One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Sekolah Nayla



Setiap hari Nayla terus saja mengatakan pada ayah dan ibunya bahwa dia ingin pergi ke Jerman untuk berkenalan langsung dengan Sean. Dia ingin berkenalan dengan saudaranya itu dan apa yang omongannya katakan jika Sean itu pintar membuat Nayla semakin penasaran dengan saudara sepupunya itu. Kemarin, saat kedua orang tuanya menginap di Jerman dia tidak ikut karena dia ada acara di sekolah yang tidak bisa ditinggalkan olehnya, maka dari itu dia kembali menuntut untuk pergi ke Jerman saya ini juga.


"Ayah, ayo kita pergi ke Jerman. Aku penasaran dan ingin bertemu dengan Sean. Kata Oma Dia anak yang baik dan juga pintar. Aku ingin berteman dengannya ayah," Nayla terus saja mereka pada ayahnya untuk pergi ke Jerman karena dia benar-benar ingin berkenalan dengan saudara barunya. Tidak masalah baginya jika dia tidak memiliki adik lagi, tapi Dia memiliki saudara yang lainnya seperti Sean dan juga calon anak dari Paman Leo yang masih dikandung oleh bibi Jasmine.


"Tanyakan pada ibu kamu sayang. Ayah tidak masalah jika kamu memang ingin pergi ke manapun, tapi kamu tau sendiri bagaimana ibu kamu. Dia takut jika sayuran dan tanaman yang di halaman belakang akan rusak jika dia pergi. Apa kamu tahu apa yang dilakukan ibu kamu saat ayah dan ibu di Jerman kemarin?"


"Apa itu ayah?" tanya Nayla karena dia juga penasaran dengan apa yang ibunya lakukan saat mereka berdua di Jerman.


"Ibu kamu menghubungi pelayan untuk menyiram tanamannya dan melihat serta memeriksa satu persatu pohon-pohon sayurannya apakah di sana ada ulat atau tidak. Entahlah, terkadang ayah berpikir apa di dalam kedokteran itu ada mempelajari tentang tanaman? Atau ibu kamu itu juga sarjana pertanian karena dia sangat pintar sekali dalam bertani." keduanya terdiam sampai tiba-tiba mereka berdua tertawa. Entah apa yang mereka tertawakan saat ini tapi yang pasti Nayla dan Alta mentertawakan Naura yang begitu sangat perfeksionis dalam segala hal.


Mendengar anak dan suami yang tertawa seperti itu membuat Naura yang berada di dapur langsung datang menghampiri keduanya. Dia sedang membuat camilan dari buah, jadi dia penasaran dan datang menghampiri keduanya.


"Ada apa ini? aku lihat hari ini kalian terus saja tertawa dan terlihat sangat bahagia sekali. Apa tidak ingin membaginya denganku?" tanya Naura yang penasaran dengan apa yang mereka bicarakan.


"Tidak ada sayang, Nayla hanya mengatakan bahwa dia ingin pergi ke Jerman untuk bertemu Sean. Dia ingin berkenalan langsung dengan saudaranya karena dia merasa bosan di rumah tidak memiliki teman. Bukankah besok libur? Kita bisa pergi ke Jerman besok. Apalagi sebentar lagi Jasmine lahiran bukan?" Naura berpikir sejenak karena dia juga baru mengingat jika dalam minggu-minggu ini Jasmine juga akan melahirkan. Dia tidak bisa melahirkan dengan normal karena ada sesuatu yang mengharuskan dirinya untuk melakukan operasi caesar.


"Oh iya, aku lupa. Ya sudah, kita pergi sekarang saja. Ini masih cukup sore jadi ago kita pergi ke Jerman sekarang!"


"Hah?" Alta dan Nayla kaget ketika Naura mengatakan bahwa mereka akan berangkat ke Jerman sore ini juga. Luar biasa sekali memang penguasa rumah mereka ini.


