
"Biar aku yang menemaninya dan minta pada para pengawal kita tadi untuk tidak menceritakan semua ini pada Gege. Bukan untuk ku, tapi untuk kebaikan kita semua agar kita tidak semakin si kurung di rumah ini."ucap Naura pada Sheela dan langsung di jawab dengan anggukan kepala dari adik iparnya itu.
"Baiklah, tolong jaga kak Shei untukku." Naura pun pergi meninggalkan Sheela dan amsuk ke dalam kamar Sheila untuk melihat wanita yang bersedih itu.
Pelan-pelan Naura melangkah memasuki kamar Sheila dan melihat bahwa wanita itu benar-benar menangis di dalam kamarnya.
Entah apa yang dirasakannya, tapi yang pasti dari tangisannya Naura mengerti bahwa dia benar-benar sangat tersakiti dengan kehidupannya saat ini.
"Shei..." panggil Naura dengan lembut saat dia memasuki kamar wanita itu.
"Sheila," panggilnya lagi karena wanita itu tidak menjawab panggilan darinya.
Naura datang menghampiri Sheila dan duduk di tepi ranjang milik wanita yang sedang menumpahkan tangisnya saat ini.
"Kenapa dia tidak berjuang untukku? Andai dulu dia berjuang mungkin aku tidak akan merasakan sakit seperti ini." ucap Sheila tiba-tiba yang membuat Naura cukup kaget dengan apa yang dikatakan adik iparnya itu.
"Apa maksud kamu?" tanya Naura karena dia memang tidak mengerti apa yang dimaksud adik iparnya ini.
"Andai dulu dia berjuang untukku dan dia mengatakan bahwa dia menyukaiku mungkin aku juga akan berjuang dan aku tidak akan merasakan hal seperti ini. Mommy dan Daddy, mereka tidak pernah memberatkan siapapun untuk menjadi pasangan anak-anaknya. Andai dulu dia berjuang aku juga akan berjuang bersamanya. Tapi, dia tidak pernah mengatakan hal apapun padaku dan hanya menunjukkan perhatiannya saja." ucap Sheila lagi yang membuat Naura semakin tidak mengerti ke arah mana pembicaraan mereka saat ini.
"Kak Arka, andai dia berjuang maka aku juga akan berjuang bersamanya. Aku menyukainya dan kami sudah terbiasa hidup bersama sejak sekolah dulu. Dia begitu sangat memperhatikanku dengan baik dan dia selalu saja menjadi pelindungku. Lalu kenapa dia tidak berjuang untukku?" tanya Sheila lagi.
"Kamu menyukai teman kakak kamu sendiri?" tanya Naura yang sudah mengerti dengan semua ini.
Ternyata Sheila menyukai Arka. Astaga, hal ini membuat Naura mengerti jika kehidupan Sheila memang jauh dari kata bahagia.
"Mungkin Arka mengerti bahwa kalian berbeda Shei. Dunia dan keyakinan kalian berbeda. Tidak semua orang bisa menerjang tembok raksasa itu. Selain hal itu, tekanan dari daerah sekitar itu membuat kalian semakin menjauh dan tuhan tidak menakdirkan kalian untuk bersama Shei." ucap Naura yang berusaha untuk menangkan adik iparnya.
Entah bagaimana menjelaskan semua ini, tapi Naura yakin jika pun dulu Arka berjuang mungkin tidak mudah bagi keduanya.
"Sekarang yang harus kamu lakukan adalah menerima takdir apa yang kamu jalani saat ini. Walau takdir ini memang tidak mudah untuk kamu tapi cobalah untuk mengerti dan menjalaninya. Terima semua apa yang telah terjadi pada kamu dan itu mungkin bisa membantu untuk mengingatkan segalanya." ucap Naura.
Sheila melihat ke arah kakak iparnya, lalu memeluk wanita yang sedang mengandung calon keponakannya saat ini.
