One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Runtuh



Leo sudah sampai di rumah keluarganya. Namun, ketika dia masuk ke dalam kamarnya dia tidak mendapati istrinya berada di sana. Karena tidak mendapati istrinya berada di dalam kamar mereka membuat Leo merasa panik. Dia takut jika terjadi sesuatu pada istrinya. Leo terus berusaha untuk menghubungi namun tidak ada jawaban apapun dari Claudia hingga membuatnya memutuskan untuk turun.


Di bawah, Leo bertemu dengan Mama dan Daddy-nya yang terlihat panik saat itu juga. Entah apa yang terjadi tapi ya Leo merasa bahwa ada sesuatu yang membuat mereka semua panik saat ini.


"Ma, are you okay?" tanya Leo yang berusaha untuk menenangkan mamanya. Dia tidak tahu jika apa yang terjadi saat ini akan membuatnya hancur. Leo sendiri semakin merasa bingung ketika melihat mamanya yang langsung datang memeluknya dengan berlinang air mata seperti itu. Sungguh, dia benar-benar tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya di luar sana.


"Sayang, kamu yang kuat ya," ucap Alicia pada putranya. Dia mengatakan hal seperti itu karena dia tahu jika Leo mendengar berita ini maka dia tidak bisa tenang.


"Mama, katakan apa yang terjadi sebenarnya. Kenapa mama dan juga Daddy terlihat panas seperti ini?" tanya Leo yang merasa penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya apalagi dia sedang mencari Claudia saat ini.


Leo sendiri datang menghampiri putranya dan mengusap punggungnya dengan begitu lembut seolah menunjukkan bahwa dia tengah memberikan kekuatan untuk putranya. Begitu juga dengan Alicia, dia berusaha untuk menguatkan putranya agar tidak merasa hancur tapi rasanya itu tidak mungkin.


"Kamu tenang oke, kita akan pergi sekarang."


"Kemana?" tanya Leo yang belum mengerti sebenarnya apa yang terjadi saat ini. Kedua orang tuanya hanya membawanya keluar dari rumah mereka dan memasuki mobilnya. Leo tidak diperbolehkan untuk membawa mobil karena yang membawa mobil saat ini adalah sopir mereka. Di dalam mobilnya, semakin merasa ada sesuatu yang seperti menghimpit di dadanya saat ini. Entah apa yang terjadi sebenarnya tapi dia tidak tahu kenapa biar bisa seperti ini. Apalagi ketika melihat di jalanan ada kecelakaan, dia melihat kecelakaan itu tadi, tapi dia tidak turun untuk melihatnya karena yang ada di pikirannya saat pulang ke rumah adalah Claudia. Dia cepat-cepat sampai ke rumahnya untuk bertemu dengan istrinya.


"Berhenti!" titah Leo ketika dia melihat mobil yang sedang di derek itu berwarna biru dengan nomor polisi yang sangat dikenalinya. Alicia sendiri semakin menangis ketika mengetahui bahwa putranya meninggal di mobil yang sedang di derek. Itu mobilnya Claudia.


"Sayang, sudah Leo. Kita harus pergi ke rumah sakit saat ini juga." tiba-tiba saja kepala Leo merasa pusing ketika mendengar apa yang mamanya katakan. Baru saya dia melihat mobil berwarna biru dengan nomor polis yang sangat dikenalinya itu adalah milik laudya, lalu gini mamanya mengatakan bahwa mereka harus segera pergi dan sampai ke rumah sakit. Tidak, tidak ingin mempercayai apa yang ada di pikirannya saat ini. Dia menolak semua pemikiran itu karena dia tidak ingin apa yang dipikirkannya itu menjadi kenyataan.


"Tidak, mohon tolong jangan katakan bahwa itu adalah Claudia. Leo mohon Ma," mintanya dengan sangat. Alicia sendiri tidak bisa mengatakan apapun lagi saat ini Karena diamnya dia sudah menjadi jawaban bagi putranya.


