One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Penasaran



" Kakak, ayo katakan padaku sejak kapan kalian kenal. Pria istrinya sangat tampan sekali dan aku rasa dia cocok dengan kakak. Dia tampan, lalu kakak sendiri cantik. Ayo katakan padaku di mana kalian bertemu." Leo terus saja mengganggu Naura dengan segala tingkah lakunya.


Inilah yang terjadi jika anak laki-laki di rumah ini pulang. Leo tidak akan membiarkan mereka semua hidup dengan tenang di rumah ini.


Dia selalu berulah hingga membuat mereka kesal. Itu lah keahliannya selain bermain komputer.


" Kak, ceritakan padaku bagaimana kalian kenal. Apa dia bisa diajak bermain? tapi sepertinya tidak. Ayo cepat katakan padaku apa yang kalian ceritakan tadi di luar." Leo ikut duduk di dekat kakaknya karena malam ini dia akan mengganggu Naura.



" Kakak...." Rengeknya lagi hingga membuat Naura mendesah lelah.


Jika tidak diceritakan maka anak laki-laki di rumah ini akan terus saja mengganggunya sampai pagi.


" Aku tidak pernah mengenalnya secara formal dan pertemuan kami tadi adalah pertemuan formal pertama kami. Aku bertemu dengannya saat di rumah sakit dan dia tidak sengaja menabrak ku. Lalu saat di restoran pun aku tidak sengaja bertemu dengannya. Sudah, itu saja tidak ada hal yang istimewa lainnya." Jelas Naura.


Dia tidak ingin terus diganggu oleh Leo makanya dia menceritakan semua itu. Lagi bola apa yang Naura ceritakan itulah kebenarannya.


Kebenaran bagaimana perkenalan mereka sejak awal hingga saat ini.


" Dan kamu harus tahu bahwa kami bertemu beberapa hari yang lalu." Leo mengangguk-anggukkan kepalanya menanggapi apa yang kakaknya ceritakan.


Ternyata sesederhana itu pertemuan kakaknya dengan calon jodohnya. Tidak ada yang spesial sama sekali menurutnya.


" Lalu usianya, berapa usia spesifiknya kak? aku penasaran dengan wajah imutnya itu. Dia terlihat seperti model-model di Korea sana." Mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Leo membuat Naura merasa bingung ingin menjawab apa.


Dia menggaruk pelipis mata yang tidak gatal sama sekali. Entah mengapa dia masih terpikir dengan usia Alta.


" Kak, kenapa diam? apa yang membuat kamu terdiam seperti ini kak? apa dia seorang penjahat?"


" Mana ada dia seorang penjahat. Aku bingung harus mengatakan yang bagaimana. Entah itu kebenaran atau tidak sama sekali tapi sepertinya itu benar. Usianya sudah 40 tahun dan dia mengatakannya langsung pada ku tadi."


" What the fvck? are you seriously?"


Plak!


Naura memukul paha adiknya saat mendengar umpatan yang keluar dari bibir Leo. Dia sangat tidak menyukai kata-kata kasar seperti itu.


Dia terus memikirkan bagaimana bisa Alta memiliki wajah imut dan secantik itu. Bahkan jika dilihat-lihat wajah Naura dan juga wajah Alta itu sangat berbeda jauh.


Naura memang cantik apa adanya khas seorang wanita bule. Tapi jika dibandingkan dengan Alta calon suaminya itu sungguh terlihat sangat kontras sekali.


Sadar dengan pemikiran Leo yang terus menilainya dengan Alta membuat Naura kesal.


" Berhenti membandingkan antara diriku dengan dirinya. Aku tahu bahwa wajahnya jauh lebih cantik dariku, tapi bukan berarti aku tidak mau melakukan perawatan. Ini gen dari keturunan bule seperti kita. Mom Nathalie bule dan Daddy juga, jadi tidak mungkin aku memiliki wajah asli seperti mama."


" Sudahlah. Besok mau aku antar tidak? aku mau melepas kawat gigi ku karena aku rasa uni sudah rapi."


" Tidak bisa, besok dia akan datang untuk menjemput ku. Aku bingung harus memanggilnya dengan apa. Usianya 40 tahun dan panggilan apa yang cocok untuknya. Tapi tunggu dulu, ayahnya bule sekali bukan, paman Matheo itu keturunan Rusia. Lalu bagaimana bisa dia memiliki wajah seperti itu?" Tanya Naura yang mulai penasaran dengan Alta.


" Apa mungkin ibunya? mungkin memang ibunya kak." Jawab Leo.


" Mungkin. Sudah sana, aku mau tidur karena besok ada praktek pagi. Kamu juga harus istirahat karena sudah menempuh perjalanan panjang. Jangan lagi membuat mama kesal Leo. Kamu selalu saja membuat ulah saat pulang ke rumah." Ucap Naura.


Dia tidak ingin Leo terus menganggu Mama mereka karena sudah pasti Mama Alicia akan mengamuk nanti.


" Aku tidak janji untuk itu. Menganggu mama adalah kebahagiaan dan kerinduan ku. Rasa rindu ku pada Mama yang membuat ku ingin terus menganggu Mama." Jawabnya.


Leo keluar dari kamar kakaknya dan membiarkan Naura berada di dalam kamarnya.


Entah mengapa rasanya dia tidak siap untuk kehilangan kakaknya. Dia takut jika Naura akan di bawa pergi jauh oleh pasangannya nanti.


Leo takut jika dia tidak bisa memiliki teman lagi dan pastinya tidak ada lagi orang yang bisa mengerti dirinya.


" Secepat inikah jodoh kakak ku tuhan? ahhh...rasanya air mata ku ingin keluar." Ucapnya yang mengusap matanya yang terasa panas.


Matanya berkaca-kaca saat memikirkan kakaknya itu. Naura adalah teman terbaiknya. Walau mereka beda ibu, tapi Leo sangat menyayangi kakaknya dengan cinta yang begitu besar.


" Jika dia pergi aku di rumah dengan siapa?" Leo mendesah berat untuk semua ini karena menurutnya cepat sekali Naura ingin menikah.


...****************...