One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Rumah Baru



Setelah berpamitan pada keluarga besar, akhirnya Alta dan Naura berangkat pergi ke Moskow. Tempat dimana mereka akan memulai kehidupan yang baru.


Melihat penampakan rumah di mana mereka akan tinggal membuat Naura takjub.


"Kenapa sayang? apa kamu tidak menyukai rumahnya?" tanya Alta ketika melihat istrinya yang terus menatap ke rumah tempat di mana mereka akan tinggal nanti.


"Bukan tidak menyukainya. Hanya saja rumah ini terlihat sangat keren. Aku suka." jawab Naura yang takut membuat suaminya kecewa.


"Ayo masuk dan semoga kamu menyukai rumahnya. Jika ada yang tidak kamu sukai kamu bisa menggantinya nanti dan aku akan mengirimkan orang untuk merenovasi rumah kita."


"Ini sudah lebih dari cukup Gege." ucap Naura dengan suara lembutnya.


Mereka masuk ke dalam rumah mewah yang telah Alta siapkan untuk istrinya. Walau ini rumah adalah rumah utama peninggalan keluarga Daddy-nya, tapi Alta udah banyak merenovasinya dan semoga saja Naura menyukainya.



Naura benar-benar menatap kagum dengan pemandangan rumah yang akan mereka tempati mulai hari ini. Taman yang luas dengan dikelilingi banyak pohon. Ini adalah tipe rumah idaman Naura.


Dia bisa bermain bersama anak-anak mereka nantinya di halaman yang besar seperti ini.


"Bagaimana sayang? apa kamu menyukainya?" tanya Alta lagi karena dia takut jika istrinya tidak menyukai rumah mereka.


"Sayang, aku suka rumahnya jadi berhenti mempertanyakan apa aku menyukai rumah ini atau tidak. Ini sangat luar biasa dan aku menyukainya."


Deg!


Jantung Alta berdetak kencang ketika Naura memanggilnya sayang. Bahkan dengan berani istrinya itu memeluk tubuhnya. Sungguh rasanya Alta benar-benar sangat bahagia.


Dia memberikan kecupan di kening istrinya dengan begitu dalam dan penuh kasih sayang.


Rasanya hidup bersama Naura adalah impiannya selama ini yang telah Tuhan wujudkan.


"Terima kasih karena telah membalas cintaku Naura. Aku harap kita bisa terus hidup bersama."


"Hooh..." jawab Naura dengan menganggukkan kepalanya sambil berpelukan dengan suaminya.


"Ayo kita lihat kamarnya dulu. Jika tidak menyukainya kamu bisa menggantinya." Alta membawa Naura untuk melihat kamar tidur mereka.


Saat Alta membuka pintu kamarnya, Naura semakin menatap takjub dengan interior rumah ini.



"Ahhh... sofanya warna pink. Aku suka sayang." Naura kembali memeluk suaminya untuk mengucapkan terima kasih atas apa yang telah pria itu lakukan untukmu.


Kemewahan, lalu cinta yang begitu sangat luar biasa yang Alta berikan pada Naura sungguh sangat luar biasa sekali. Entahlah, Naura tidak tahu harus mengatakan apalagi pada suaminya. Pastinya Naura sangat bahagia dengan kehidupannya saat ini.


"Aku melakukan semua ini untukmu. Sekarang ayo lihat balkon kamarnya." mereka berdua jalan bersama menuju balkon dan saat sampai di sana Naura merasa ada sepasang tangan yang membelit pinggangnya.


Alta memeluk pinggang istrinya dan meletakkan dagunya di bahu Naura. Keduanya benar-benar menikmati kebersamaan mereka. Entah apa yang membuat Alta merasa nyaman dengan semua ini.


"Gege..."


"Biarkan ini dulu sayang. Aku ingin menikmati kebersamaan ini. Besok aku sudah harus mulai bekerja dan untuk itu aku ingin memiliki waktu yang banyak bersamamu."


"Aku tetap boleh memasak bukan? nanti setiap harinya aku akan pergi ke kantor untuk mengantarkan makan siang. Kita akan makan bersama dan aku akan menjadi istri yang baik." keduanya terus saja bercerita ke sana kemari tentang apa yang akan mereka lakukan esok hari.


