One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Peraturan Baru



Semua hening ketika Leo masuk ke kantin perusahaan. Mereka mengetahui bahwa Leo adalah anak dari pemilik perusahaan tempat di mana mereka bekerja yang selama ini mereka ketahui bahwa anak muda itu adalah salah satu bagian dari tim kebersihan.


Pantas saja dia terlihat tidak seperti orang biasanya karena apa yang dipakainya tidak ada yang murah dan lagi pula auranya sangat berbeda. Lihat, bahkan jika dia sudah memakai pakaian jas lengkap seperti ini terlihat sangat luar biasa sekali.



"Siapa yang bertugas sebagai kepala kantin di sini?" tanya Leo ketika dia berada di kantin perusaan dan melihat semua orang yang sedang bekerja karena dia masuk ke dapur besar itu.


"Sa-saya tuan Leo," jawab seorang wanita dewasa bertubuh gempal yang datang menghampirinya.


Dia mulai ketakutan kesalahan apa yang telah diperbuatnya hingga membuat anak dari pemilik perusahaan turun langsung ke dapur besar kantin.


"Anda sudah tahu sistem bekerja di sini bukan?" wanita gempal itu menganggukkan kepalanya karena memang dia sudah mengetahui bagaimana sistem para pekerja di perusahaan.


"Lalu jika anda mengerti sistem kerja perusahaan kenapa aku melihat bahwa masih ada seorang pekerja yang bekerja di saat jam sudah menunjukkan pukul 06.00 sore. Bukankah itu sudah melanggar peraturan perusahaan?" tanya Leo, sementara wanita itu hanya bisa menundukkan kepalanya saja karena dia tidak berani menatap pada Leo yang berdiri menjulang di depannya.


Entah apa yang di makan anak bos besar mereka hingga memiliki kedua kaki yang begitu panjang.


"Ma-maaf tuan saya tidak tau jika salah satu karyawan saya bekerja sampai lewat jam 06.00 sore. Saya hanya mengatakan padanya untuk membereskan semua itu." jawabnya dengan gugup karena dia takut melihat tatapan mata tajam dari bos muda mereka.


Sementara Jasmine sendiri hanya bisa menghela nafasnya yang terasa berat dengan semua itu. Dia terlihat sangat berwibawa sekali dengan pakaiannya yang seperti itu.


"Aku memaklumi alasan anda karena saya tahu bahwa salah satu karyawan Anda masih anak baru di sini tapi bukan berarti saya akan memakluminya untuk yang kedua kali. Kami dan perusahaan sudah memutuskan bahwa jam lembur kerja hanya sampai jam 06.00 sore tidak lebih dari itu lagi. Jadi jika sampai aku menemukan hal ini untukku yang kedua kalinya maka kalian semua yang akan mendapatkan akibatnya." ucap Leo dengan tegas lalu pergi meninggalkan ruangan kantor itu karena dia ingin bertemu dengan Joe. Rasanya sudah lama dia tidak bertemu dengan pria itu lagi. Apalagi semenjak dia yang menggantikan daddy-nya untuk beberapa hari, jadi dia merasa bahwa pria berkulit hitam itu terlihat menjauhinya.


Benar saja dugaannya, ketika dia datang ke pantry dia sudah melihat bahwa Joe terlihat menghindarinya.


"Kau perusahaan ini?" ancam Leo pada temannya karena dia tahu bahwa Joe tidak akan berani melakukan hal itu lagi.


"Maaf tuan muda, saya hanya-"


bugh...


Joe diam saja ketika Leo menendang kakinya karena dia tau bahwa temannya yang baik hati itu tengah merasa kesal dengan apa yang telah dilakukannya.


"Kau benar-benar ingin aku mengulitimu hidup-hidup agar kulitmu aku jadikan karpet?" Joe tetap diam saja ketika Leo terus saja mengatakan hal yang tidak masuk akal menurutnya.


Entah apa yang membuat pria itu terus saja mengomentari sana kemari hingga membuat Joe merasa dilema saat ini.


