
Setelah Naura menikah dengan Alta, rumah besar keluarga Leon dan Alicia terasa sangat sepi sekali. Jika biasanya Alicia akan mengajak putrinya itu untuk pergi jalan-jalan karena bosan, maka tidak dengan saat ini.
Leon yang baru pulang pun terlihat sedih ketika melihat istrinya yang seperti itu.
"Sayang, kamu baik-baik saja?" tanya Leon ketika dia sampai di rumahnya.
Mendengar suara suaminya yang baru saja pulang membuat
"Aku baik, hanya saja memang aku sedikit merindukan Naura. But, it's oke, aku baik-baik saja. Setidaknya aku tahu bahwa putriku bahagia bersama suaminya dan juga keluarga barunya." ucap Alicia karena dia tidak ingin membebani pikiran suami yang karena merindukan Putri mereka.
Setidaknya Alicia sendiri tahu jika putrinya baik-baik saja bersama keluarga barunya.
"Ayo cepat ganti pakaianmu. Tunggu aku mandi lebih dulu dan hubungi Leo segera."
"Tapi untuk apa?" tanya Alicia pada suaminya karena dia tidak mengerti apa yang dimaksud Leon.
Suaminya itu baru saja pulang dari kantor yang lalu sudah mengajaknya pergi lagi. Apa dia tidak merasa lelah sama sekali?
"Sudah, hubungi saya Leo dan suruh dia pulang segera. Aku mandi dulu sayang."
Cup...
Leon mengecup kening istrinya sebelum pergi meninggalkan wanita itu untuk membersihkan dirinya.
Karena tidak ingin membuat suaminya menunggu akhirnya Alicia lebih memilih untuk menghubungi yang saya tidak mengatakan pada putranya itu untuk segera pulang ke rumah mereka.
Tak lama, Leon sudah selesai dengan kegiatannya dan juga Leo yang baru saja sampai ke rumah.
Melihat anak dan istrinya yang sudah berkumpul di sini membuat Leon langsung mengajak mereka berdua untuk pergi.
"Ayo pergi,"
"Kemana Dad?" tanya Leo kali ini karena dia kaget ketika sampai di rumah Daddy-nya sudah mengajak mereka untuk pergi lagi.
"Kita akan pergi menyusul Naura yang berada di Indonesia dan baru saja mertua Naura baru menghubungiku bahwa mereka akan ada acara dua hari lagi, jadi mereka mengundang kita untuk datang ke rumahnya. mendengar apa yang suaminya katakan bahwa mereka akan pergi ke Indonesia membuat Alicia langsung tersenyum.
Senyumannya langsung merekah begitu saja ketika mendengar bahwa mereka akan pergi untuk mengunjungi Putri kesayangan keluarga Casio.
"Ayo, Leo ingin bertemu dengan kakak." ucap Leo dengan penuh semangat karena mereka akan pergi ke Indonesia untuk menemui kakaknya.
Melihat anak dan istrinya yang begitu bahagia hanya karena mereka akan pergi menemui Naura saja membuat Leon juga ikut merasakan kebahagiaannya. Sangat sederhana sekali kebahagiaan anak dan istrinya itu karena hanya ingin bertemu dengan Naura saja pun mereka sudah begitu sangat antusias.
Mereka bertiga langsung menuju bandara karena mereka akan pergi berkunjung ke rumah keluarga suaminya Naura.
Ini adalah pertama kali Leo menginjakkan kakinya di negara Konoha. Negara yang penuh dengan prestasi dan sensasinya.
"Akhirnya, kita sudah sampai di negara ini Mama. Sebentar lagi kita akan bertemu dengan kak Naura dan kita akan memberinya kejutan. Kakak pasti akan sangat terkejut dengan kedatangan kita ke rumahnya nanti." Alicia yang masih lemas dan mabuk udara setelah menempuh perjalanan panjang dari Jerman ke Indonesia pun hanya bisa menganggukkan kepalanya saja karena tidak tau lagi harus melakukan apapun lagi.
