One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Undangan



Jasmine langsung datang ke ruangan Leo ketika mendapatkan telepon dari ruangan pria itu. Sebelum masuk ke dalam ruangan tempat di mana Leo bekerja, menarik nafas dalam-dalam sebelum menghembuskannya secara perlahan dan masuk ke dalam ruangannya.


Dia harus berusaha untuk mengontrol dirinya agar tidak terbawa perasaan dengan semua ini. Jasmine gue terjebak dengan perasaannya terhadap Leo hingga membuat pekerjaan yang berantakan.


"Ya tuan?" tanya Jasmine ketika dia sudah masuk ke ruangan kerja pria itu.


"Hubungi pihak EO dan minta mereka untuk mengirimkan gambar dari dekorasi pernikahanku dan juga Claudia. Jangan lupa untuk menghubungi mereka juga bahwa aku menginginkan undangan yang sangat eksklusif."


Jeder...


Tubuhnya boleh tersambar petir di siang bolong ketika mendengar berita tentang pernikahan dia dan juga Claudia. Seharusnya tidak perlu lagi merasa kaget dengan semua itu, karena cepat atau lambat mereka berdoa pasti akan menikah. Tapi kenapa rasanya sakit sekali? merasa bahwa hatinya benar-benar nyeri ketika mendengar berita pernikahan Leo dan juga Claudia.


"Baik, lalu tuan?" tanya Jasmine setelah dia mencatat semua perintah dari Leo. Sementara Leo sendiri, dia hanya bisa menghela nafasnya dengan berat ketika melihat reaksi dari wanita itu.


"Sudah itu saja dan tolong bawakan semua pekerjaanku karena aku akan menyelesaikan semuanya dengan cepat sebelum hari pernikahanku dengan Claudia." titahnya kagi hingga membuat Jasmine langsung pamit setelah merasa bahwa Leo sudah selesai dengan perintahnya.


Tak lama Jasmine kembali datang dengan begitu banyak berkas di pelukannya karena memang itu yang di inginkan Leo.


"Saya telah mengurutkannya dengan tanggal pembuatan berkasnya tuan, jadi anda bisa langsung mengerjakannya." jawab Jasmine.


Leo tidak banyak bereaksi karena dirinya langsung mengerjakan semua pekerjaannya tanpa memikirkan apa pun lagi yang Jasmine lakukan.


Siang harinya, mereka ada meeting bersama dengan client di luar perusahaan.


Awalnya semua berjalan dengan baik, namun saat client-nya mengatakan hal yang tidak-tidak tentang hubungan mereka berdua membuat Leo langsung marah dan murka. Apalagi dia paling tidak menyukai ada wanita yang di rendahkan dihadapannya seperti itu.


brak!


Leo mengebrak meja hingga membuat Jasmine langsung ketakutan dengan apa yang pria itu lakukan saat ini.


"Jga bicara anda tuan. Anda datang dengan siapa Anda berbicara saat ini. Jika Anda mengatakan hal seperti itu karena diri anda yang melakukannya dan berpikir bahwa aku seperti itu maka anda salah besar. Aku sekretaris kami benar-benar tidur bekerja dan hubungan kami hanya sebatas atasan dan bawahan saja, tidak lebih!" ucap Leo yang mulai merasa kesal dengan pembicaraan tidak masuk akal ini.


Apalagi ketika pria buntal itu mengatakan bahwa dia tertarik dengan Jasmine dan menginginkan nomor ponsel wanita itu untuk menjalin hubungan yang semakin dekat saat ini juga Leo marah. Apalagi ketika dengan jelas pria buntal yang jelek itu menyebutkan harga untuk Jasmine.


"Anda seorang pebisnis, lalu bagaimana bisa anda melakukan hal serendah itu. Sekertaris ku tidak seperti itu dan aku tau siapa yang bekerja denganku pak tua!" ucapnya dengan geram.


"Berhenti melakukan hal ini tuan. Saya baik-baik saja." melihat Jasmine yang terlihat bersedih seperti itu membuat Leo langsung membawa wanita itu pergi meninggalkan tempat dimana mereka melakukan pertemuan bisnis tadi.