"Jalankan mobilnya cepat!" teriak Leo kesetanan. Dia sudah seperti kerasukan saat ini karena dia meminta sopir untuk lebih cepat mengajukan mobilnya agar mereka bisa cepat sampai di rumah sakit. Saat sampai di rumah sakit Leo langsung berlari setelah turun dari mobil bahkan sebelum mobilnya berhenti sudah turun begitu saja karena dia mengkhawatirkan keadaan istrinya saat ini.


Ketika dia bertanya pada resepsionis pasien kecelakaan di jalanan tadi dia langsung berlari ke ruang operasi dan ketika dia sampai di sana, sudah melihat kedua mertuanya yang lebih dulu sampai di tempat ini.


"Leo," panggil ibu mertuanya hingga membuat kedua kakinya tiba-tiba saja lemas.


Melihat Leo terjatuh dan terduduk di lantai begitu saja ketika mendengar ibu mertuanya memanggilnya seperti itu. Sungguh, dia ingin menyangkal semua ini Dan berharap bahwa itu bukan Claudia tapi ketika melihat ibu mertuanya yang sudah menangis berlinang air mata seperti itu saat itu pula pikirannya menjadi buyar.


Begitu juga dengan Alicia yang langsung mengejar putranya yang terlihat sangat menyedihkan seperti itu.


"Leo, sayang...sudah, jangan seperti ini nak." ucap Alicia yang sangat bersedih melihat keadaan putranya saat ini. Leo benar-benar terlihat sangat lemah ketika mengetahui kenyataan ternyata kecelakaan mobil itu adalah Claudia. Andai saja dia melihatnya tadi, mungkin dia bisa lebih cepat membawa kalau dia ke rumah sakit.


"Claudia, Ma, istri Leo." ucapnya dengan tatapan yang kosong. Jiwanya seakan melayang begitu saja ketika mengetahui kenyataan yang terjadi saat ini. Istrinya sedang berjuang di ruang operasi bukan karena penyakit yang dideritanya tapi karena kecelakaan mobil.


"Leo sudah mengatakan pada Claudia untuk tidak pernah membawa mobil lagi, kenapa dia nekat?" ucap Leo yang terus mengungkapkan penyesalan hatinya karena kejadian ini.


Kedua mertuanya juga tidak tega melihat keadaan menantu kesayangan mereka yang seperti ini. Leo menyedihkan, mereka juga merasakan hal yang sama.


"Leo, kamu tidak salah sayang." ucap mama mertuanya karena mereka tidak ingin menyalahkan siapapun karena kecelakaan ini adalah kecelakaan tunggal. Claudia menabrak tiang listrik di jalanan hingga membuat keadaannya berakhir di rumah sakit.


"Claudia mama, Claudia." ucapnya dengan penuh penyesalan karena dia beranggapan jika dia bukan suami yang baik. Suami yang tidak bisa menjaga istrinya.


"Sabar Leo, sabar sayang." ucap Alicia yang terus saja menangis melihat keadaan putranya yang seperti ini. Di saat Leo sedang bersedih, dokter keluar dari ruangan operasinya dengan raut wajah yang tertunduk lesu. Melihat itu membuat Leo langsung menghampiri dokternya saat itu juga.


"Dokter, tolong katakan bagaimana keadaan istri saya." tanya Leo dengan raut wajah paniknya. Apalagi ketika melihat wajah dokter yang terlihat tidak bersemangat seperti itu semakin membuat Leo merasa ketakutan saat ini.


"Maaf tuan, istri anda tidak bisa di selamatkan karena ada pendarahan di otaknya hingga membuat pembuluh darahnya pecah dan-"


"Tidak ...!" teriak Leo yang tidak bisa menerima penjelasan dari dokter saat ini. Bukan hanya Leo saja, ibu mertuanya bahkan sudah kehilangan kesadarannya dsn jatuh pingsan ketika mendengar penjelasan dari dokter tentang keadaan Claudia.


"Tolong jangan katakan hal itu! Istriku baik-baik saja dan dia akan selamat! Dia hanya tidur saja, ayo bangunkan dia dan katakan padanya bahwa aku sudah datang. Aku sudah datang untuknya saat ini."