
Mengetahui Claudia yang sudah sampai di rumah lebih dulu, membuat Leo langsung pergi istrinya yang berada di dalam kamar mereka. Dia ingin langsung bertemu dengan wanita itu dan mempertanyakan apa yang membuatnya berani melakukan hal seperti itu. Leo masih tidak habis pikir dengan istrinya, yang pergi ke rumah sakit seperti itu.
Brak!
Claudia yang menangis langsung melihat ke arah sumber suara ketika mendengar suaminya datang membanting pintu kamar mereka. Suara dentuman keras dari pintu yang di buka paksa oleh Leo membuat Claudia menghapus air matanya saat itu juga karena dia tidak ingin jika Leo mengetahui apa yang di hadapinya saat ini.
Dengan santai Claudia memasukan berkas hasil laporan tentang kesehatannya ke dalam tas kerja miliknya tadi. Sedangkan Leo yang melihat Claudia bersikap seperti itu membuatnya langsung menghampirinya dan merebut paksa amplop kertas yang berwarna coklat itu dari tangan Claudia.
"Leo," ucap Claudia saat berkas miliknya di rebut dengan paksa oleh pria itu. Sedangkan Leo sendiri tidak peduli sama sekali karena yang di pikirannya saat ini hanya berkas itu. Dia ingin tahu apa hasil dari laporan media milik Claudia. Entah apa yang membuat wanita itu berani pergi ke rumah sakit dan melakukan semua itu tanpa persetujuan darinya. Tidak hanya itu saja, yang membuat Leo marah adalah Claudia yang tidak mengapa panggilan telepon darinya setelah mereka bicara di rumah sakit tadi.
"Leo, kembalikan itu milikku. Aku mohon kembalikan," pindah Claudia dengan sangat karena dia belum siap jika Leo membaca semua yang tertera di kertas putih itu. Sungguh, dia akan menceritakan semua ini pada suaminya tapi tidak sekarang. Entahlah, Claudia sangat tidak mengerti dengan semua ini.
Leo tidak memperdulikan semua itu karena yang dilakukannya saat ini adalah membaca laporan tersebut dan ingin mengetahui apa yang terjadi sebenarnya dengan Claudia. Entah mengapa setiap kata yang tertulis di sana membuat degup jantungnya semakin berdebar kencang. Apalagi saat membaca hasil tersebut yang menyatakan bahwa istrinya mengidap penyakit kanker rahim, walau masih stadium satu, itu tetap saja membuat Leo tidak bisa tenang.
"Besok kita akan bertemu dengan dokter untuk membicarakan tentang hal ini. Aku ingin mendengar secara langsung penjelasan dari dokter dan aku ingin mereka memberikan penanganan secepat mungkin untuk kamu Claudia." ucap Leo dengan tegas. Dia benar-benar akan pergi ke dokter untuk membicarakan semua ini pada mereka agar semua bisa semakin di perjelas dan Leo juga tau tindakan apa yang harus diambilnya demi kesembuhan sang istri. Tapi apa yang dikatakan yang tidak berpengaruh apapun bagi kalau dia yang sudah mengetahui apa yang harus dilakukannya tapi dia tetap tidak ingin mengambil resiko tersebut karena dia masih ingin memiliki anak bersama Leo.
"Kamu tau bukan? di sana tertera bahwa aku harus melakukan operasi. Lalu, apa kamu juga tahu jika melakukan operasi maka itu artinya rahimku juga harus diangkat. Aku tidak ingin seperti itu Leo, aku masih ingin memiliki anak bersama kamu." tolak Claudia karena dia tidak siap jika harus melakukan semua itu. Namun, Leo tidak mendengar apa pun yang Claudia katakan karena dia tidak percaya dengan semua itu. Sungguh, ini benar-benar membuatnya bingung.
"Jika memang kamu tidak bisa memiliki anak aku tidak akan mempermasalahkan itu sama sekali yang terpenting kamu sehat dan tidak merasakan sakit apa pun lagi. Soal nak, banyak anak-anak di luar sana yang bisa kita jadikan nak kita Claudia. Mereka juga sangat membutuhkan kita, lalu apa masalahnya?" terjadi perdebatan di antara suami istri tersebut tentang hal seperti ini. Selama pernikahan mereka, tidak sekali pun mereka bertengkar dan kali ini keduanya bertengkar karena hal seperti ini. Sungguh, ini benar-benar membuat Claudia sangat bersedih. Apalagi ketika melihat wajah suaminya yang menatap penuh rasa kecewa padanya.
"Lalu apa kamu pikir semua ini mudah bagiku? tidak Claudia, tidak semudah itu." jawab Leo. Bukan hanya Claudia saja yang tidak bisa menerima semua ini, Leo juga merasakan apa yang istrinya rasakan saat ini dan rasanya sungguh menyiksa sekali.
"Aku mohon mengertilah Claudia, aku melakukan semua ini demi dirimu, untuk kamu juga Claudia, untuk kamu." ucap Leo yang berusaha untuk menenangkan istrinya. Dia juga tidak ingin membuat Claudia merasakan sakit nantinya. Jika memang mereka tidak bisa memiliki anak, Leo tidak masalah sama sekali. Banyak hal yang bisa mereka lakukan nantinya termasuk mengadopsi banyak anak jika memang Claudia mau. Tapi saat ini wanita itu harus mau melakukan operasi lebih dulu sebelum penyakitnya semakin menyebar ke banyak sel-sel lainnya.
"Sekarang bersihkan diri kamu oke. Kita akan pergi jalan-jalan malam ini. Aku dan kamu, kita akan makan malam di luar." putus Leo.
Claudia menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin pergi ke mana pun saat ini karena dia hanya ingin beristirahat di dalam kamarnya saja.
"Claudia,"
"Aku lelah Leo, biarkan aku tidur sebentar. Aku berharap bahwa ini hanya sebuah mimpi dan saat aku bangun nanti, aku harap jika semua ini memang hanya mimpi dan aku bisa bebas melakukan apa pun di luar sana tanpa harus memikirkan apa yang tertulis di kertas tersebut." ujar Claudia. Mendengar apa yang istrinya katakan membuat Leo merasa tertampar dengan kenyataan ini. Kenyataan di mana dia harus melihat reaksi istrinya yang seperti ini dan karena tidak ingin membuat Claudia semakin bersedih, Leo pun memilik untuk meninggalkannya di tempat tidur saja karena dia harus membersihkan dirinya.
"Baiklah, istirahat saja. Aku mandi dulu." Leo pergi ke kamar mandi dan meninggalkan Claudia di atas tempat tidur mereka. Sedangkan di dalam kamar mandi, Leo membiarkan seluruh tubuhnya di banjiri oleh air yang membasahi seluruh tubuhnya saat ini. Entah mengapa Leo membiarkan air-air tersebut membasahi tubuhnya dengan posisi berdiri di bawah guyuran air shower.
"Argh ...." Leo memukul dinding kamar mandi dengan sebelah tangannya yang terkepal erat. Dia terus saja melakukan semua itu agar bisa menghilangkan rasa khawatirnya terhadap Claudia.
"Apa yang harus aku lakukan saat ini? kenapa semuanya seperti ini?" Leo benar-benar frustasi dengan semua keadaannya Sungguh, semua ini benar-benar membuatnya ingin meledak saat ini juga.