One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Berubah



Alta benar-benar tidak tau harus melakukan apa saat ini karena jujur, dia bingung bagaimana harus menanggapi istrinya. Apalagi kini Naura yang sedang menunggunya di luar karena katanya dia memiliki sesuatu untuknya.


Tapi tidak tahu apa sesuatu yang akan diberikan istrinya tapi yang jelas dia merasa bahwa kini bukan istrinya karena Naura begitu berubah.


"Astaga, jika seperti ini aku bisa pingsan gila. Lagi pulang kenapa istriku harus begitu banyak perubahan? siapa yang mengajari Naura untuk bersiap seperti itu padaku?" tanya Alta pada bayangan dirinya yang ada di cermin.


Sungguh, jika bisa memilih lebih bagus Naura yang polos seperti dulu saja. Bukan yang bersikap berani seperti ini padanya. Tapi jika dipikir-pikir lagi, Naura yang sekarang itu jauh lebih baik karena dia semakin percaya dengan dirinya sendiri. Bahkan yang lebih membuat atau terkesan adalah bagaimana cara wanita itu berdandan untuk dirinya. Tidak terlalu berlebihan tapi tidak juga sederhana. Intinya apa yang dipakai istrinya itu semua sudah tepat pada porsinya sendiri.


"Sudahlah, aku harus menemuinya lebih dulu. Naura pasti sudah menunggu sekarang." Alta pun keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan handuk putih yang ada di pinggangnya.


Deg!


Betapa istri yang sudah menunggunya di atas tempat tidur dengan pakaian haram itu.



"Sayang..." panggil Naura pada suaminya saat melihat pria itu sudah keluar dari dalam kamar mandi. Dia langsung berubah posisinya dan duduk dengan tegak. Naura sendiri mau sampai terlalu lama menunggu suaminya yang berada dalam kamar mandi hingga dia memutuskan untuk bersandar. Namun, saat suaminya itu keluar dari dalam kamar mandi, Dia akan menyiapkan dirinya untuk apa yang akan mereka lakukan malam ini.


"Gege, ayo sini." panggilnya lagi karena suaminya tak kunjung bergerak dari posisinya.


Sadar dengan pemandangan panas yang ada di depannya membuat Alta mau tidak mau berjalan ke arah sang istri.


Dihampirinya wanita yang tidak memakai gaun tidur berwarna hitam tersebut. Lihat, aku bisa melihat bahwa ada aroma-aroma pertempuran yang akan terjadi karena itu semua terlihat jelas dari bagaimana cara Naura menatap kearahnya.


"Aku akan berpakaian sebentar." ucap Alta yang hendak meninggalkan istri lalu dengan cepat pula tangan Naura menarik lengan pria itu.


"Sayang, Naura. Biarkan aku berpakaian lebih dulu." ujar Alta seraya menatap wajah cantik sang istri. Naura sendiri langsung menghilangkan kepalanya karena dia tidak ingin suaminya pergi ke lapangan ganti untuk mengambil pakaiannya.


Entah Naura yang terlalu panas atau bernafsu, tapi yang pasti dia menyukai pemandangan yang terjadi di depan matanya saat ini. Suaminya benar-benar terlihat sangat panas hanya dengan menggunakan handuk seperti itu.


"Sayang..." suara beratnya mulai tertahan ketika merasakan jari-jari lentik itu mulai berapa bagian perutnya.


Naura sengaja melakukan hal ini karena dia benar-benar sudah belajar pada sang ahli.


"Katanya kita mau punya anak, ayo lakukan." ucapnya dengan begitu mudah tanpa memikirkan bagaimana suaminya saat ini. Alta mati-matian menahan semua rasa yang bergejolak di dalam dirinya.


"Iya, tapi--"


Tubuhnya di tarik hingga membuat Alta terjatuh di atas tempat tidur dengan keadaan terlentang.


"Sayang..." ucap Alta yang memanggil istrinya ketika melihat sang istri yang sudah menaiki tubuhnya seperti itu.


"Egh..." nafasnya tercekat ketika perut bagian bawahnya di duduki sang istri hingga membuat Alta semakin tidak terkendali lagi.


"Gege..." panggilnya dengan suara yang terdengar lebih seksi dari sebelumnya.


Suara Naura benar-benar membuatnya salah tingkah dan merasa panas dingin. Alta tidak bisa berkata-kata lagi ketika melihat bagaimana keberanian istrinya kali ini.


"Ya sayang..." Alta mulai berani menjawab istrinya karena dia tidak mungkin kalah dengan wanita itu.


Bahkan ini kedua tangan pria itu sudah berada di pinggang istrinya.


"Ah... Gege..." pengen Naura ketika dia merasa bahwa telapak tangan besar itu meremas bokongnya.


"Kenapa diam?" tanya Alta pada Naura yang terlihat mulai gelisah duduk di atas pangkuannya.


"Bukankah kamu ingin melakukannya?" lanjut Alta dengan berani meraba bagian pinggul hingga bokong sang istri.


Mendapatkan tantangan seperti itu dari suaminya membuat jiwanya orang langsung bergejolak. Tanpa menunggu waktu lama lagi dia langsung melancarkan aksinya.


Naura memulai semua itu dengan ciuman panas hingga membuat keduanya semakin terangsang.


Mendapatkan serangan panas seperti itu dari istrinya membuat Alta langsung membalas ciuman panas Naura hingga membuat keduanya semakin bergairah.


Srek...


Gaun malam yang di pakainya sudah hilang entah kemana dan itu membuat keduanya semakin terbakar api daerah karena tidak ada lagi penghalang diantara mereka saat ini selain yang berada di pinggang Alta dan segitiga yang di pakai istrinya.


Kali ini permainan mereka terasa sangat panas hingga baik Alta maupun Naura, keduanya sama-sama tidak ingin kalah memberikan kenikmatan pada pasangan mereka.


"Biarkan aku yang memulai kali ini." Naura berdiri di depan suaminya dengan membuka segitiga miliknya. Pemandangan yang sangat luar biasa dan itu membuat Alta semakin terbakar.


Tidak ingin kalah, dia juga membuang handuknya begitu saja hingga kini keduanya sama-sama dalam keadaan polos dan siap untuk melakukan pertempuran malam ini.