"Kenapa kalian kaget?" tanya Naura ketika melihat suami dan anaknya yang terkejut ketika dia mengatakan bahwa mereka akan pergi sore ini juga.


"Bukan begitu ibu, tapi ibu mengatakan hal seperti ini seolah-olah kita akan pergi ke supermarket. Tapi jika memang ibu mengatakan hal seperti itu ayo kita langsung pergi. Kita akan pergi ke Jerman sore ini juga!" akhirnya mereka langsung pergi menuju bandara karena mereka akan datang berkunjung ke rumah utama keluarga Casio.


Tidak terlalu jauh jarak dari Moskow ke Berlin. Hanya membutuhkan waktu terbang dengan pesawat selama kurang lebih 3 jam saja mereka sudah sampai di kota tersebut. Saat mereka sampai di Berlin, hari sudah malam dan mereka juga datang ke rumah utama keluarga Casio sudah tidak menemukan siapa pun lagi di sana selain hanya penjaga saja.


Ini sudah cukup larut, jadi mereka semua memaklumi jika orang-orang di rumah yang sudah tidur.


Naura sendiri langsung membawa Nayla ke kamar saat dia kecil dulu, dan dia bersama Alta juga langsung menuju kamar mereka sendiri.


***


"Kapan kalian sampai? kenapa tidak ada yang mengatakan jika kalian sudah sampai?" tanya Alicia anak dan menantu serta cucunya yang dari Moskow sudah datang bergabung bersama mereka pagi ini.


"Kami sampai saat larut malam jadi kamu tidak ingin membangunkan siapapun. Pelayan sudah menawarkan untuk membangunkan Mama dan juga Daddy, tapi kamu menolaknya karena kamu datang ke sini bukan untuk mengganggu tidur orang lain. Kami datang untuk menginap di sini karena Nayla yang ingin berkenalan langsung dengan Sean. Katanya dia ingin berteman dengan saudara barunya." jelas Alta di hadapan keluarga istrinya.


Bagaimana pun mereka datang ke berlian hanya untuk mempertemukan Nayla dengan Sean. Jadi mereka tidak ingin mengganggu tidur siapapun karena memang sudah malam.


"Oh, Sean, ayo kita berkenalan!" Nayla mengulurkan tangannya lebih dulu untuk berkenalan dengan saudaranya itu


Sean yang merasa gugup pun juga mengulurkan tangannya dengan kaku lalu Nayla langsung menjabatnya.


"Kenalkan, aku Nayla Casio King Alexander. Aku ini saudara kamu, usia ku sudah 10 tahun dan kru artinya aku kakak kamu. Jadi panggil aku kakak mulai sekarang!"


"Hah? Kakak?" Sean dia baru pertama kali bertemu dengan Nayla yang ternyata sangat cerewet seperti itu. Entahlah, dia juga nggak tahu harus mengatakan apa tentang gadis bermata hazel tersebut. Mata yang sangat indah dan dia juga sangat mirip dengan aunty Naura.


"Iya, aku ini kakak kamu, jadi kamu harus memanggilku kakak! Bukan begitu paman Leo." tanya Nayla pada pamannya.


Leo sendiri hanya bisa mendesah lelah untuk itu. Dia tidak tau harus menjawab apa untuk hal ini. Tapi yang pasti dia tau bahwa Nayla ini sangat tulus sekali untuk berteman dengan Sean.


"Iya Sean, dia itu kakak kamu. Kamu dan Nayla harus-"


"Huek!" semua orang langsung panik ketika melihat Naura yang tiba-tiba saja mual dan ingin memuntahkan isi perutnya.


Entah mengapa rasanya dia sangat muak dan tiba-tiba ingin muntah saat itu juga.


Melihat istrinya yang seperti itu membuat Alta langsung membantunya untuk pergi ke kamar mandi karena Naura memang sangat mual sekali.


**