One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Kehidupan Kita



"Ayolah Jasmine, jangan terus memikirkan hal seperti itu. Aku melakukan semuanya untuk kamu jadi jangan lagi memikirkan hal yang tidak penting seperti itu. Ayolah, kita hidup bukan dari omongan mereka jadi jangan pernah memikirkan tentang orang lain karena itu tidak penting sama sekali. Aku juga sudah mengatakan padamu bahwa kamu tidak boleh bekerja lagi karena apa Karena aku tidak akan membiarkanmu menghadapi orang-orang seperti itu di luar sana. Kamu lebih baik diam di rumah dan menemani Mama dan ibu saja. Mereka jauh lebih membutuhkan kamu dan mereka lebih menenangkan dari siapapun. Aku masih sanggup dan aku sangat sanggup untuk menghidupi dirimu." ucap Leo pada istrinya. Dia hanya tidak ingin Jasmine memikirkan hal yang tidak penting seperti ini dan menurutnya apa yang dilakukannya tadi itu sudah tepat. Dia tidak akan mengampuni mereka semua yang telah berani mengatakan hal yang tidak tidak seperti itu.


"Baiklah jika memang itu yang kamu inginkan. Aku akan berhenti bekerja sesuai dengan yang kamu inginkan. Sudah ayo mandi dulu, baru setelahnya kita makan malam."


"Mandiin," ucapkan dengan begitu manja ingin membuat Jasmine benar-benar tidak percaya mendengar apa yang suaminya katakan. Sungguh, Leo benar-benar terlihat sangat menggelikan sekali. Dia tidak pantas mengatakan dalam bersikap manja seperti itu. Menurut Jasmine itu terdengar sangat menggelikan sekali di telinganya.


"Ayolah, mandikan aku. Ayo, cepat." iya benar-benar melakukan hal itu karena dia ingin melihat bagaimana reaksi Jasmine terhadapnya.


"Tidak! kamu tidak pantas bersikap seperti itu. Sudah sana, mandi dulu biar aku masak makan malam untuk kamu. Ingat, jangan meminta hal yang tidak-tidak lagi." akhirnya lihat terpaksa mandi sendiri karena dia tidak mendapatkan apa yang diinginkannya. Lagi pula sudah tidak pantas bersikap seperti itu lagi karena menurutnya itu sangat menggelikan.


"Sudahlah, aku mandi sendiri." akhirnya Leo mandi sendiri dan Jasmine sibuk memasak untuk makan malam mereka berdua.


Di dapur, dia bertemu dengan ibunya yang sedang menyiapkan bahan-bahan makanan yang akan dimasak untuk makan malam nanti dan Jasmine menghampirinya. Dia mengatakan pada ibunya agar dia saja memasak semua itu. Tapi ibunya menolak karena dia juga ingin membantu Jasmine memasak.


Rasanya sudah sangat lama sekali mereka tidak melakukan hal seperti ini. Jadi biarlah mereka melakukannya lagi.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya ibunya dengan bahasa isyarat yang memang hanya itu yang di kuasainya.


"Memangnya aku kenapa?" tanya Jasmine yang berusaha untuk menyembunyikan semuanya dari sang ibu. Dia takut jika ibunya tahu apa yang dirasakannya saat ini maka wanita itu akan merasa sedih. Sekejam apapun ibunya jika sudah bicara tetap saja hatinya tetap seorang ibu yang sangat lembut dan jika putrinya disakiti maka dia juga akan merasakan rasa sakit yang.


Plak!


"Ibu ...," rengek Jasmine saat bahunya di pukul oleh ibunya. Ya, ibunya memang sengaja melakukan hal itu karena dia tahu jika saat ini putrinya sedang berbohong. Entah apa yang disembunyikannya tapi yang pasti dia ingin tahu apa yang telah terjadi diluar sana hingga membuat Jasmine berhenti bekerja.


