One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Rumah



"Tidak, aku mohon jangan..." pinta Jasmine pada Leo. Dia benar-benar belum sanggup jika harus bertemu dengan keluarga Leo. Terlebih lagi beberapa bulan yang lalu dia baru saja kehilangan istrinya dan kini dia sudah berani membawa seorang wanita ke rumahnya. Tidak, Jasmine tidak ingin dicap sebagai wanita murahan hanya karena Leo yang ingin memperkenalkannya pada keluarganya.


"Lalu kapan Jasmine? Kapan kita akan bertemu keluargaku? Aku rasa ini waktu yang tepat untuk kita bertemu dengan keluargaku apalagi mereka tidak mempermasalahkan dengan siapa aku dekat. Tolong, mengertilah Jasmine," ucapnya lagi yang berusaha untuk membuat Jasmine mau bertemu dengan keluarga besarnya. Apalagi semua ini bisa di bicarakan dengan mudah karena Leo yakin jika keluarganya tidak akan mungkin mempersulit dirinya dan juga Jasmine.


"Aku mohon jangan sekarang, aku benar-benar belum siap jika memang harus datang ke rumah keluargamu saat ini, Aku mohon," ucapnya dengan meminta. harus bertemu dengan keluarganya Leo secepat itu.


Melihat Jasmine yang belum siap dengan semua ini akhirnya Leo pun memilih untuk mengalah. Setidaknya dia sudah mengutarakan keinginannya untuk menjalin hubungan jauh lebih serius lagi dengan Jasmine.


"Baiklah, tapi izinkan aku bertemu dengan ibumu karena aku ingin menceritakan segalanya. Aku benar-benar ingin menjalin hubungan serius denganmu. Bukan permainan saja layaknya anak remaja." Justin hanya bisa menurun dan menganggukkan kepalanya saja ketika mendengar apa yang Leo katakan. Setidaknya ini jauh lebih baik karena mereka hanya akan menghadapi ibunya saja bukan keluarga besarnya Leo.


Sepanjang perjalanan menuju rumahnya Jasmine, Leo terus saja menggenggam tangan Jasmine karena bersama wanita ini dia mendapatkan kenangan yang sudah lama tidak dirasakan olehnya. Dia merasa renang ketika bersama Claudia maka kali ini jauh lebih menenangkan lagi.


Seperti ada sesuatu yang membuatnya merasa bahagia dengan semua itu. Setidaknya dia tau apa yang bisa membuatnya bahagia dengan semua yang terjadi saat ini.


"Ayo," ajak Leo setelah mereka sampai di rumah Jasmine. Dia terlihat tidak gugup sama sekali dan malah Jasmine yang merasa gugup dengan semua ini, padahal mereka hanya berdua saja untuk menghadapi ibunya yang bisu. Tapi tetap saja rasa gugup itu pasti ada.


"Leo, tunggu..."


"Apa lagi Jasmine? aku mau ngajak mau pergi ke rumahku dan kau menolaknya, lalu kini saat aku ingin mengantarkanmu dan bicara dengan ibumu bukan kau merasakan hal yang sama. Lalu apa yang kau inginkan sebenarnya?" tanya Leo yang merasa frustasi dengan Jasmine. Entah apa yang diinginkan wanita tetap yang pasti lihat tahu bahwa dia saat ini merasakan gugup karena belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya.


"Percaya padaku jika semua akan baik-baik saja. Setidaknya biarkan aku bicara dengan ibumu lebih dulu baru setelahnya nanti kita akan bicara pada orang tuaku. Yakinlah Jasmine, tidak akan ada yang terjadi hal buruk nantinya karena aku akan memastikan padamu bahwa semuanya akan baik-baik saja. Percayalah," ucap Leo dengan bersungguh-sungguh hingga membuat Jasmine merasa bahwa dia benar-benar tenang dengan semua ini setelah menarik nafasnya dalam dalam lalu menghembuskannya secara perlahan.


Mereka masuk ke dalam rumah Jasmine dan di sana dia sudah melihat bahwa ibunya sedang merajut sepasang sepatu bayi entah untuk siapa. Ketika melihat Jasmine yang datang dengan bosnya membuat kegiatan ibunya langsung terhenti begitu saja karena melihat anaknya digandeng oleh pria itu.


