One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Cerita Kita



"Sudah cepat katakan ada apa?" tanya Joe pada Leo yang terlihat sangat berbeda sekali. Entah apa yang di rasakan pria itu saat ini, tapi yang pasti itu sangat berat sekali karena sudah terlihat dengan sangat jelas. Jasmine ingin pergi meninggalkan kedua pria itu setelah dia membuatkan minuman untuk keduanya, Tapi Leo menghentikannya karena dia jika ingin mendengar jawaban dari sudut pandang wanita itu tentang apa yang akan ditanyakannya nanti.


"Tetap di tempat mulai duduk. Aku ingin mendengar jawaban dari sudut pandang kalian masing-masing." ucap Leo yang memberi pengertian pada mereka. Sebelum dia menceritakan tentang apa yang dirasakannya saat ini, menarik nafas yang dalam sebelum menghembuskannya kembali.


"Saat ini Claudia sedang mengidap penyakit kanker rahim,"


"Apa?" betapa kagetnya Jasmine ketika mendengar apa yang Leo katakan. Dia benar-benar tidak percaya dengan semua ini. Bagaimana bisa kalau dia mengidap penyakit kanker rahim seperti itu. Bukankah selama ini dia terlihat sehat-sehat saja?


"Ya, istriku mengidap penyakit kanker rahim stadium 1. Banyak yang dilakukan untuk mencegah penyakit itu sebelum semakin menyebar nantinya. Dokter menyarankan dengan dua pilihan yaitu kemoterapi atau operasi. Di sisi lain Claudia ingin melakukan kemoterapi tapi di sisi lain aku menginginkan istriku untuk melakukan operasi pengangkatan rahim dan dia menolaknya karena alasan jika dioperasi dia tidak bisa memiliki anak lagi nantinya. Sekarang tolong katakan padaku apa yang harus aku lakukan saat ini. Aku tidak tahu bagaimana cara menghadapi semua ini, lebih lagi aku merasa bahwa hubunganku dan juga Claudia semakin menjauh karena adanya penyakit ini. Claudia diam dan menjauhiku walau tidak terucap dari bibirnya secara langsung tapi aku memahami gerak-geriknya yang berbeda. Jika biasanya dia selalu menungguku untuk tidur maka tidak dengan sekarang. Dia terlihat sangat menjauhiku." Leo menceritakan apa yang dirasakannya saat ini dan itu membuat kedua temannya ikut merasakan apa yang dirasakannya. Ya, Leo juga sudah menganggap jika Jasmine juga temannya seperti Joe.


"Ini menurutku, seorang suami kau harus mengikuti apa yang diinginkannya karena dengan kamu mengikuti keinginannya dan mendukung keputusannya itu sudah menjadi support sistem terbesar baginya. Saat ini dia membutuhkanmu sebagai seorang suami yang bisa diajak yang berpeluh kesah, jadi bijaklah dalam menyikapi semua ini. Perhatikan dia dan bersikaplah seolah tidak terjadi apa-apa diantara kalian berdua tapi jangan terlalu memperhatikannya dengan begitu berlebihan karena bisa saja dia menganggapnya sebagai rasa kasihan. Tidak seperti itu, kau harus menjadi teman untuknya berkeluh kesah di saat situasi seperti ini." Leo benar-benar mendengarkan apa yang Joe jelaskan karena apa yang temannya jelaskan itu sangat masuk akal sekali baginya. Apalagi dari sudut pandang Joe, Leo benar-benar merasakan bahwa apa yang sahabatnya katakan itu semua benar.


"Bersikaplah seperti biasanya Leo, buat dia merasa bahwa tidak terjadi apa-apa diantara kalian berdua. Kalian bisa bercerita, atau mengajaknya liburan mungkin setidaknya bisa mengurangi beban pikirannya. Kau harus membuatnya untuk tidak terus memikirkan rasa sakitnya." jelas Joe lagi. Jasmine juga menyetujui dengan apa yang pria berkulit hitam itu jelaskan karena memang mereka-mereka para wanita membutuhkan perhatian dan pengertian, bukan belas kasihan.


"Dan kau, bagaimana dengan dirimu Jasmine? ingin mendengar penjelasan dari sudut pandangmu sendiri." Jasmine berusaha menguatkan dirinya untuk menjelaskan apa yang ingin dikatakannya pada Leo. Beharap bahwa apa yang dijelaskannya saat ini bisa diterima dengan begitu baik oleh pria yang masih membekas di hatinya.


"Ini dari sudut pandang saya sebagai seorang perempuan, kalau aku dan Claudia itu berbeda tapi aku bisa merasakan apa yang dirasakannya. Claudia itu wanita yang benar-benar sangat lembut, hatinya begitu tulus dan aku tidak percaya jika Tuhan bisa memberikan cobaan yang begitu berat untuknya. Tidak yang berbeda dengan apa yang Joe jelaskan tadi, aku hanya ingin menambahkan saja agar Claudia bisa menikmati semua ini. Nanti akan saya carikan komunitas para penderita kanker dan di sana anda bisa membawa Claudia untuk survive dari penyakitnya. Bukan Saya bermaksud untuk menyamakan Claudia dengan orang-orang yang memiliki penyakit mengerikan itu di luar sana, tapi dari sana mungkin kalau dia bisa berpikir bagaimana caranya menyikapi penyakit yang dia deritanya saat ini. Banyak hal yang bisa dilakukan para penderita kanker apalagi Claudia masih stadium rendah, jadi masih banyak jalan yang bisa di ambil untuk kesembuhan Claudia." jelas Jasmine. Leo tidak pernah memikirkan bahwa ada komunitas kanker di luar sana. Tapi Jasmine tidak salah karena memang mungkin jika kalau jadi bawa ke tempat seperti itu dia bisa menyikapi penyakitnya dengan baik.


"Aku akan mengirimkan bonusnya padamu dan tolong, buat dia kembali tersenyum karena dia selalu tersenyum setiap kali bersamamu."


"Baik Tuan," Jasmine pamit undur diri karena dia ingin menghubungi Claudia dan mengajaknya bertemu nanti. Dan ketika mendapatkan kabar dari Jasmine untuk bertemu, Claudia langsung bersemangat karena dia telah memikirkan bahwa dia akan menceritakan semua ini dengan Jasmine tentang apa yang di rasakannya.


Dia bersiap dengan penampilannya untuk pergi bertemu dengan Jasmine. Setelah bersiap, Claudia langsung meminta pada supir untuk mengantarkannya ke tempat di mana dia akan bertemu dengan teman baiknya. Dia merasakan kebahagiaan yang sangat luar biasa sekali.


Tak lama setelah Claudia sampai, Jasmine juga sampai dan mereka berpelukan. Terlihat sekali dari wajah Claudia jika dia sangat bahagia bisa bertemu dengan Jasmine saat ini. Pelukan hangat yang diterimanya belajar membuat Dia merasakan kebahagiaan ketenangan ketika bersama sahabatnya.


"Ada yang ingin aku bicarakan." Keduanya bicara serempak hingga membuat mereka tertawa karena bicara secara bersamaan begitu.


"Hahaha, kamu saja duluan Didi," ucap Jasmine.


"Tidak, kamu saja yang bicara lebih dulu." jawab Claudia karena di ingin mendengar apa yang ingin Jasmine ceritakan.


"Ah, sudah kamu saja lebih dulu baru aku akan menceritakan apa yang aku ingin ceritakan nantinya." jawab Jasmine lagi hingga membuat Claudia mau bicara lebih dulu pada teman dan sahabatnya.