Alta merasa bahwa kehidupannya saat ini sungguh sempurna dan kesempurnaan itu dilengkapi dengan kehadiran Naura bersamanya.


"Jika kita memiliki anak nanti, Gege ingin memiliki anak laki-laki atau perempuan?"


"Aku tidak pernah mempermasalahkan tentang gender. Apapun jenis kelamin anak itu nanti aku akan sangat bersyukur karena Tuhan telah memberikan karunia terhadap kita. Aku cara bawa kamu bisa cepat mengandung anak kita. Aku benar-benar ingin melihat kamu mengandung Naura. Aku ingin melihat anakku tumbuh dengan kedua tanganku sendiri. Biarkan aku melihat rumah kembang anak-anak kita nantinya." Naura sendiri tersenyum saat mendengar apa yang suaminya katakan.


Alta memang sangat luar biasa sekali dan sikapmu sangat dewasa. Kedewasaan inilah yang membuat Naura jatuh cinta padanya. Dia bahkan tidak memperdulikan usia suaminya yang sudah menginjak 40 tahun. Setidaknya wajah tampan suaminya masih bisa disandingkan dengan pria yang masih berusia 20 tahun di luar sana. Bahkan Leo saya pun terkadang merasa iri dengan ketampanan suaminya.


"Sayang..."


"Ya.." jawab Naura pada suaminya ketika pria itu kembali memanggilnya.


"Besok ada aku mulai bekerja kan, jadi jika kamu bosan kamu bisa keluar rumah. Entah ingin pergi berbelanja atau apa agar kamu tidak bosan di rumah."


"Di rumah saja. Sepertinya aku akan memulai hobiku kembali dengan berkebun. Bisa katakan pada orang untuk mengirimkan bunga-bunga yang cantik karena aku ingin menanam banyak bunga."


"Baiklah, katakan saja pada orang di rumah dan mereka akan membantumu nanti. Sekarang bersihkan diri kamu karena aku akan mengajakmu makan malam di luar. Kita makan makan malam di luar untuk menikmati kebersamaan kita." Alta melepaskan pelukannya terhadap Naura dan membiarkan wanita itu untuk pergi membersihkan dirinya.


Di saat Naura tengah membersihkan dirinya Alta langsung menghubungi seseorang untuk meminta mereka untuk mengirimkan berbagai macam bunga ke rumahnya.


"Ada apa?" tanya Alta ketika seorang pelayan datang mengetuk pintu kamarnya.


"Ada orang di bawah dan katanya menunggu tuan."


"Siapa?" tanya Alta karena dia penasaran dengan siapa yang datang. Lagi pula dia tidak memiliki janji dengan siapapun apalagi sampai datang ke rumahnya. Lalu siapa pikirnya.


Karena tidak ingin terus menerka-nerka siapa yang datang ke rumahnya, akhirnya Alta memutuskan untuk turun ke bawah dan melihat siapa yang datang.


Betapa terkejutnya dia saat melihat kedua temannya yang datang ke rumahnya.


"Ada apa?" tanya Alta ketika dia melihat bahwa di sana ada Husein dan juga Arka teman sekolahnya dulu.


Mereka memang berbeda agama, tapi pertemanan mereka sangat luar biasa dan tidak goyah.


"Ahhh...ayo berikan selamat kepada temanmu ini Husein. Dia sudah menikah dan itu artinya dia tidak gila lagi. Aku sengaja ingin membawamu ke sini untuk meruqyah dirinya agar dia bisa segera menikah tapi ternyata dia sudah sadar. Syukur Alhamdulillah karena temanmu sudah sadar." Alta hanya memutar kedua bola matanya dengan malas ketika mendengar apa yang temannya katakan.


Arka, kalian pasti mengingat siapa anak menyebalkan itu. Anak sekolah yang selalu merasa bahwa dirinya paling kaya. Siapa lagi jika bukan Arkana anaknya Satria dan Sarah.


Lalu Husein, dia benar-benar menjadi calon penghuni surga karena imannya sangat luar biasa sekali.


"Selamat teman. Berbahagialah untuk hidup ini." ucap Husein pada Alta yang memang baru saja menikah dan mereka hadir di sana tapi akta tidak melihatnya.