One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Himbauan



"Apa kata mereka?" tanya Leo ketika melihat istrinya yang sudah selesai bicara dengan keluarganya lewat sambungan telepon. Entah apa yang mereka bicarakan hingga tahan berjam-jam seperti itu. Tapi yang pasti Leo yakin jika itu tidak jauh-jauh dengan soal ranjang.


"Tidak ada, menjadi orang yang ingin tahu segala urusanku? bukankah selama ini kamu terlalu cuek?" tanya Claudia dengan raut wajah masam miliknya. Dia sangat kesal dengan suaminya itu yang terus saja mengganggunya sejak tadi. Bahkan beliau tidak membiarkannya istirahat sedikit bahkan hanya untuk duduk dengan tenang saja pun dia tidak bisa karena pria itu yang terus saja menempel padanya.


"Aku bukan cuek, hanya saja aku memang tidak suka terlalu banyak bicara, jadi lebih baik aku menghindar saja bukan?"


"Mana ada yang namanya menghindar tapi menempel. Kamu itu sudah seperti lintah yang menempel pada kulit dan terus saja menghisap darahku. Lihat, apa yang kamu tinggalkan dan aku harus memakai pakaian yang memiliki kerah yang lebih tinggi untuk menutupi semua ini. Aku malu Leo." rengeknya dengan manja karena dia benar-benar belum terbiasa dengan semua ini. Leo yang terus aja menempel padanya dan melakukan hal itu terus-terusan seolah tidak ada hari esok lagi untuk mereka melakukannya.


"Memangnya kenapa? lakukan hal itu pada istriku sendiri. Lalu, di mana letak kesalahannya?" jawab Leo yang tidak ingin. Sejak emang dia tidak ingin disalahkan dan dia harus menjadi pemenang di setiap saat. Jadi setelah dewasa dan menikah seperti ini pun dia tetap melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukannya dulu. Apalagi memiliki pasangan seperti Claudia yang bisa mengertinya luar dalam. Jadi dia tidak perlu menjadi orang lain hanya untuk terlihat baik di depan banyak orang.


"Astaga, kamu ini benar-benar menyebalkan ya. Aku itu lelah, L E L A H, Lelah!" ejanya dengan tekanan nada yang sengaja di tekannya agar Leo mengerti bahwa dia itu memang lelah. Leo seperti kecanduan akan tubuhnya hingga membuat tubuhnya terasa remuk redam. Apalagi perbandingan tubuh mereka yang sangat jomplang, itu membuat Claudia tidak bisa mengimbangi nafsu suaminya.


"Oke, aku tidak berjanji untuk tidak melakukannya lagi nanti malam."


"Apa?" pekik Claudia karena terkejut mendengar jawaban dari suaminya. Seharusnya Leo mengatakan berjanji untuk tidak melakukannya lagi, bukan malah sebaliknya seperti itu.


"Kenapa berteriak seperti itu? sudah mengatakannya padamu bahwa aku tidak janji untuk tidak melakukannya nanti malam. Lalu apa masalahnya?" tanya Leo dengan raut wajah polos tanpa dosa miliknya. Melihat respon dari suaminya yang seperti itu membuat kalau dia semakin kesal dan ingin mencakar wajah suaminya. Dia benar-benar sangat kesal dengan sikap dan perilaku Leo yang semena-mena terhadapnya. Seharusnya pria itu mengerti bahwa dirinya ini sangat lelah, jadi harus mengertinya.


"Ahk .... kamu menyebalkan!" Claudia langsung naik ke atas tempat tidurnya dan meninggalkan suaminya di sana. Dia tidak memperdulikan lagi apa yang dilakukan pria itu karena dia tidak peduli sama sekali. Claudia hanya ingin beristirahat dengan tenang karena dia takut jika nanti malam Leo akan kembali menghabisinya.


Melihat istri yang terlihat kesal seperti itu membuat Leo menyesal karena telah mengganggunya.


"Di, kamu marah?" tanya Leo yang menghampiri Claudia ke atas tempat tidur mereka di kamar hotel. Dia tidak bermaksud seperti itu hanya saja setiap kali melihat Claudia yang ngomel-ngomel seperti itu menjadi kesenangan tersendiri bagi Leo yang melihatnya. Tapi dia tidak tahu apa yang dilakukannya tadi membuat istrinya benar-benar menangis hingga seperti ini.


