
Sejak tadi Alicia terus saja menatap putranya yang telah tertidur siang saat ini. Entah mengapa perasaan yang belum bisa menerima bahwa putranya itu benar-benar adalah putra yang sangat luar biasa.
Leo adalah anak yang sangat hebat menurut. Singa kecilnya itu bahkan sudah bisa melindungi dirinya saat usia yang belum genap 4 tahun.
Air matanya menetes saat melihat bagaimana Leo yang tertidur dengan begitu lelap.
" Terima kasih karena telah menjadi penyemangat Mama sayang. Terima kasih karena telah menjadi pelindung bagi Mama. Mama benar-benar sangat berterima kasih dengan kamu karena kamu bisa melindungi Mama bahkan saat Mama tidak percaya bahwa kamu bisa melakukan hal itu semua." Ucap Alicia yang masih tersenyum menatap pada putranya.
Di saat anak seusia Leo hanya bisa bermain dan membuat kesal, putranya itu malah bisa memberikannya perlindungan yang sangat luar biasa.
" Mama akan terus berdoa untuk kesehatan dan keberkahan bagi hidup kamu sayang. Mama akan selalu mendapatkan kalian semua. Kamu, kakak, dan juga Daddy. Kalian semua adalah sumber kehidupan Mama. Entah apa yang akan terjadi pada Mama jika tidak ada kalian bersama Mama, mungkin Mama tidak akan sekuat ini Leo. Mama tidak akan bisa sekuat ini untuk menghadapi dunia yang sangat mengerikan ini. Cukup dan biarkan Mama saja merasakan bagaimana kejamnya dunia terhadap Mama tapi tidak dengan kalian. Mama tidak akan membiarkan dunia kejam ini menghampiri kalian. Kamu dan kakak berhak mendapatkan kehidupan yang luar biasa. Mama bersumpah bahwa Mama tidak akan pernah membiarkan kehidupan kalian sengsara. Mama janji itu sayang." Imbuh Alicia.
Dia merasa puas karena telah bisa mencurahkan seluruh isi hatinya saat ini. Setidaknya dia sedang mengetahui bahwa putranya itu memang putra yang sangat luar biasa. Bukan putra yang sangat menyebalkan yang sering mengganggu dirinya dan membuat dirinya kesal.
" Mama..."
" Kak, sudah pulang?" Tanya Alicia saat melihat bahwa putrinya baru saja sampai di rumah mereka saat ini.
Dia membantu membuka tas putrinya dan membawakan kotak bekal miliknya.
" Naura bisa sendiri Ma..."
" Tapi Mama ingin membantu kakak. Tidak masalah bukan?" Naura menjalankan kepalanya karena dia tahu bahwa itu bukan masalah karena memang Mamanya itu selalu begini setiap harinya.
Gadis yang beranjak remaja itu juga ingin cepat-cepat membersihkan tubuhnya karena dia merasa sangat lengket dengan keringat yang sudah menempel di tubuhnya.
Saat Naura kembali ke meja makan dia sudah melihat bahwa di meja makan mamanya sudah menunggu dengan menu makan siang mereka.
" Apa ini mama yang membuatnya?" Tanya Naura pada Alicia saat melihat begitu banyaknya makanan yang tersedia di atas meja makan mereka saat ini.
Alicia sendiri jelas menjawab dengan anggukan kepalanya karena memang dia yang memasak semua itu.
Ia sengaja memasak itu semua untuk anak-anaknya bahkan ia pun sudah mengirimkan bakal makan siang untuk suaminya tadi.
" Mama tidak makan?"
" Maaf kak, tapi Mama sudah makan bersama Leo tadi, jadi Mama tidak bisa ikut makan siang bersama kakak." Jawab Alicia.
Dia tidak ingin mengecewakan putrinya hanya karena jawaban yang diberikan olehnya.
" Setidaknya Mama berada di sini untuk menemani Naura saja itu sudah jauh lebih dari cukup. Naura sangat berterima kasih untuk itu semua." Alicia mengisap puncak kepala putrinya dengan penuh kasih sayang karena memang dia benar-benar sangat menyayangi anak-anaknya tanpa membedakan status kedua anaknya.
...****************...