One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Melahirkan



Semua langsung panik ketika melihat Jasmine yang m rasakan sakit di bagian perutnya. Sumpah demi apa pun, rasanya mereka langsung panik ketika melihat hal itu.


Apalagi saat ini Leo sedang berada di luar kota, jadi mereka langsung membawa Jasmine ke rumah sakit karena wanita itu tidak bisa melahirkan secara normal maka mereka harus melakukan operasi Cesar. Memang seharusnya Jasmine sudah berada di rumah sakit tapi karena HPL masih beberapa hari lagi maka dia tidak merasakan hal itu sama sekali. Tapi saat ini tiba-tiba saja Dia merasakan sakit dan langsung dilarutkan ke rumah sakit.


Seluruh keluarga merasa panik, terutama Alicia sendiri. Dia sangat panik memikirkan keadaan menantunya.


"Oma, Oma jangan panik seperti itu. Jika Oma panik maka mommy juga akan panik. Percayalah jika mommy dan adik bayi akan baik-baik saja," ucap Sean yang berusaha untuk menyenangkan Alicia. Bagaimana pun mereka tidak boleh panik karena jika mereka panik itu juga akan berpengaruh pada Jasmine yang hendak melahirkan. Entahlah, rasanya Alicia benar-benar panik, karena sudah sangat lama tidak merasakan hal seperti ini.


Terkahir kali dia menghadapi orang yang hendak melahirkan adalah saat Naura melahirkan Nayla.


"Astaga, Oma sampai melupakan hal itu. Maafkan Oma sayang, amandemen panik saat ini jadi omong tidak bisa berpikir dengan baik. Oma hanya takut jika terjadi sesuatu pada mommy dan juga ada kamu.


"Baiklah Oma, jangan panik lagi ya. Kasihan mommy!" jelas Sean. Mereka tidak panik lagi karena saat ini sudah sampai di rumah sakit.


Saat mereka sampai di rumah sakit, Jasmine langsung dibawa ke ruang operasi saat itu juga karena memang dokter sudah menunggu. Semua sudah langsung disiapkan ketika Leon menghubungi pihak rumah sakit saat mendapatkan kabar jika istrinya tiba-tiba merasakan sakit dan langsung menuju rumah sakit bersama keluarganya.


"Mama, sakit Ma," ucap Jasmine pada Alicia.


Begitu juga dengan Alicia, dia merasa kasihan dan tidak tega ketika melihat menantu kesayangannya itu merasakan sakit seperti itu.


"Sabar sayang, mama tau jika itu sakit, tapi bertahanlah. Leon akan segera kembali." Alicia berusaha untuk membuat Jasmine tenang agar operasinya bisa berjalan dengan lancar. Dia hanya bisa berdoa pada Tuhan untuk memberi kesehatan dan keselamatan bagi menantu dan juga calon cucunya ya sebentar lagi akan lahir.


Di saat Alicia dan juga Jasmine berada di rumah sakit, di dalam pesawatnya Leo terlihat sangat gelisah sekali. Dia berusaha untuk menghubungi orang-orang yang pergi ke rumah sakit namun tidak ada yang bisa dihubungi karena ponsel Alicia tertinggal di mobil begitu juga dengan ponsel Sean.


Karena tidak bisa menghubungi siapapun membuat Leo semakin dirundung rasa panik yang sangat luar biasa. Ketakutannya benar-benar sangat nyata sekali. Entah mengapa bayang-bayang kehilangan kembali menghantuinya. Dia pernah merasakan kehilangan yang sangat dalam ketika Claudia pergi meninggalkannya dulu dan saat ini dia tidak ingin kembali merasakan hal yang sama.


Leo takut jika Jasmine tidak selamat dan pergi meninggalkannya.


"Tidak! aku mohon jangan lagi mengujiku dengan sebuah kehilangan Tuhan. Aku sudah cukup sakit ketika merasakan bagaimana kehilangan Claudia dan aku tidak ingin kembali merasakan rasa sakit itu. Jika dulu aku bisa bangkit dari Claudia karena Jasmine, maka tidak dengan kali ini. Aku tidak tahu bahwa aku bisa bangkit lagi atau tidak. Aku mohon jangan menguji ku seperti ini Tuhan, aku mohon." Leo terus aja berdoa dan dia berharap bahwa tidak akan terjadi apa-apa pada kedua orang yang sangat di cintanya.


Jasmine dan calon anaknya itu benar-benar sangat penting sekali baginya. Dia tidak siap jika dia harus kehilangan salah satu di antara mereka.


Langit terlihat sangat cerah sekali di luar dan Leo melihatnya dari kaca jendela pesawat pribadi miliknya.


"Tolong lebih cepat lagi! Aku harus sampai di rumah sakit secepatnya. Tolong bantu aku pak," ucap Leo dengan memohon.


Sungguh, dia ingin cepat-cepat sampai ke rumah sakit agar bisa melihat Jasmine dan calon anak mereka berharap bahwa dia tidak terlambat. Tapi sayangnya dia benar-benar terlambat, karena Jasmine sudah berada di ruang operasi.


Tepat saat Leo sampai di depan ruangan operasi Jasmine, dis mendengar suara bayi yang baru saja menangis. Tubuh Leo menegang kaku. Dia tidak bisa melakukan apapun lagi saat ini ketika mendengar suara tangisan bayi dari ruangan tempat di mana Jasmin berada saat ini.


Sumpah demi apa pun, rasanya dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang dialaminya saat ini.


Alicia langsung menghampiri Leo dan memeluk putranya. Dia tau bahwa saat ini Leo membutuhkan pelukan darinya.


"Mama, anak Leo sudah lahir Ma, anak Leo sudah lahir." air matanya jatuh ketika mendengar suara tangisan dari anaknya.


Tapi ada setitik rasa takut di dalam hatinya ketika mendengar suara tangisan dari anaknya di dalam ruangan sana. Leo takut jika terjadi sesuatu pada Jasmine.


"Selamat sayang, selamat karena kamu sudah menjadi seorang ayah dan karena anak kamu sudah lahir." ibu dan anak itu masih saling berpelukan tanpa mereka tau jika saat ini Sena mundur dan berlalu dari mereka berdua.


Tidak ada yang menyadari hal itu karena mereka masih memikirkan keadaan Jasmine dan anaknya yang masih berada di dalam ruangan operasi.


Tak lama suster keluar dari ruangan operasi dengan membawa box bayi dan di dalam box bayi tersebut ada anak Leo yang ternyata berjenis kelamin laki-laki juga.


"Selamat tuan, anak Anda lahir dengan selamat dan tidak kekurangan satu hal apa pun." suster memberikan selamat atas kelahiran anaknya dengan Jasmine membuat perasaan Leo semakin di hujani dengan kebahagiaan yang sangat luar biasa sekali.


"Lalu bagaimana keadaan istri saja sus?" tanya Leo yang penasaran dengan keadaan Jasmine saat ini.


"Istri Anda baik-baik saja dan sebentar lagi akan di pindahkan ke ruang rawat inap. Sebentar lagi juga akan keluar. Jika begitu kamu permisi lebih dulu Tuan." suster tadi pergi meninggalkan Leo dan juga Alicia karena mereka harus membawa bayinya ke ruangan bayi sebelum pindah ke ruangan bersama ibunya nanti.


Mereka masih tidak sadar dengan apa yang terjadi saat ini, bahwa Sean tidak lagi berada di dekat mereka berdua.


***