
Malam itu juga dia mendatangi rumah Jasmine karena dia ingin membicarakan semua ini dengan wanita itu. Apa pun yang terjadi Leo tidak akan membiarkan Jasmine menerima tawaran dari Claudia.
Leo benar-benar melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata agar dia bisa segera sampai ke rumah Jasmine. Dia ingin membicarakan semua ini agar lekas selesai.
Saat sampai di tempat tujuannya, Leo langsung mengetuk pintu rumah Jasmine berharap wanita itu ada di sana karena dia ingin bicarakan semuanya. Tak lama setelah Dia mengetuk pintunya, keluarlah Jasmine di sana. Dia cukup kaget ketika melihat bahwa Leo berada di rumahnya malam ini. Jika bukan hal penting tidak mungkin pria ini jauh-jauh mendatangi rumahnya. Ya, Jasmine ingat sekarang, apakah Claudia sudah menceritakan keinginannya itu pada suaminya?
"Ada apa Tuan- eh...kok begini?" tanya Jasmine udah mulai panik karena Leo menarik tangannya begitu saja keluar dari rumahnya. Mereka bicara di halaman rumah aja sementara Leo tidak ingin ada orang lain yang mendengar mereka apalagi ibunya Jasmine sendiri.
"Aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa apapun yang kau dia minta padaMu jangan pernah menurutinya. Aku minta maaf jika Claudia menyulitkanmu tapi jangan pernah menerima apa pun yang dikatakannya. Aku mohon," ucap Leo sampai memohon pada Jasmine. Melihat pria yang sampai memohon padanya membuat Jasmine merasa bangga karena Leo begitu sangat mencintai istrinya dan dia tidak tergoyahkan dengan apa pun.
"Anda tenang saja tuan karena saya tidak akan menerima apapun permintaan Claudia. Saya masih sadar dan saya sangat sadar, walaupun bisa dibilang perasaan saya terhadap anda itu masih sama tapi saya tidak akan memanfaatkan semua itu untuk kepentingan diri saya sendiri. Bahkan, jika Saya mau bersikap jahat dan egois saya bisa saja menerima semua permintaan Claudia tapi tidak sama sekali bukan?" Leo terduduk di rerumputan rumah Jasmine. Entah mengapa rasanya dia bisa bernafas dengan lidah ketika mendengar jawaban dari wanita ini. Jasmine benar-benar wanita yang sangat tulus dan dia tidak pernah memanfaatkan siapapun untuk kepentingan dirinya. Dia wanita yang bekerja keras dan tidak mengharapkan belas kasihan dari siapapun dan itu yang membuat Leo kagum akan sosoknya.
"Kau tahu Jasmine, aku sangat takut jika kau menerima semua itu. Aku takut jika memang Kamu menerimanya aku tidak bisa memiliki perasaan apapun terhadapmu jika kita menuruti apa keinginan Claudia. Banyak hal yang ku pikirkan sepanjang perjalanan dari rumahku menuju tempat ini. Aku takut menjadi sumber kesakitan kalian berdua. Aku sangat takut jika menyakiti hati mu karena menuruti keinginannya dan aku juga sangat takut jika menyakiti hati Claudia jika suatu saat kita bersama." Jasmine mendengarkan cerita kehidupan pria ini. Entah mengapa dia semakin tertarik untuk mendengarkannya karena menurutnya hubungan Leo dan juga Claudia ini sangat rumit. Sebenarnya tidak rumit juga tidak ada ujian ini di antara keduanya.
"Tuan, apa anda percaya dengan takdir?" tanya Jasmine pada Leo. Pria itu pun melihat ke arah sekretaris pribadinya. Jasmine adalah wanita yang sangat berkompeten dalam bidangnya. Dia bisa menganalisa pasar hanya dalam waktu beberapa menit saja dan itu sangat membuatnya kagum.
"Jika Tuhan ingin mendengarkan sisi pandangku tentang takdir maka aku akan mengatakan bahwa takdir itu jahat. Aku percaya dengan takdir tapi aku ingin menyalahkan mereka dengan keadaanku sekarang. Dulu, aku dan ibuku dijauhi banyak orang karena ayahku yang telah membuat kami ke dalam kesengsaraan. Dia pergi meninggalkan kami dengan segala hutang yang ditinggalkannya. Aku bahkan sampai seperti orang gila bekerja siang dan malam untuk melunasi hutang-hutang itu. Aku juga sampai di katakan wanita malam karena bekerja di club' malam padahal aku hanya bekerja sebagai pengantar minuman dan membersihkan kamar bekas mereka semua. Jika aku mau, aku bisa saja menjual diriku pada mereka untuk melunasi segala hutang-hutang keluargaku dengan cepat tapi aku tidak melakukan itu karena aku masih menjunjung tinggi harga diriku. Tapi sayang, tidak ada satu orang pun yang percaya tentang semua itu bahkan ibuku sendiri pun tidak mempercayainya jika aku tidak pernah melakukan hal itu." mendengar penjelasan dari Jasmine membuat Leo merasa bersalah. Masih teringat jelas diingatan yang bagaimana dulu dia menganggap Jasmine sebagai wanita malam dan dia sering mengatakan hal seperti itu di depannya. Jika nama wanita ini tidak pernah melakukan hal seperti itu, Leo benar-benar merasa menjadi orang yang jahat saat ini.
"Maaf," satu kata yang keluar dari bibir Leo menjelaskan segalanya betapa Dia sangat menyesali ya perbuatannya di masa lalu. Namun, Jasmine sama sekali tidak menganggap itu kesalahan karena bukan hanya Leo saja yang menganggapnya seperti itu karena orang lain pun menganggapnya demikian.
"Anda tidak bersalah karena mungkin jika aku yang berada di posisi anda aku akan mengatakan hal yang sama karena zaman sekarang banyak orang yang lebih percaya dengan apa yang mereka lihat daripada kenyataannya. Tapi aku tidak pernah marah dengan orang-orang yang pernah mengatakan ku sebagai wanita malam karena pada dasarnya aku tidak pernah melakukan hal itu. Yang terpenting bagiku saat ini kehidupanku berjalan dengan lancar, karirku sempurna, aku bahagia hidup bersama ibuku. Cukup, ini semua jauh lebih cukup untukku dan aku ingin mengucapkan begitu banyak terima kasih pada Tuhan Leon yang telah mempercayaiku dan memberiku beasiswa untuk kembali melanjutkan pendidikanku." mendengar semua penjelasan dari Jasmine membuat Leo benar-benar merasa tertampar dengan kenyataannya. Dia tidak menyangka jika dia pernah menjadi orang yang sejahat itu hanya karena melihat dengan matanya saja dia bisa begitu menyakiti hati orang lain.
"Jasmine, aku benar-benar minta maaf padamu dan aku akan mengabulkan satu permintaanmu, tapi tidak dengan membalas perasaanmu." ucap Leo. Jasmine sendiri malah tertawa mendengar apa yang Leo katakan.
Mendengar Jasmin yang tertawa seperti itu membuat beliau cukup heran karena dia merasa bahwa ini tidak lucu sama sekali lalu kenapa wanita itu bisa tertawa seperti itu.
"Jangan bercanda tuan, Saya tidak menginginkan apapun dari anda. Tapi, jika anda memberikan semua ini, maka saya akan memikirkannya nanti. Sekarang pulanglah, ini sudah malam dan peluk Claudia. Dia membutuhkan suaminya saat ini. Sana," Jasmine mendorong bahu Leo untuk pergi meninggalkan rumahnya karena dia tidak ingin jika pria itu masih berada di rumahnya.