"Apa ini?" tanya ibu Jasmine dengan bahasa isyarat pada putrinya ketika melihat dia bergandengan tangan dengan Leo.


"Dia Leo, atasanku dan-"


Deg!


Jantung Jasmine seperti berhenti berdetak ketika Leo mengatakan hal seperti itu. Begitu juga dengan ibunya yang merasa kaget ketika mendengar kata-kata yang keluar dari bibir laki-laki yang bersama putrinya.


"Katakan padaku ada apa ini?" tanya ibu Jasmine lagi yang masih dengan bahasa isyarat.


"Dia mengatakan hal yang benar ibu, kami saling menyukai, dan dia ingin bicara dengan ibu." ibu Jasmine pergi begitu saja meninggalkan istrinya bersama pria itu karena dia tidak tahu harus mengatakan apalagi saat ini. Dia duduk dan kembali melanjutkan pekerjaannya dengan merajut. Tapi tidak fokus karena kegiatannya terus saja dilihat oleh mereka berdua.


"Sekarang katakan pada ibu akan diinginkan dia sebenarnya. Dia memiliki segalanya lalu bagaimana bisa dia menyukai wanita sepertimu yang hanya seorang sekretaris biasa. Terlebih lagi jadi tidak mungkin dia mau begitu saja dengan."


"Katakan padaku, apa yang ibumu bicarakan," ucap Leo yang tidak mengerti apa yang dibicarakan ibunya Jasmine saat ini. Sedangkan pada ibunya bahwa semua ini terjadi karena memang dia menyukainya. Hubungan mereka mulai terjamin setelah akan membaca bersama. Hubungan yang seharusnya sudah sejak dulu terjalin tapi baru ini terealisasikan.


"Jelaskan pada ibu apa yang membuat kamu menyukaiku. Ibu bisa mengerti apa yang kamu katakan karena dia hanya bisu saja, tapi pendengarannya berfungsi dengan baik." Leo mengerti dengan apa yang biasa dikatakan hingga membuatnya memberanikan diri untuk bicara pada ibu dari wanita yang telah membuatnya kembali hidup.


"Aku menyukai Jasmine jauh sebelum aku menikah. Aku laki-laki bodoh yang tidak berani memperjuangkan wanita yang aku cintai dan kini istriku sudah meninggal beberapa bulan yang lalu. Aku tidak tahu apakah bisa menerimaku sebagai pendamping untuk Jasmine. Mungkin, jika aku mengatakan aku mencintai Jasmine itu terdengar menggelikan bagi nyonya, tapi itulah kenyataannya dan aku benar-benar mencintainya tanpa takut. Aku berharap bahwa nyonya bisa menerimaku dan merestui kami berdua." kepala ibu Jasmine semakin pusing mendengar semua ini. Dia tidak tau apakah dia harus menerima semuanya atau tidak tapi yang pasti demi putrinya dia akan melakukan apapun asal jasnya hidup bahagia.


"Katakan padanya jika memang dia bersungguh-sungguh mencintaimu suruh orang tuanya datang ke sini untuk melamarmu. Jika sampai keluarganya seperti orang-orang kaya di luar sana dan merendahkanmu maka aku akan mengusirnya saat itu juga. Jangan membuat dirimu dihina oleh orang lain. Ingat itu," ibunya Jasmine pergi meninggalkan mereka dan masuk ke dalam kamarnya setelah mengatakan hal seperti itu dan membuat Leo bertanya-tanya dalam hatinya apa yang terjadi sebenarnya. Dia ingin tau apa yang ibunya Jasmine katakan.


"Apa kata ibu kamu?"


"Ibu bilang suruh keluarga kamu datang ke rumah untuk bertemu dengan ibu, tapi jika mereka merendahkan aku atau pun ibu, maka ibu akan mengusir kalian saat itu juga." terlihat raut wajah bahagia dari Leo ketika mendengar apa yang Jasmine katakan karena dia sangat bahagia dengan semua ini.


"Aku akan mengatakannya pada mereka nanti dan aku janji jika mama dan Daddy ku tidak akan merendahkan kamu."


"Aku harap begitu!!"