"Cih, menyedihkan sekali hidupku ini." ucapnya lagi dengan penuh drama.


Dia duduk di tempat biasa mereka duduk dulu setelah selesai mengerjakan pekerjaan mereka.


"Bukan seperti itu tuan muda, hanya saja-"


"Sekali lagi kamu memanggilku tuan muda maka aku akan mengulitimu hidup-hidup. Kita ini teman, lalu bagaimana bisa aku memanggil tuan muda seperti itu?" tanya Leo yang mulai frustasi dengan semua ini. Entah bagaimana lagi caranya dia menjelaskan pada Joe jika apa yang dia lakukan ini salah.


"Kau berteman denganmu karena memang aku ingin berteman. Kau membuatku mengenal yang namanya arti kehidupan. Jadi berhenti memanggilku dengan sebutan tuan muda itu." ucap Leo lagi.


Dia terus saja mengomel karena memang dia merasa kesal dengan Joe. Keduanya tidak mengetahui jika apa yang mereka bicarakan saat ini didengar oleh seorang wanita dan itu adalah Jasmine. Entah bagaimana bisa wanita itu sampai ke pantry tapi yang pasti dia menatap tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini bahwa Leo manusia sombong itu ternyata memiliki sisi hati yang sangat luar biasa. Hanya saja itu semua ditutupi dengan sikap sombongnya.


"Pergi keluar dan pesan makanan. Aku bosan dengan menu makan siang di kantin. Ambil uangnya dan pergi beli makanan yang biasa ku makan. Oh, aku tau kau belum pernah makan steak bukan? maka pergi dan beli itu untukku." Leo melemparkan kartu atm-nya pada Joe agar pria itu yang membayar makan siangnya kali ini.


"PINnya 1 sampai 6 dan tekan saja." ucapnya dengan bersandar di kursi kayu yang berada di pantry ini. Dia terlihat sangat menikmati hidupnya jika seperti ini.


"Bagaimana jika aku lari dengan uangmu?" tanya Joe pada Leo yang terlihat sedang memejamkan kedua kelopak matanya saat ini.


"Mata dengan mudah aku mencarimu. Kulitmu sangat hitam jadi aku bisa melihatmu dari jarak jauh. Sudahlah, pergi sana." usir Leo yang membuat Joe langsung pergi meninggalkannya.


Sementara Jasmine sendiri juga hendak pergi meninggalkan pantry setelah melihat Joe pergi dari sana.


Namun, saat dia hendak pergi meninggalkan pantry itu dia dikagetkan dengan kata-kata yang keluar dari bibir pria yang bahkan saat ini sedang memejamkan kedua matanya.


"Apa sebegitu penasarannya kah dirimu dengan diriku hingga membuatmu datang ke tempat ini?" tanya Leo karena dia mengetahui bahwa sejak tadi ada Jasmine di dekat mereka tapi dia sengaja membiarkan wanita itu berada di sana karena dia ingin tahu seberapa jauh Jasmine merasa penasaran dengan dirinya.


"Kau masih tidak ingin berbicara juga rupanya. Apa harus aku yang datang ke tempatmu baru kau ingin bicara?" Jasmine terpaksa datang menghampiri Leo karena dia juga sudah tertangkap basah oleh pria itu walau tidak dilihatnya secara langsung.


"Maaf, aku hanya tidak sengaja melewati tempat ini dan aku melihat bahwa ada kamu dan juga temanmu di sini jadi aku tidak sengaja mendengarkan kalian."


"Awalnya memang tidak sengaja tapi karena rasa penasaran yang tinggi maka kau memilih untuk tetap di posisimu dan mendengarkan apa yang kami bicarakan. Apa aku benar?" tanya Leo yang menatap ke arah Jasmine yang tidak berani menatap ke arahnya saat ini.


"Sudahlah, kembali pada pekerjaanmu dan ingat, jika kau ingin lembur maka pastikan itu sampai jam 06.00 sore. Setelah lewat jam 6 maka kau tidak harus bekerja lagi. Selesai tidak selesai maka tinggalkan!"