
"Kakak ipar..." teriak Sheela melihat dirinya datang bersama Naura.
Alta harus waspada jika adiknya sudah dalam mode seperti ini. Sheela bisa saja menyabotase istrinya.
"Kenapa disini?" tanya ada pada adikmu itu ketika dia melihat bahwa si bungsu dari keluarganya sudah berada di rumah keluarga mereka padahal Sheela tinggal di Bali.
"Aku teika butuh kakak, aku hanya butuh kakak ipar. Ayo kakak." tangan Naura langsung di tarik oleh Sheela hingga membuat Alta langsung meradang.
"Shee, jangan seperti itu. Naura masih lelah." tegus Alta pada adik bungsunya itu sementara Sheila sendiri hanya menatap kakaknya dan langsung menghampiri pria itu lalu memeluknya.
"Kak..." Sheila menangis di dalam pelukan kakaknya ketika dia kembali melihat kakaknya.
Melihat adiknya yang menangis seperti ini membuat Alta langsung berpikir keras apa yang terjadi pada Sheila saat ini.
"Shei, ada apa?" tanya Alta pada adiknya ketika dia melihat Sheila menangis.
"Kakak..." panggilnya lagi hingga membuatnya semakin menangis di dalam pelukan kakak tercintanya.
Melihat Sheila yang menangis seperti ini membuat Alta yakin bahwa ini adalah alasan kenapa Sheela membawa Naura tadi.
"Ayo duduk." Alta bahkan sampai menggendong adiknya ini saat melihat Sheila yang semakin menangis.
"Katakan pada kakak kenapa kamu menangis." ucap Alta pada adiknya itu ketika Sheila menangis seperti ini di dalam pelukannya.
"Adrian kakak, Adrian berselingkuh dan dia akan menikahi selingkuhannya karena wanita itu telah mengandung anaknya Adrian saat ini."
Deg!
Jantung Alta berdetak kencang ketika dia mendengar kabar mengerikan ini dari adiknya. Dia undang-undang tidak menyangka jika Sheila memberinya kabar tentang perselingkuhan suaminya.
"Lalu Daddy?" tanya Alta pada adiknya yang masih saja menangis.
"Daddy terus saja mengurung dirinya dan menyalahkan dirinya sendiri atas semua ini. Daddy menyesalinya," jawab Sheila pada kakaknya.
"Tenanglah, kakak akan melihat Daddy. Nanti kita akan bicara lagi oke." Sheila menganggukkan kepalanya karena dia meras aman jika kakaknya sudah berada di rumah mereka.
Setelah memastikan bahwa adiknya baik-baik saja walau pada kenyataannya tidak seperti itu, Alta langsung pergi menuju kamar Daddy-nya dan dia melihat bahwa Mommy Diandra tengah membujuk suaminya untuk makan.
"Mymy..." Diandra langsung melihat ke arah pintu kamarnya saat mengetahui bahwa putra kesayangannya sudah berada disini.
"Al..." matanya berkaca-kaca ketika melihat putranya sudah berada disini hingga membuat Alta langsung memeluk ibunya.
"Daddy kamu Al, Daddy tidak ingin makan bahkan sudah sejak dua hari yang lalu." adu Diandra pada putranya.
Dia merasa tenang karena putranya sudah sampai di sini.
"Biarkan Al yang bicara dengan Daddy, Mymy temui saja Naura karena saat ini istri Alta sedang di sabotase oleh Sheela. Jadi tolong selamatkan Naura dari Sheela."
"Baiklah nak, tolong bujuk Daddy kamu." pinta Diandra yang meninggalkan pesan pada putranya.
Alta tersenyum dengan apa yang Mommy-nya katakan.
"Dad..."
"Aku telah gagal menjadi ayah yang baik, aku telah gagal untuk memastikan kebahagiaan putriku, aku telah gagal. Aku gagal sebagai ayah." ucap Matheo pada putranya karena dia benar-benar merasa menyesal sekali dengan keadaan Sheila saat ini.
