One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
Khawatir



Alicia terus saja mundur-mandir ke sana kemari sambil memegang ponselnya. Sudah sore seperti ini tapi putrinya belum juga pulang dari sekolah.


Tadi Naura sudah mengatakan bahwa dia akan pulang terlambat. Tapi Alicia tidak menyangka jika Naura bisa begitu terlambat seperti ini.


Jika tadi di luar cerah, mungkin dia tidak akan sekhawatir ini.


" Leon, aku mohon cepat cari Naura. Ini sudah jam 04.00 sore dan Putri kita belum pulang. Tolong, tolong cari Naura. Aku benar-benar sama khawatirkan keadaannya saat ini." Ucap Alicia yang kemarin menghubungi suaminya.


Ya, saat ini yang juga tengah berusaha untuk mencari keberadaan Naura saat dia mendapatkan telepon dari Alicia bahwa Putri mereka belum juga pulang sejak tadi.


Jika lean tahu kejadian yang akan seperti ini maka dia tidak akan membiarkan Naura pergi sendirian.


" Tolong tenangkan dirimu sebentar Alicia. Aku berusaha untuk mencari putri kita, jadi jangan khawatir. Aku akan membawanya pulang." Ucap Leon berusaha untuk menenangkan istrinya agar tidak terlalu panik.


Saat ini juga lewat sedang berada di jalanan untuk mencari keberadaan putrinya. Dia juga berusaha sangat khawatir apalagi hujan begitu deras di luar sini.


Entah mengapa pikiran buruk terus saja berputar di kepalanya. Leon takut jika ada terjadi sesuatu pada Putri kecilnya. Sejak dulu hingga saat ini Leon masih menganggap bahwa Naura adalah Putri kecilnya walau gadis itu sudah tumbuh remaja.


" Aku mohon tolong cari Naura. Aku bisa berpikir dengan tenang di rumah. Di luar hujan sangat lebat, jadi aku tidak bisa berpikir dengan tenang untuk keselamatan putri ku." Pinta Alicia dengan penuh permohonan pada suaminya.


" Tenanglah Alicia, Naura akan baik-baik saja. Aku janji itu. Sekarang aku tutup telponnya. Aku masih di jalan saat ini."


Mereka berdua menyudahi sambungan teleponnya karena Leon juga masih berada di jalan. Alicia juga tidak ingin membuat suaminya terganggu konsentrasinya karena kekhawatiran yang terlalu berlebihan menurutnya.


Tidak Alicia, apa yang kau lakukan itu tidak berlebihan sama sekali. Itu sudah sangat luar biasa dan kau benar-benar menjadi ibu yang hebat untuk Naura.


Kau bisa menyayanginya dan membesarkannya tanpa perbedaan kasih sayang antara beliau dan juga dirinya. Kau ibu yang hebat Alicia dan bahkan merasa bangga pada dirimu.


" Mama, mama kenapa?" Tanya Leo pengingat bahwa mamanya terus saja bergerak ke sana kemari sifat tadi.


Entah apa yang membuat wanita itu bersikap demikian. Leo malah berpikir bahwa Alicia seperti itu karena dirinya hingga membuatnya langsung meminta maaf pada Mamanya.


" Maafkan Leo ma. Maaf karena Leo sudah nakal. Leo berjanji bahwa Leo tidak akan nakal lagi, tapi Leo mohon Mama jangan menangis seperti ini." Putranya juga merasa sedih saat melihat Alicia yang terlihat begitu hangat sampai meneteskan air matanya.


" Mam menangis bukan karena Leo nakal. Mama menangis karena memikirkan keadaan kakak kamu. Di mana Naura jam segini belum pulang. Mama hanya mengkhawatirkan itu saja." Leo mengapa saat ini bahwa mamanya itu sangat mengkhawatirkan kakaknya yang cantik.


" Kakak kan Baik Ma, pasti Tuhan akan melindunginya. Tuhan akan sayang pada umatnya yang taat beribadah padanya dan menurut beliau kakak Naura adalah umat yang taat. Leo yakin bahwa Tuhan menyayangi kakak Naura Ma."


...****************...