One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Pertemuan Sidang



Setelah menjelaskan pada Daddy-nya tentang panggilan sidang tentang pemukulan yang telah di lakukan sendiri oleh Leo.


Kini, Leo di temani daddy-nya untuk menghadiri sidang pertemuan tersebut dengan keluarga Hudson.


"Langsung saja, aku datang ke sini bukan untuk membenarkan apa yang putra kulakukan terhadap putramu tapi aku juga tidak membenarkan perbuatan putramu yang telah memfitnah putraku. Jadi katakan padaku apa yang kalian inginkan." tanya Leon pada kedua orang tua dari korban pemukulan yang dilakukan oleh putranya.


"Putraku tidak mungkin melakukan hal seperti itu karena aku tahu siapa putraku. Dia putra yang baik saat di rumah jadi dia tidak mungkin melakukan hal buruk di luar sana." jawab ibunya Hudson karena dia tidak percaya bahwa putranya telah melakukan hal tersebut pada putra pria yang ada di depannya saat ini.


"Itu di dalam bukan? apa Anda mengetahui apa yang putra anda lakukan di luar sana?" tanya Leo yang sengaja mengatakan hal itu dengan begitu mudahnya bahkan dia tidak terlihat takut sama sekali dengan keadaan yang dihadapinya saat ini.



Lihat, bahkan wajahnya saat ini terlihat sangat menyebalkan sekali di mata rivalnya. Dia sangat ahli dalam melakukan hal seperti ini dan tidak ada yang bisa mengalahkan Leo jika dia sudah dalam mode memberontak.


Wajahnya memang sangat polos seperti malaikat tapi tidak ada yang tahu jika di dalam diri Leo terdapat jiwa pemberontak yang besar dan seperti saat ini dia sedang menunjukkan sisi lain dirinya.


"Jaga sopan santun kamu!" sentak ibunya Hudson ketika dia tidak terima dengan apa yang anak muda itu katakan tentang putra kesayangannya.


Dia sangat yakin jika putranya tidak pernah melakukan hal buruk di luar sana karena yang dia tahu selama ini adalah Hudson anak yang baik.


"Untuk apa aku menjaga kelemahanku sementara anda sendiri tidak bisa menghargai orang lain. Putra memang bersalah dan dia telah memancing amarahku. Aku tidak mengenalnya dan aku tidak ingin terlibat masalah apapun dengannya. Bukan hanya dengan dirinya saja tapi aku juga tidak ingin terlibat masalah apapun dengan orang lain karena menurutku itu tidak penting sama sekali. Jadi jika ingin mengetahui yang sesungguhnya aku bisa mengatakan fitnah apa yang telah putra anda lakukan." tanya Leo yang sengaja terdiam dan tidak bisa menjawab apapun lagi yang dia katakan.


Leo hanya ingin memberi pelajaran pada Hudson bahwa apa yang telah dia lakukan terhadapnya itu salah. Bukan hanya dengan dirinya saja, tapi dengan orang lain.


"Seharusnya sebagai anak salah satu petinggi universitas dia harus bisa menjadi contoh yang baik untuk anak-anak lainnya tapi ini tidak sama sekali. Dia berlagak seperti pangeran mahkota dan ingin dihormati banyak orang sementara dia sendiri tidak bisa menghormati orang lain. Apa itu sikap yang pantas di miliki seorang mahasiswa dan anak salah satu petinggi universitasnya?" Leo kembali menyatakan hal seperti itu hingga membuat keluarga Hudson diam dan tidak bisa menjawabnya lagi.


"Begini saja tuan Leon, siapa penyesalan sini mari kita sudahi permasalahan ini dan kita jalin hubungan dengan baik. Aku tidak ingin hubungan kerjasama kita menjadi buruk hanya karena masalah sepele seperti ini."


"Sayang, ini bukan masalah sepele karena anak itu telah melakukan kekerasan terhadap putra kita. Bahkan Hudson saat ini masih di rumah sakit." sela wanita itu karena memang dia tidak terima dengan apa yang suaminya katakan tentang semua permasalahan ini.