"Daddy tidak gagal sebagai seorang ayah, Daddy tidak gagal untuk kami semua Dad. Daddy adalah ayah terhebat di dunia ini. Kami bangga pada Daddy, hanya saja memang suaminya Adrian yang kurang ajar." jelas Alta.
Entah mengapa rasanya sakit sekali membayangkan adik perempuannya di sakiti seperti itu.
"Jika dia tidak menyukai Sheila lagi, setidaknya kembalikan dia pada Daddy. Dia bisa meninggalkan Sheila baik-baik dan mungkin Shei akan menerima semua ini dengan baik. Tapi Adrian lebih memilih berselingkuh hingga wanita itu hamil. Lalu bagaimana dengan Shiena? apa yang harus aku katakan pada Shiena?" tanya Matheo pada putranya tentang Shiena anaknya Sheila.
"Biarkan Alta yang mengurusnya. Jika perlu Al akan kembali tinggal di sini dan membawa Naura juga untuk tinggal di sini." Matheo menatap pada putranya yang begitu mudah mengatakan bahwa dia akan tinggal di sini bersama mereka.
"Jangan terus memaksakan kehendak pada Naura. Suami bisa menjalin hubungan kasih bukan karena hal itu saja, sebelumnya kalian berdua harus saling menghormati satu sama lain dan mengerti posisi masing-masing. Daddy ingin hanya karena masalah di rumah ini hubungan rumah tangga kalian yang baru saja dibina hancur begitu saja. Bicarakan hal ini lebih dulu dengan Naura jika dia setuju untuk tinggal di sini maka lakukan. Jika tidak, jangan pernah memaksakan kehendak apapun terhadapnya karena istri juga berhak memiliki prinsipnya sendiri." ujar Matheo yang memberikan petuah pada putranya tentang masalah yang sedang di hadapi keluarganya saat ini.
"Sekarang ayo makan, Al akan menyuapi Daddy." Matheo tetap menggelengkan kepalanya karena dia memang belum ingin makan karena masih memikirkan masalah putrinya ini.
Apalagi Adrian yang meminta hal asuh atas Shiena. Matheo takut jika Sheila kalah karena dia tidak bekerja dan tidak bisa menafkahi putrinya nanti.
"Terserah Dad, tapi yang pasti Daddy harus makan lebih dulu. Kita bicarakan lagi semua ini nanti. Kita harus bersatu agar Sheila tidak merasa sendiri. Keluarga adalah kekuatan terbesar bagi Sheila saat ini dan kita harus tunjukan pada Sheila jika kita selalu ada untuknya." ucap Alta yang membuat Matheo langsung menghembuskan nafasnya dengan begitu berat. Bahkan terdengar sekali jika nafas yang di hembuskan Daddy-nya itu penuh dengan beban berat.
"Maaf karena Al baru bisa membantu sekarang. Al juga telah banyak menyusahkan perasaan Daddy selama ini."
"Maka dari itu cobalah untuk mencintai Naura sepenuh hati kamu. Lupakan masa lalu kamu agar tidak mempengaruhi kehidupan rumah tangga kamu yang baru saja di mulai." Alta menganggukkan kepalanya karena memang dia mengerti dengan apa yang Daddy-nya maksud.
"Al akan terus berusaha untuk membahagiakan Naura Dad. Saat ini Naura adalah prioritas utama bagi Alta. Hadirnya Naura adalah anugrah terindah bagi Al, jadi Al tidak akan pernah menyakiti Naura." Matheo tersenyum tipis ketika mendengar apa yang putranya katakan karena memang ini adalah yang terbaik untuk Alta dan juga Naura. Mereka harus saling menyayangi satu sama lain.
Alta juga pernah mengatakan pada Naura jika dia ingin Naura bisa menyayangi keluarganya seperti Alta menyayangi keluarga Naura dan istrinya tersebut langsung mengiyakan apa yang Alta katakan
"Al yakin jika Naura adalah jodoh terbaik yang memang telah Tuhan siapkan untuk Al. Jadi, Daddy jangan memikirkan hal seperti ini lagi ya. Al akan mengurus segalanya."