"Sayang, apa kamu ingin kita pergi ke rumah sakit?" tanya Leon yang merasa khawatir dengan keadaan istrinya saat ini.
Alicia terlihat sangat lemas dan wajahnya begitu pucat dan itu juga membuat Leo khawatir.
"Aku baik-baik, saja. Sekarang bisakah kita pergi ke hotel untuk istirahat?"
"Ayo, kita akan pergi ke hotel untuk beristirahat lebih dulu baru kita akan berkunjung ke rumah Naura nanti." Leo setuju dengan apa yang Daddy-nya katakan karena mereka lebih memilih mementingkan keadaan sang ratu daripada harus pergi.
"Ayo Ma," Leo langsung menggendong tubuh mamanya sementara Leon sendiri mengikuti putranya yang tengah menggendong Alicia saat ini.
Mereka langsung menuju ke hotel untuk beristirahat dan setelahnya mereka baru pergi ke rumah keluarga putri mereka.
Sementara Naura yang sudah mendapatkan kabar bahwa keluarganya telah sampai di negara ini pun langsung mencoba menghubunginya, namun tidak ada jawaban apapun dari ponsel mama dan Daddy-nya.
Karena terus penasaran dengan keadaan keluarganya membuat Naura meminta pada suaminya untuk mencari tahu keberadaan mereka.
"Sabar sayang, aku yakin bahwa keluarga kamu akan baik-baik saja. Mereka sudah berada di hotel saat ini untuk istirahat karena katanya mama tidak enak badan karena ini pertama kalinya menempuh perjalanan jauh." mendengar apa yang suaminya katakan semakin membuat Naura merasa panik memikirkan keadaan mama Alicia.
"Gege, ayo kita lihat mama dulu. Aku khawatir dengan keadaan mama. Mama pasti lelah karena telah menempuh perjalanan jauh. Ayo, kita lihat mama dulu." ajak Naura pada suaminya karena dia juga memikirkan keadaan wanita yang telah merawatnya dengan penuh kasih sayang selama ini.
Saat Naura berdiri dari sofa tiba-tiba saja dia merasakan kepalanya pusing dan berdenyut. Pandangannya buram seketika dan tiba-tiba saja dia merasakan bahwa langit-langit kamarnya saat ini tengah berputar-putar.
Alta langsung menangkap tubuh istrinya saat melihat Naura yang hampir saja limbung dan terjadi di lantai jika tidak cepat ditangkap olehnya.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Alta dengan panik ketika melihat istrinya yang tiba-tiba saja menjadi pucat seperti ini.
"Kepala ku Gege, kepala ku pusing dan rasanya aku semua berputar di depanku." ucap Naura pada suaminya.
Alta sendiri langsung panik dan membawa Naura ke atas tempat tidur mereka untuk beristirahat, namun Naura menolaknya karena dia ingin bertemu dengan keluarganya saat ini dan itu membuat Alta langsung marah.
"Aku mohon Naura, tolong sekali ini saja dengarkan aku. Terserah jikanya nantinya kamu tidak ingin mendengarkan aku lagi tapi tolong untuk kali ini saja dengarkan aku sayang. Biarkan keluarga kamu istirahat dan kita harus memeriksakan keadaan kamu saat ini. Cuaca sedang buruk di luar dan aku takut kamu terserang demam. Anginnya juga cukup kencang, jadi kita harus memeriksakan keadaan kamu lebih dulu." akhirnya Naura hanya bisa menurun dengan apa yang suami aku takkan karena dia tidak ingin dicap sebagai istri pembangkang.
Lagi pula memang sepertinya dia membutuhkan waktu saat ini karena rasanya kepalanya semakin berdenyut.
Alta langsung turun ke bawah dan meminta pelayan untuk membuatkan teh Naura.
"Tolong buatkan teh hangat untuk istriku dan hubungi dokter untuk memeriksa keadaan istriku. Dan satu lagi, buatkan sup rumput laut untuk istriku."