"Sayang, kamu menangis?" Leo semakin menghampiri istri dan memeluk tubuh wanita itu. Dia tidak menyangka jika istri yang benar-benar menangis karena telah dijahili olehnya. Sungguh, maksud untuk mengganggu istrinya dan membuatnya menangis seperti ini. Jika Leo tahu Claudia akan menangis maka dia tidak akan melakukan hal itu tadinya. Tapi mau bagaimana lagi, semua sudah terlanjur dan saat ini Claudia sudah menangis dan itu akibat ulahnya tadi.


"Claudia sayang," panggilnya lagi berharap istrinya mau menjawab panggilan darinya.


"Kamu menyebalkan. Aku sudah mengatakan ya bahwa aku itu lelah, aku hanya ingin istirahat dengan tenang lalu kenapa kamu terus saja menggangguku? tolong biarkan aku istirahat dengan tenang. Setidaknya sampai aku merasa benar-benar sudah baik-baik saja. Tolong, terus menggangguku seperti ini." ucapnya dengan tangisan. Mendengar istrinya yang benar-benar menangis seperti itu membuat Leo sangat merasa bersalah atas sikapnya tadi. Dia tidak pernah bermaksud untuk membuat Claudia menangis.


"Maafkan aku sayang, aku tidak bermaksud untuk membuat kamu menangis seperti ini. Jika memang aku salah aku minta maaf oke. Aku tidak akan mengganggu kamu lagi, jujur aku hanya bercanda saja dan mengganggu kamu. Bukan malah seperti ini," ujar Leo dengan kata maafnya.


"Aku tidak akan melakukannya lagi. Aku akan membiarkan kamu istirahat malam ini oke," ucapnya lagi dan Claudia menganggukkan kepalanya di dalam pelukan suaminya.


"Maafkan aku oke, karena aku sudah membuatmu menangis." Claudia kembali menganggukkan kepalanya.


"Aku kan memaafkan kamu jika kamu mengajariku menyetir mobil."


"Tidak!" tolak Leo karena dia tidak akan membiarkan Claudia menyetir mobil. Cukup sekali dia melihat laudya kecelakaan dan berakhir di rumah sakit walau tidak parah tapi tetap saja itu membuatnya ketakutan saat dia belajar.


"Ayolah sayang, ajari aku lagi untuk membawa mobil. Aku ingin belajar menyetir mobil sport kamu yang Ferrari itu." Leo kembali menolak dan akan tetap menolak.


"Tidak karena aku tidak akan membiarkan kamu membawa mobil itu. Bukan hanya mobil itu saja tapi mobil yang lainnya pun aku tidak akan membiarkan kamu kembali menyetir mobil. Sekarang kamu sudah menjadi istriku jadi kemanapun kamu ingin pergi aku yang akan mengantarkannya. Tidak perlu kamu lagi yang harus menyetir." putus Leo. Jika sudah seperti ini maka Claudia tidak bisa melakukan apa-apa lagi karena memang Leo sudah memutuskan segalanya.


"Terserah." jawabnya dengan pasrah karena tidak bisa melakukan apa pun lagi saat ini karena keputusan Leo sudah final tidak bisa diganggu gugat lagi.


Jika suaminya sudah memutuskan hal itu maka dia tidak bisa merubahnya lagi karena Leo adalah orang yang sangat tegas. kalau dia mengetahui bahwa suaminya itu sangat mencintainya tapi jika sudah memutuskan sesuatu maka Leo tidak akan merubahnya lagi.


"Jangan marah Di, aku melakukan semua ini demi keselamatanmu karena aku tidak ingin kamu terluka. Hanya itu saja Claudia."


"Iya, aku paham." jawab Claudia.


...****************...


Hallo semuanya, jangan lupa mampir di cerita aku di ******* ya 🙏🏽


Gratis dan kasih love yang banyak oke ♥️


Mengandung Benih Calon Kakak Ipar.



Jangan lupa mampir semuanya 🙏🏽