Namun, sebelum Leo pergi, dia sempat meninggalkan sebuah pukulan keras di wajah pria buntal itu karena telah bersikap kurang ajar terhadap sekretarisnya.


"Tuan-"


"Diam dan jangan mengatakan apapun lagi padaku! seharusnya kau membiarkan aku memukulnya sampai habis, bukan malah menghentikan aku seperti tadi." ucap Leo dengan emosi karena dia marah pada Jasmine yang tidak membiarkannya untuk melakukan hal tadi pada pria buruk rupa tadi.


"Untuk apa? dia hanya mengatakan bahwa dia bisa membayar wanita manapun yang di inginkan termasuk jika aku mau melakukan hal itu bersamanya. Bukankah itu sudah bisa terjadi di lingkungan bisnis seperti kalian? bahkan aku menerima kata-kata yang lebih kasar dari itu bahkan dari Anda sendiri. Apa anda masih mengingatnya?"


deg!


Jantung Leo seperti berhenti berdetak ketika mendengar apa yang Jasmin katakan tentang dirinya. Dia masih mengingat dengan jelasnya sebagai wanita murahan. Walau dia sudah meminta maaf, tapi tetap saja rasanya itu sulit untuk di maafkan.


"Maaf, aku-"


"Tidak perlu meminta maaf tuan. Anda tidak melakukan kesalahan apapun. Apa yang anda lakukan saat ini memang benar bahwa aku ini seorang wanita murahan yang bekerja di dunia malam. Bahkan tak jarang aku mendapatkan uang dari cara melayani mereka dengan baik. Hanya saja anda tidak tau bagaimana cara aku melayani mereka agar aku bisa mendapatkan uang lebih untuk membayar hutang-hutang yang mendiang ayahku tinggalkan pada kami." ucap Jasmine panjang lebar hingga membuat Leo semakin terdiam dengan apa yang keluar dari bibinya tadi.


"Jasmine, aku-"


"Aku baik-baik saja tuan, jadi jangan pernah merasa bersalah dengan apa yang tidak menjadi kesalahan anda. Tapi jika anda meminta maaf terus maka aku akan memaafkannya sebagai orang baik. Jadi semua sudah selesai dan ayo tutup pembicaraan kita siang ini karena tim EO sudah mengirimkan gambaran dari dekorasi pernikahan untuk Adan dan Claudia. Apa aku harus menghubungi Claudia untuk datang ke kantor juga? jika iya maka aku akan melakukannya. Aku akan membuat pesta pernikahan yang sangat megah untuk kalian berdua karena aku-"


"Berhenti berpura-pura bahwa kau baik-baik saja Jasmine. Jika kau merasa bahwa aku begitu banyak menyakiti hatimu maka aku akan meminta maaf dan melakukan apapun agar kau bisa memaafkan aku. Apapun akan aku lakukan untuk bisa menebus segala kesalahan yang pernah di lakukan padamu di masa lalu, tapi tidak dengan cinta yang ku miliki!"


Nyes...


Betapa sakitnya hati Jasmine saat ini, namun dia selalu meyakinkan pada dirinya bahwa dia bisa melakukan semua ini dan dia bisa melupakan Leo agar dirinya tidak semakin tersakiti dengan semua itu.


Setelah Leo dan Claudia menikah nanti, dia sudah memutuskan bahwa dia akan berhenti bekerja dan dia akan fokus untuk membuka tempat usahanya bersama sang ibu karena menurutnya uang tabungannya sudah cukup untuk membangun usahanya bersama sang ibu


"Saya tau jika anda hanya mencintai Claudia saja, maka dari itu saya berusaha untuk membantu mewujudkan pesta pernikahan anda dan juga Claudia karena dia adalah sahabatku walau kami hanya berteman dengan baru-baru ini saja, tapi aku ingin melakukan yang terbaik untuk hari teristimewa untuk Claudia tuan." jawab Jasmine dengan suara lantangnya hingga membuat Leo tidak bisa berkata-kata lagi.