami kendala.


" Everything is oke Mom. Semua baik-baik saja." Jawab Naura.


Semenjak dia mengetahui bahwa Mama Nathalie memilih bunuh diri daripada harus dihukum, sikap Naura berubah menjadi jauh lebih dingin dari sebelumnya.


Dia bahkan tidak mendapatkan kata maaf dari wanita itu hingga akhir hayatnya.


" Apa besok kakak akan pergi ke makam? kapankah besok adalah hari kematian Mommy Nathalie?" Naura kembali menggelengkan kepalanya.


Dia siap untuk pergi ke makam ibu kandungnya karena hingga saat ini dia masih merasakan sakit yang luar biasa.


Naura benar-benar tidak menyangka bahwa wanita itu bisa pergi meninggalkannya tanpa kata maaf sedikitpun.


Tidak perlu kata maaf, Naura hanya ingin wanita itu memanggilnya dengan lembut. Hanya akhir hidupnya ibu kandungnya itu tidak pernah melakukan hal itu untukmu.


Setidaknya ada mama hal yang selalu menemaninya dan menjadi sandaran terbaik bagi dirinya.


" Apa belum juga?" Naura tetap menggelengkan kepalanya karena dia belum siap untuk pergi ke makam ibu kandungnya.


" it's oke kakak, kamu adalah anak yang luar biasa. Mama bangga dengan kamu." Alicia mengusap dengan lembut rambut Naura dengan penuh kasih sayang.


" Thanks Mom..." Jawab Naura.


Gadis mereka sudah tumbuh menjadi gadis yang beranjak remaja. Dia sudah memiliki dunianya sendiri dan memilih jalannya sendiri apa yang disukainya dan apa yang tidak disukainya.


Sebagai orang tua, Alicia dan Leon tidak bisa memaksakan kehendak mereka kepada Naura.


Mereka bisa menjadi support saya bagi Naura agar gadis kecil mereka bisa memiliki kehidupan yang jauh lebih baik lagi.


" Setelah ini datang ke ruang kerja Daddy Kak. Daddy ingin bicara sesuatu." Leon meninggalkan meja makan lebih dulu dan dia akan menunggu Naura di ruangan kerjanya.


Alicia mengerti dengan apa yang ingin dibicarakan suaminya itu. Dia tau bahwa saat ini Naura pasti membutuhkan pelukannya.


Dia tidak mengenal pria manapun di dunia ini selain Leon. Bahkan menyembunyikan identitas Naura yang hanya berstatus sebagai keponakannya.


Alicia dan Leon mereka sepakat bahwa mereka akan menutupi semua ini dari Naura karena tidak ingin semakin membuat gadis kecil mereka merasa tidak diinginkan di dunia ini.


Lebih baik berbohong agar tidak semakin menyakiti hati jika di sekecil itu.


" Mom, Naura pergi ke ruangan kerja Daddy lebih dulu. Maaf tidak bisa membantu."


" Jangan khawatir kak, Mama bisa menyelesaikan ini semua."


" Terima kasih Mom." Naura melangkahkan kedua kakinya menuju ruangan kerja tempat dimana Daddy-nya berada.


Sebelum masuk ke ruangan itu, Naura menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan.


Dia sudah tahu apa yang akan mereka bicarakan di dalam sana.


Ceklek...


Naura menekan handle pintu hingga dia saat terbuka dia sudah bisa melihat bahwa Daddy-nya sudah merentangkan kedua tangannya di sana.


Matanya berkaca-kaca saat melihat bagaimana Daddy-nya yang selalu bisa menjadi penenang untuk dirinya setelah Mama Alicia.


" Butuh pelukan?" Tanpa menjawab Naura langsung melangkah menuju Leon dan memeluk tubuh pria yang sangat di cintainya itu.


Memang benar apa kata orang, bahwa cinta pertama seorang anak perempuan adalah Daddy-nya.


Leon benar-benar memposisikan dirinya dengan begitu baik. Dia menjadi sandaran terbaik bagi putrinya.


" Hiks...Hiks..." Suara tangis Naura mulai terdengar dan itu sangat menyakiti hati Leon.


Dia menyesali kenapa Nathalie memilih bunuh diri dan tidak mengatakan apapun pada Naura.


Bahkan hanya satu kata maaf saja pun tidak terucap dari bibirnya. Apa sebegitu membenci Naura kah wanita itu hingga membuatnya tidak memperdulikan putri yang telah di kandungnya selama 9 bulan itu?


" Daddy di sini sayang. Daddy di sini untuk kamu." Ucap Leon yang memberi pengertian pada putri cantiknya.


...****************...