"Temani aku untuk menjalani terapi besok. Aku akan berusaha untuk menghilangkan semua rasa sakit ini. Aku ingin menjadi ibu yang baik untuk Shiena. Aku ingin menjadi teman terbaik bagi putriku karena teman terbaik bagi seorang anak perempuan adalah ibunya dan pelindung terbaik bagi seorang anak perempuan adalah ayahnya. Walau ayahnya Shiena seperti, tapi aku akan berusaha untuk menjadi ibu terbaik untuknya."
"Terima kasih karena telah menjadi teman bagiku. Aku benar-benar sangat berterima kasih untuk ini." ucap Sheila pada kakak iparnya yang luar biasa ini.
Naura pun hendak pergi meninggalkan Sheila di kamarnya, namun saat dia hendak keluar dia sudah melihat bahwa suaminya sudah berdiri di depan pintu kamar Sheila dengan raut wajah datar miliknya.
"Gege,"
"Kalian tidak akan pernah lagi ku biarkan keluar dan aku akan membuatnya menyesal karena telah melakukan hal ini pada adikku. Aku akan membuatnya membalas atas semua yang di rasakan Sheila." ucap Alta yang langsung pergi meninggalkan istrinya.
Dia akan menemui Adrian dan akan memberi pembalasan pada pria itu. Dia sudah bersikap baik untuk membiarkannya selama ini. Jadi jangan salahkan dia jika dia membalasnya.
Adrian akan mendapatkan balasan yang setimpal atas apa yang telah dilakukannya pada Sheila.
"Gege, tunggu." panggil Naura pada suaminya namun dengan cepat pula suaminya itu pergi meninggalkannya dengan langkah yang tergesa-gesa.
Saat sampai di dalam mobilnya, Alta terus saja memukuli stir mobil mewah miliknya.
"Aaahhkkk ..Kenapa aku tidak bisa melindungi adik-adikku. Kenapa aku tidak bisa membahagiakan Sheila sementara hatinya begitu tersakiti dengan semua masalahnya. Kenapa Tuhan, kenapa?" teriak Alta yang menyesali semua ini.
Apalagi ketika dia mengetahui jika Sheila juga menyukai Arka dulunya dan hal ini yang semakin menjadi penyesalan bagi Alta.
"Apa ini tuhan? apa ini?" tanya Alta dengan frustasi.
Entah mengapa tiba-tiba saja dia memilik datang ke kantor Arka dan langsung menghampiri pria itu.
"Al," Arka cukup kaget ketika dia melihat temannya yang datang tiba-tiba ke perusahaan miliknya seperti ini.
"Kenapa kau tidak berjuang untuk adikku dulu? kenapa kau tidak berusaha untuk memperjuangkannya di saat dia ingin berjuang untukmu hah? kenapa kau tidak berusaha untuk mengejarnya di saat dia ingin mengejar kamu Ar, kenapa?" tanya Alta dengan frustasi pada temannya itu.
Dia sudah tidak tau lagi bagaimana caranya mengatakan hal ini walau dia juga sudah tau bahwa semua ini sudah takdir.
"Takdir yang tidak mempersatukan aku dengan Sheila. Andai dulu aku berjuang untuknya apa semua akan baik-baik saja? tidak Al, apapun yang kamu sesali di masa lalu tidak akan berubah di masa depan. Jikapun kami kembali ke masa lalu dan sama-sama berjuang apa kau siap untuk hidupmu saat ini? jika aku dan adikmu bersatu apa kau yakin kau bisa bersatu dengan aku, apakah yakin kau bisa menghadapi kehidupanmu? apa kau yakin jika saat ini kau akan merasakan kebahagiaanmu jika aku dan Sheila bersatu?" tanya Arka pada Alta yang terlihat sangat frustasi dengan keadaannya saat ini.
"Tidak bukan? jadi jangan menyesali semua yang telah terjadi di masa lalu karena itu tidak akan berpengaruh apapun dengan kehidupan kita saat ini Al. Aku menyukai Sheila dulu, begitu juga dengannya, tapi bukan berarti kami harus bersatu karena aku lebih menyukainya saat tersenyum ketika melihatku dan itu sudah lebih dari cukup untukku sendiri Al."