
Leon buru-buru mengendarai mobilnya dari kantor menuju sekolah Naura. Dia sudah memiliki janji pada kedua wanita itu bahwa dia akan datang untuk menjemput mereka siang ini.
Tapi kenyataannya dia malah terlambat. Dia lupa bahwa dia memiliki janji pada mereka berdua.
Hingga saat Leon sampai di sekolah Naura, dia sudah disuguhi wajah masam kedua wanita beda usia itu.
" Sayang, maaf aku--" Keduanya tidak ada yang menjawab karena mereka berdua langsung masuk ke dalam mobil tanpa memperdulikan lagi pria itu.
Ya, Alicia sudah meracuni Naura untuk merajuk pada pria itu. Mereka menunggu lebih dari setengah jam di sini karena pria itu yang melupakan janjinya.
Leon sendiri hanya bisa menghela nafasnya dengan berat. Dia tahu bahwa kedua wanita itu pasti tengah bersekongkol untuk mengerjainya.
" Kenapa kalian mendiamkan ku seperti ini? aku tadi bekerja dan pekerjaanku terlalu banyak jadi aku melupakan janjiku untuk menjemput kalian berdua." Ucap Leon pada kedua wanita yang sudah tidak memperdulikannya lagi itu.
Alicia sibuk dengan ponselnya dan Naura sibuk dengan iPad miliknya. Mereka berdua memang sengaja mengabaikan pria itu.
" Sayang...ayo bicara." Ucap Leon yang masih berusaha untuk meminta maaf pada Alicia.
" Daddy, mama Al itu lapar. Kami sudah makan di kantin sekolah tapi mama masih lapar. Katanya adik bayi yang ada di perut Mama ingin makan ramen Jepang." Gadis kecil itu memberikan kejelasan pada Daddy-nya tentang mengapa ibu tirinya itu mendiamkan Leon.
" Naura, mama Al akan marah. Kan sudah mama katakan jangan bicara dengan Daddy kamu. Dia itu orang yang paling menyebalkan di dunia ini." Jawab Alicia.
Dia sudah kesal dengan suaminya itu malah Naura membuka suara seperti itu pada Leon.
" Maaf Ma, tapi kata ibu Miss Steffy kita tidak boleh berbohong pada orang tua. Daddy itu orang tua Naura jadi Naura tidak boleh berbohong." Leon langsung mengembangkan senyumannya saat mendengar apa yang Naura katakan.
Itu semua terbukti dengan pemikiran cerdas gadis kecil itu. Dia berpihak padanya.
" Huh, kalian menyebalkan! Naura jangan minta ice cream milik Mama Al lagi. Semua yang berada di kulkas itu semua ice cream milik Mama Al dan Naura tidak boleh memintanya." Wajah gadis kecil itu langsung murung.
Dia tidak diperbolehkan makan ice cream kesukaannya lagi. Apa dia salah karena telah membela Daddy-nya?
" Tidak masalah sayang, yang Daddy banyak. Kamu bisa membeli ice cream sepuas mu bahkan kita akan membeli pabriknya sekalian. Terima kasih karena telah berpihak pada Daddy." Ucap Leon dengan penuh rasa bangga dan kemenangan.
Begitu juga dengan Naura, senyumnya langsung mengembang dengan sempurna ketika dia mendapatkan apa yang diinginkannya.
" Apa jika kita membeli pabrik es krim murah bisa mengajak teman-teman Naura pergi ke sana dan makan es krim sepuasnya?" Tanya gadis kecil itu dengan polos.
Leon langsung menganggukkan kepalanya dengan semangat. Dia benar-benar akan membelikan pabrik ice cream untuk Naura jika memang Putri kecilnya itu menyukainya.
" Oh jelas! Naura boleh mengajak siapapun pergi untuk makan ice cream, tapi jangan lupa untuk memberikan pada Mama Al. Nanti Mama Al kamu akan nangis jika tidak di beri ice cream."
Bugh...
Alicia memukul lengan suaminya karena telah meracuni pikiran gadis kecil itu hingga membuatnya bersekongkol untuk melawannya saat ini.
...****************...