"Diam Hilma, kau tidak harus ikut campur dengan urusanku saat ini." ucap ayahnya Hudson ketika istrinya terus saja berbicara yang tidak-tidak tentang permasalahan ini.


"Beruntung mama ku tidak ikut, jika Mama kau sampai ikut dan berada di sini maka aku akan pastikan bahwa anda akan habis di babat olehnya. Mamaku bukan wanita sembarangan dan anda tidak ada apa-apanya dibandingkan mama terhebatku."


"Leo, hentikan ini. Kamu tidak seharusnya mengatakan hal seperti ini karena ini semua permasalahan juga berasal dari kamu." ucap Leon yang melihat Leo terus saja melawan.


"Leo sudah katakan bahwa Leo tidak akan memulai semuanya jika tidak dimulai lebih dulu. Jika mereka berani datangkan putra mereka untuk datang ke sini dan menghadapiku maka akan aku tunjukkan padanya bagaimana cara menjelaskan yang sesungguhnya." tegas Leo.


"Jika kalian ingin nama bayi kalian masih terjaga maka hentikan semua ini dan cabut laporan atas pengadilan itu. Tapi kalau masih ingin melanjutkan semua ini denganku maka dengan senang hati aku akan meladeni. Sekarang kami pamit," Leo mengajak daddy-nya untuk pergi meninggalkan restoran mewah ini karena memang dia sudah terlalu muak dengan semua ini.


Begitu juga dengan Leon, dia pergi mengikuti putranya setelah mereka bicara dengan keluarga korban dari hantaman keras putranya.


Di dalam mobilnya yang sama, keduanya sama-sama terdiam cukup lama sampai Leo yang bicara lebih dulu pada putranya saat ini.


"Sudah lama kita tidak jalan bersama. Apa ingin pergi ke luar hanya untuk sekedar bercerita?" tanya Leon pada putranya.


"Mau minum kopi?" tawar Leo dan sebagai ayah Leon menganggukkan kepalanya karena dia sudah lama juga keluar bersama putranya seperti ini.


"Boleh, tapi Daddy tidak suka americano karena menurut Daddy itu terlalu pahit sekali."


"Bahkan Leo sering meminum americano sampai 8 shot karena harus begadang untuk pengerjaan tugas kuliah."


"What? aapa kamu sadar Leo? 8 shot itu sangat mengerikan." ucap Leon yang tidak percaya jika putranya bisa meminum 8 shot americano dan itu sangat luar biasa menurutnya.


"Sudah biasa dad, sekarang ayo kita minum kopi. Kita bisa menikmati kopi dengan bersantai di pusat kota."


"Terserah," jawab Leon dan Leo pergi membawa daddy-nya untuk membeli kopi.


Setelahnya mereka berdua menikmati kopi di pusat kota. Leo membuka atap mobilnya hingga kini keduanya bisa menikmati suasana malam di pusat kota.


"Apa kamu sering seperti ini jika malam hari saat di luar?" tanya Leon karena sejak 5 menit tadi mereka hanya diam saja.


"Tidak juga, setidaknya Leo melakukan hal ini jika merasa penat dan lelah dengan keadaan. Terkadang mama terlalu takut jika Leo melakukan hal yang tidak-tidak di luar."


"Mama mengkhawatirkan anak-anaknya karena dia tau bagaimana dunia malam karena-"


"Mama mantan wanita malam?" potong Leo ketika daddy-nya bicara.


"Apa kamu malu terlahir dari seorang mantan wanita malam?" Leo menggelengkan kepalanya karena dia tidak malu sama sekali karena terlahir dari mantan wanita malam.


"Lalu untuk apa kamu mengatakan hal yang menyakitkan pada mantan wanita malam juga? Jasmine tidak salah karena dia melakukan hal benar. Tidak ada wanita yang mau terjerumus ke dunia malam jika tidak terdesak dan Daddy yakin ada alasan di balik semua yang dia lakukan." ucap Leon yang membuat putranya langsung terdiam dan tidak bisa menjawabnya lagi.