One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Laporan



Pagi ini di rumah besar keluarga Alta tengah terjadi keributan, dimana tiba-tiba saja ada surat panggilan dari pengadilan atas pemukulan terhadap Adrian Prambudi yang di lakukan oleh Prince Alta King Alexander.


"Apa ini Al?" tanya Matheo setelah dia selesai membaca surat dari pengadilan untuk pemanggilan atas nama putranya sendiri.


"Daddy sudah melihatnya, lalu apa lagi?" tanya Arta yang sama sekali tidak peduli dengan surat pemanggilan atas dirinya. Dia memang tidak perlu di atas surat itu karena dia akan menghadapi Adrian sampai ke ujung dunia pun.


"Gege.." Naura berusaha untuk menegur suaminya agar tidak berbicara kasar lagi terhadap Daddy-nya.


"Biarkan saja Naura, Daddy ingin mendengar darinya langsung apa yang telah diperbuatnya terhadap Andrian." ucap Matheo yang membuat Alta mau tidak mau menceritakan apa yang terjadi antara dirinya dan juga Adrian pada malam itu.


"Al memukulnya hingga dua terjatuh di lantai sampai tidak bisa bergerak lagi. Bukan hanya sekali, makan album berkali-kali sampai dia tidak bisa berkata apapun lagi setelah Al menghajarnya." jawab pria itu tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Dia memang tidak pernah merasa bersalah atas apa yang telah dilakukannya terhadap Adrian karena memang menurut dia tidak salah.


"Lalu bagaimana dengan surat pemanggilan ini?" tanya Matheo lagi yang membuat Sheila merasa bersalah atas apa yang telah terjadi saat ini.


Alta melakukan hal ini demi dirinya, dan karena Sheila sendirilah kakaknya itu harus berurusan dengan hukum seperti ini.


"Pergi dan bawa Shiena bermain. Dia tidak boleh mendengar apa yang akan kita bicarakan saat ini." salah satu pelayan di sana membawa Shiena untuk pergi meninggalkan ruangan keluarga tersebut karena saat ini mereka tengah membicarakan perihal perceraian antara Adrian dan juga Sheila.


Setelah memastikan bahwa keponakannya ada saudara pergi dibawa oleh pelayan membuat Alta langsung kembali memulai pembicaraan diantara keluarga besarnya saat ini.


"Kau siap berpisah dengan Adrian Shi?" tanya Alta pada adiknya karena dia benar-benar ingin tahu apa yang diinginkan adiknya itu saat ini.


"Jangan takut, kakak tidak akan pernah memaksakan kehendak kakak ataupun Daddy. Mamu harus berani untuk mengatakan apa yang kamu inginkan tanpa harus takut dengan siapapun saat ini. Kakak berjanji bahwa kakak akan terus mendukungmu apapun keputusan yang kamu ambil. Kakak percaya padamu Shei." air matanya mengalir begitu saja saat kakaknya ya terlihat begitu membela dirinya dan memperjuangkan hak yang seharusnya menjadi milik Sheila.


Melihat Sheila menangis seperti itu membuat Sheela dan juga Naura memeluknya. Begitu juga dengan Diandra yang tidak tega melihat keadaan adiknya saat ini.


"Jawab kakak Sheila." ujar Alta yang membuat air mata adiknya itu semakin mengalir deras dari kedua bola mata indahnya.


"Sheila ingin bercerai dengan Adrian dan mendapatkan hak asuh atas Shiena. Setelah kami bercerai nanti, Shei akan ikut kakak tinggal di Moskow saja agar kami berdua bisa kembali memulai kehidupan baru tanpa Adrian." ucap Sheila yang membuat Naura merasa senang sekaligus sedih dengan apa yang wanita itu katakan.


Sedih sekali kehidupan wanita cantik ini. Cantik wajahnya Sheila tidak menjamin keberhasilannya dalam berumah tangga.


"Kamu yakin?" tanya Alta sekali lagi untuk memastikan apakah adiknya ini benar-benar ingin bercerai dengan Andrian dan ikut tinggal bersamanya Moskow atau tidak sama sekali.