"Apa kau yakin?" tanya ibunya lagi yang berusaha untuk memastikan bahwa apa yang Jasmine katakan itu benar. Bagaimana pun Dia seorang ibu dan dia tahu apa yang dirasakan putrinya saat ini.


"Aku memang bisu dan tidak bisa bicara tapi aku tahu apa yang kamu sembunyikan. Apa pun ya kamu rasakan saat ini aku juga merasakannya karena aku yang melahirkanmu. Aku juga yang mengandungmu selama 9 bulan lebih 4 hari. Aku tau itu, jadi jangan berbohong padaku tentang apa yang kamu rasakan saat ini!" ucap ibunya. Dia tetap yakin pada pendiriannya bahwa ada yang sedang disembunyikan putrinya saat ini.


"Leo hanya tidak ingin aku kelelahan saja Bu apalagi di luar sana banyak orang-orang yang tidak menyukainya. Dia bilang lebih baik aku di rumah saja menjalani program kehamilan. Leo hanya berusaha menjauhkanku dari orang-orang yang bisa saja berniat buruk padaku. Hanya itu saja," ucap Jasmine yang berusaha menjelaskan pada ibunya. Bukan dia bermaksud berbohong tapi memang itu juga menjadi salah satu alasan dari Leo untuk tidak membiarkannya kembali bekerja.


"Dia bilang lebih baik aku di rumah bersama ibu dan mama, dari pada harus bekerja dan merasakan lelah setiap hari. Ya, walau aku harus berdebat denganmu tapi tetap saja aku kalah."


"Itu memang bagus! artinya dia benar-benar bertanggung jawab atas dirimu. Untuk apa menikah jika masih harus capek-capek bekerja. Uangnya juga banyak dan dia bisa membiayai hidup kamu. Seharusnya kamu merasa senang dan bahagia karena bisa mendapatkan suami sepertinya bukan malah terlihat tidak senang seperti ini." jelas ibunya. Sebagai seorang wanita yang sudah lelah bekerja dari pertama kali menikah hingga saat ini dia tahu dan paham betul bagaimana maksud dan tujuan Leo. Lagi pula nilai itu memiliki segalanya jadi untuk apa lagi zapin bekerja karena pria itu bisa mencukupi apapun yang diinginkan putrinya.


"Ah ibu ..., bukan seperti itu maksudnya. Aku sudah terbiasa bekerja jadi mau tidak mau aku harus menuruti nama lau rasanya aku masih ingin bekerja. Tapi ya sudahlah, sekarang ayo kita masak." Mereka berdua melakukan hal yang sering mereka lakukan dulunya. Memasak adalah kegiatan satu-satunya yang membuat Mereka terlihat dekat seperti ibu dan anak dan beberapa waktu terakhir ini mereka jarang melakukannya karena Jasmine yang sering menginap di rumah mertuanya.


Di saat mereka memasak, Jasmine bertanya pada ibunya apakah wanita itu merasa bahagia dengan kehidupannya saat ini atau tidak dan ibunya langsung menjawabnya.


"Tidak ada satupun ibu yang merasa tidak bahagia karena melihat putri yang dicintai oleh orang yang begitu hebat. Suamimu itu selain tampan dia juga kaya raya. Apa lagi yang membuatku tidak bahagia untuk semua itu? Dia baik hati dan tidak sombong, dia memberikanku uang yang sangat banyak dan setiap bulannya dia mengirimkan uang tunjangan untukku. Aku merasa bahwa aku menjadi wanita tua yang kaya raya. Jika dulu aku harus bekerja keras untuk mendapatkan uang maka saat ini aku hanya akan menunggu saja waktunya uang itu datang. Bukankah itu sangat hebat?"


Jawaban dari ibunya membuat Jasmine hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saja. Tapi memang benar apa yang ibunya katakan karena Leo adalah paket lengkap yang sangat luar biasa untuknya dengan segala kesederhanaan dan kemurahan hatinya.


...****************...