
Setelah selesai membersihkan dirinya, Sean duduk di atas tempat tidur yang ada di dalam kamar ini. Untuk pertama kalinya Dia merasakan kehidupan yang begitu mewah. Walau ini kamar bekas milik pria yang sekarang menjadi ayahnya, tapi tetap saja kamar ini sangat luar biasa sekali.
Setiap sudutnya sangat bagus dan ini adalah kamar keramat Leo saat dia kecil dulu.
Saat Sean sedang menikmati kamarnya, tiba-tiba saja ada seseorang yang masuk ke dalam kamar itu dan bicara dengannya. Itu adalah pria bernama Leo yang sudah menjadi ayahnya saat ini dan mulai sekarang dia juga harus memanggilnya dengan daddy.
"Bagaimana, apa kamu suka kamarnya? Ini kamar Daddy dulu saat kecil." Leo datang menghampiri Sean dan mulai bicara dengannya. Dia ingin mulai melakukan pendekatan dengan anaknya karena mulai saat ini dan seterusnya Sean akan menjadi bagian dari keluarga Casio.
"Ini bagus," jawabnya dengan singkat. Menurut Sean kamar ini benar bagus, jadi dia bisa mengatakan hal itu karena menurutnya memang sangat bagus. Apalagi fasilitasnya sangat lengkap sekali.
"Katakan saja jika kamu tidak suka maka Daddy akan meminta orang untuk menggantinya nanti sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Katakan saja seperti apa dekorasi yang kamu inginkan agar nanti mereka bisa membuatnya untuk kamu." Sean masih diam karena dia merasa bahwa kamar ini sudah jauh lebih dari cukup dan sangat-sangat cukup sekali baginya.
Tapi berbeda dengan pasangan suami istri ini yang mau menganut seseorang anak dari panti asuhan sementara mereka bisa memilikinya sendiri dan itu yang membuat Sean merasa penasaran dan ingin mengetahui apa alasan dibalik ini semua.
"Tidak memerlukan alasan apapun untuk menjadikanmu seorang anak. Aku selalu percaya dengan insting istriku dan Dia meyakinkan keuntungan mengadopsimu dan menjadikanmu putra pertama kami. Kamu juga harus mengetahui jika istriku itu adalah wanita yang sangat baik dan hatinya benar-benar tulus. Jika dia sudah yakin padamu maka aku meyakininya bahwa itu adalah keputusan yang terbaik. Kami sama seperti kamu yang lainnya nanti." Leo jelaskan pada Sean apa alasan di balik aksi mereka yang mengadopsi anak itu. Alasannya cuma satu, karena Leo percaya dengan Jasmine.
"Lalu bagaimana jika suatu saat aku mengecewakan keluarga kalian?" tanya Sean lagi. Dia masih takut dan belum bisa membiasakan dirinya dengan keluarga barunya.
"Itu tugas orang tua untuk mengarahkan anak-anak mereka menuju jalan yang benar. Jika suatu saat kamu salah jalan maka sebagai orang tua kami harus menjadi petunjuk arah yang benar untukmu. Sekali membuat kesalahan itu namanya khilaf, jika
dua kali masih bisa di maafkan maka tidak dengan ketiga kali dan seterusnya. Karena menurutku, orang-orang yang terus-terusan membuat kesalahan yang sama dan kembali mengulanginya itu adalah orang bodoh yang tidak mau berkembang!" jawab Leo dengan tegas. Dia ingin menunjukkan pada Sean bahwa kehidupan itu terus berputar jadi mereka tidak bisa berpangku tangan dengan apa yang mereka miliki karena semua itu harus di iringi dengan usaha dan kerja keras.
"Sekarang kamu sudah menjadi bagian dari keluarga ini dan ingat satu hal, jika mulai saat ini nama kamu adalah Arsean Casio. Jangan pikirkan apa yang orang lain katakan tentang kamu karena kamu hanya fokus untuk belajar dan raih cita-cita kamu. Itu yang terpenting!"