
Setelah bicara dengan Amanda dan mengatakan bahwa Naura memintanya berhenti mengejar pria itu, akhirnya mereka langsung menuju ke tempat di mana mereka akan mencoba gaun pengantin yang akan dikenakan Naura nantinya.
Alta sangat beruntung karena Naura bisa menghadapi Amanda dengan begitu tenang. Amanda tidak jauh berbeda dengan Naura yang memiliki sifat tenang. Hanya saja yang membedakan keduanya adalah sifat Amanda yang memiliki ambisi yang besar dan aurat tidak sama sekali. Naura tidak pernah berambisi ingin memiliki sesuatu yang harus didapatkannya tapi Amanda, apa yang diinginkannya harus bisa didapatkannya walau dia harus berjuang keras untuk itu.
"Gege, aku tahu kamu mengetahui semuanya jadi katakan padaku jika aku terlalu berlebihan dalam berbicara. Maaf, aku hanya ingin mengatakan apa yang aku rasakan terhadap tante Amanda Dan semoga dia mengerti bahwa kita akan memulai kehidupan yang baru dan dia juga sudah memiliki kehidupannya sendiri. Seperti yang Gege katakan bahwa masa lalu kalian semua sudah selesai dan dia sendiri yang memilih menyelesaikan itu." ujar Naura. Setidaknya dia merasa tenang setelah berbicara dengan wanita yang pernah menjadi bagian dari masa lalu calon suaminya. Semuanya sudah selesai dan untuk itu Naura mengatakan pada Amanda untuk tidak mengganggu Alta lagi karena mereka akan segera menikah.
"Aku harap Amanda bisa mengerti dengan apa yang kamu katakan tidak perlu aku yang harus datang menemuinya. Aku benar-benar ingin memulai kehidupan yang baru bersama kamu dan aku harap bahwa jalan kita akan dipermudah oleh Tuhan." ucap Alta.
Akhirnya mereka berdua turun dari mobil dan masuk ke sebuah butik paling terkenal di pusat kota. Mereka sudah disambut oleh orang-orang butik yang memang sudah menunggu kedatangan jangan mempelai di mana hari ini butik sengaja diliburkan hanya untuk pelanggan istimewa.
Naura sedikit merasa risih dengan penyambutannya dilakukan orang-orang butik pada mereka berdua karena dia memang sangat tidak menyukai hal seperti ini. Itu tersesat seperti membeda-bedakan kasta di antara mereka.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Alta melihat Naura yang terlihat tidak bersemangat hari ini.
"Mereka melakukan penyambutan seolah kita adalah orang yang penting. Tidak perlu harus seperti ini untuk menyambut kedatangan kita cukup bersikap dengan baik pada semua customer itu sudah membuatku merasa bahagia. Tidak seperti ini." ucap Naura.
Dia merasa bahwa mereka tidak pantas diperlakukan seperti ini.
"Sudahlah, mereka melakukan hal seperti ini karena perintah dari atasan. Jadi jangan memikirkan hal seperti ini lagi oke. Pilih saya gaun pengantin manapun yang kamu inginkan asal tidak terbuka maka aku akan menyetujuinya." imbuh Alta.
Mereka langsung dibawa ke tempat di mana Naura akan mencoba satu persatu gaun pengantin yang akan pakai yang sangat acara pernikahan mereka nanti.
Di saat Naura tengah sibuk dengan kegiatannya dia mencoba gaun pengantin yang nantinya akan dipakai dalam acara pengucapan janji suci mereka berdua, di sisi lain Leo tengah berjalan-jalan di pusat kota karena ini adalah pertama kali baginya setelah kembali dan lebih memilih menetap di kota ini.
"Aku benar-benar merasa aneh. Mereka melihat ke arahku seperti melihat orang asing. Bukankah wajahku ini sudah sangat tampan? aku tinggi dan itu adalah keturunan dari Daddy ku yang asli orang Jerman. Lalu wajah tampanku ini menurun dari Mama. Bukankah ini perpaduan yang sangat luar biasa?" tanya Leo.
Dia sendiri terus saja menikmati kegiatannya di kota besar ini sampai tiba-tiba dia bertemu dengan seorang wanita yang berjualan hot dog di pinggir jalan. Itu terlihat sangat lezat maka dari itu Leo menghampirinya.
"Hey, aku sedang memesan pada mu " ucap Leo yang merasa bahwa wanita itu tidak meresponnya sejak tadi.
"Ibu ku tuli, tapi bukan berarti dia tidak tau pesanan mu. Jadi bersikap lebih sopan lagi pada ibu ku jika tidak ingin aku memanggil semua orang di sini untuk menghajar mu." ucap seorang gadis yang tiba-tiba saja datang dan langsung memarahinya.
Sementara Leo sendiri, dia tidak tahu jika wanita yang berjualan itu adalah salah satu wanita berkebutuhan khusus.
"Maaf, aku pikir karena ibumu tidak menjawab apapun maka aku mengulangi lagi. Sungguh, aku benar-benar tidak tahu jika ibumu tidak bisa mendengar." ucap Leo dengan rasa bersalahnya.
Dia tidak bermaksud bersikap kasar terhadap wanita yang sedang membuat hot dog tersebut.
Hanya saja dia memang tidak mengetahui bahwa wanita itu tuli.
"Jika kau tidak tahu siapa ibuku itu artinya kau adalah pendatang baru di kota ini."
"Aku Leo dan aku baru saja pulang dari Amerika untuk kembali menetap di kota kelahiranku. Maaf, aku tidak bermaksud untuk merendahkan ibumu karena aku benar-benar tidak mengetahui jika ibumu itu memiliki kekurangannya sebagai seorang wanita." jelas Leo.
Dia berusaha untuk bicara dengan gadis yang masih sangat mudah dan mungkin saja seumuran dengan Leo.
"Sudah, siapapun kau aku tidak peduli denganmu. Jadi katakan dengan ulang apa pesanmu tadi biar aku yang akan membuatkannya untukmu." imbuh gadis berambut pirang tersebut. Gadis yang baru saja terlibat percekcokan dengan Leo itu ternyata adalah Putri kandung dari wanita yang berjualan hot dog yang sangat terkenal itu.
"Kau itu manis sekali jika sedang marah seperti itu. Apakah aku sudah terlihat tampan di matamu?" tanya Leo lagi
Tingkat rasa percaya diri seorang Leo itu memang sangat luar biasa dan siapapun kamu jika bertemu dan berhubungan langsung dengan Leo maka kamu harus siap untuk mendengarkan segala kisah yang diceritakan olehnya. Jangan pernah mengganggunya jika dia berada dalam ruangan komputernya.
" Dasar oang gila!" umpat gadis tersebut saat dia mendengar apa yang Leo katakan dan menurutnya itu tidak masuk akal sama sekali.