"Aku yakin kak." jawab Sheila yang membuat senyuman Alta langsung mengembang dengan sempurna.


"Jika begitu semuanya sudah sangat bukan? kita akan langsung mengurus surat-surat perceraian antara Sheila dan juga Adrian. Al akan mengurus semuanya dan memenangkan hak asuh atas Shiena anaknya Sheila." ucap Alta dengan penuh keyakinan hingga membuat mereka semua hanya bisa pasrah saja dengan keputusan Sheila karena mereka pikir ini adalah yang terbaik untuknya dan juga anaknya.


Saat mereka tengah membicarakan hal ini, tiba-tiba saja ponsel milik Sheila berdering dan Alta bisa melihat nama siapa yang tertera di ponsel milik Sheila yang tergeletak di atas meja.


"Angkat dan aku ingin mendengarnya." ucap Alta lagi hingga membuat Sheila langsung menjawab panggilan telepon dari pria itu.


"Ha-halo." sapa Sheila saat sambungan telepon pertama kali tersambung dan tak lama terdengar suara Adrian yang terdengar sangat menyebalkan sekali di telinganya saat ini.


"Aku yakin jika keluargamu sudah menerima surat itu bukan? jadi bersiaplah untuk kalah Sheila. Aku akan merebut Shiena darimu dan aku tidak akan pernah bertemu dengannya lagi." ucap Adrian yang membuat kedua tangan Alta langsung terkepal erat karenanya.


"Sebelum kau melakukan hal itu, aku sudah lebih dulu melakukannya Adrian. Aku akan pergi meninggalkanmu dan membawa Shiena ikut bersamaku. Jadi, maaf jika kau terlambat terlambat dan salah di mata keluargaku karena kau itu semua memang kesalahanmu sendiri Adrian, jadi jangan salahkan siapapun atas kejadian ini." Ucap Sheila yang sedang berusaha untuk menahan tangisnya agar tidak keluar dan didengar oleh Adrian.


Sheila benar-benar menahan semua perasaannya karena dia tidak ingin Adrian mengetahui bahwa dirinya saat ini tengah menangisi keadaannya.


"Kau gila Sheila. Kemana kau akan membawa Shiena?" tanya Adrian yang tidak percaya dengan apa yang Sheila katakan padanya.


"Kau sendiri yang membuatku gila dan berubah seperti ini Adrian. Aku benar-benar bersumpah bahwa aku akan membawa Shiena pergi jauh darimu agar dia tidak mengingat bahwa dia memiliki ayah yang tidak pernah menyayanginya." jawab Sheila yang langsung mematikan sambungan teleponnya saat ini.


Entahlah, entah bagaimana lagi cara Adrian menghubungi Sheila karena Boneknya sudah tidak aktif lagi dan itu membuat Adrian semakin kesal dan dia sampai berteriak untuk meluapkan kekesalannya.


"Ahk...aku akan membuatmu menyesal Sheila. Aku akan membuatmu menyesal." ucap Adrian tanpa rasa malu sedikitpun.


Sheila sendiri semakin menangis karena dia telah berhasil untuk menghilangkan ketakutannya pada Adrian dan buktinya dia bisa saat ini.


"Jangan menangis Sheilla, kakak di sini. Kakak berserta Mommy dan Daddy akan selalu ada untuk mendukung kamu. Setelah semua ini selesai kita akan langsung pergi ke Moskow. Kita akan tinggal di sana untuk memulai kehidupan kamu yang baru. Kamu bisa tinggal di rumah kakak bersama Naura karena kakak yakin jika Naura pasti akan sangat senang memiliki teman di rumahnya. Benarkan sayang?" Naura menganggukkan kepalanya karena dia benar-benar senang saat mengetahui bahwa Sheila adik iparnya itu akan ikut tinggal bersama mereka di Moskow. Apalagi Shiena yang juga ikut bersama mereka.


Itu benar-benar membuat Naura merasa sangat bahagia.