One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
King Mafia Jatuh Cinta




Sandra yang sedang berada di dekat kolam renang dan tiba-tiba saja di datangi oleh beberapa orang pelayan dan mereka mengatakan bahwa ada orang butik membawakan barang belanjaan miliknya.


"Nona, ada orang butik yang datang membawakan barang belanjaan Nona," ucap Gia yang datang bersama beberapa pelayan lainnya yang menghampiri Sandra. Sedangkan Sandra sendiri merasa bingung dengan apa yang Gia katakan tentang barang belanjaan miliknya. Karena merasa bahwa dirinya tidak berbelanja, Sandra malah menolak barang belanjaan itu karena memang dia tidak merasa melakukannya.


"Aku tidak pernah berbelanja, bahkan caranya berbelanja melalui ponsel saja aku tidak tahu, lalu bagaimana bisa Kamu mengatakan jika mereka mengantarkan barang belanjaan ku Gia?" jelas Sandra karena memang dia tidak pernah berbelanja. Jadi dia tidak tahu bagaimana bisa barang-barang itu sampai di rumah ini


"Tapi katanya itu atas perintah tuan Arsen," jawab Gia hingga membuat Sandra langsung pergi meninggalkan tempatnya bersantai tadi dan menuju ruang tamu karena di sanalah barang belanjaan yang katanya milik dia atas perintah Arsen.


Saat sampai di ruang keluarga, Sandra benar-benar kaget ketika melihat barang belanjaan itu. Banyak box berwarna hitam dan putih yang sangat terkena, tidak hanya ada satu merk, tapi banyak merk terkenal lainnya hingga membuat Sandra tiba-tiba merasa pusing melihatnya.


Di ambilnya ponsel miliknya yang baru saja di berikan Arsen kemarin dan langsung di hubunginya Arsen saat itu juga untuk mempertanyakan apa yang telah di lakukannya. Hanya membutuhkan dua detik setelah sambungan telepon itu tersambung dan Arsen langsung menjawabnya ketika melihat nomor Sandra yang menghubunginya.


"Ya, sayang ada apa?" tanya Arsen dengan senyuman yang sangat indah di wajahnya. Apa yang terjadi pada Arsen saat ini membuat mereka para peserta meeting menjadi gugup dan terheran-heran. Tadinya dia bisa mengumpat dan memaki dengan kasar, lalu ketika menjawab panggilan di ponselnya terlihat sangat manis sekali, bahkan senyumannya pun terlihat sangat indah.


Sadar akan di tatap oleh banyak orang yang berada di ruangan ini membuat Arsen memberikan tatapan tajam miliknya hingga membuat mereka semua tidak berani berkutik lagi dengan apa yang terjadi di ruangan ini karena sang pemilik terlihat sangat tidak bersahabat sekali dengan mereka.


"Kenapa mengirimkan begitu banyak barang belanjaan seperti ini? Aku tidak pernah berbelanja dan aku tidak membutuhkan semua ini, lagi pula di lemari pakaianku masih banyak baju yang belum terpakai," ucap Sandra yang benar-benar tidak habis pikir dengan Arsen yang mengirimkan begitu banyak sekali barang belanjaan untuknya. Entah untuk apa barang sebanyak itu, Sandra tidak mengetahui kapan dia akan memakai semua barang-barang yang Arsen belikan untuknya.


"Tidak masalah, kamu bisa menyimpannya di lemari sayang. Sudah dulu oke, aku harus bekerja lebih dulu nanti aku akan menghubungi jamu lagi nanti,"


"Baiklah," jawab Sandra karena tidak ingin menganggu pekerjaan Arsen. Setelah sambungan telepon mereka berakhir, maka berakhir pula ketenangan peserta meeting yang berada di ruangan yang tiba-tiba kembali menjadi dingin dan menyeramkan karena aura yang di tunjukan oleh Arsen sudah berubah hingga membuat mereka kembali beradu nasib di sini.


"Jadi bisa katakan padaku kenapa proyek ini bisa macet?" tanya Arsen karena dia ingin tahu kenapa proyek besar ini macet padahal semua dana sudah mereka sepakati bersama dan semuanya juga sudah deal. Lalu bagaimana bisa proyek itu berhenti.


"Siapa orangnya?" tanya Arsen dengan raut wajah datar miliknya. Bahkan kini wajahnya sudah jauh lebih menyeramkan dari pada saat menghadapinya tadi.


"Fox Megazine, Tuan." jawab Robby hingga membuat Arsen semakin marah dengan semua itu. Dia langsung keluar dari ruangan meeting untuk pergi mendatangi perusahaan saingannya itu.


Fox Megazine adalah perusahaan besar milik Andreas Megazine, mantan rekan kerjanya di dunia gelap ketika mereka sama-sama merintis usaha obat-obatan terlarang hingga akhirnya Andreas memilih berkhianat padanya. Sayangnya hingga saat ini Andreas belum bisa membuktikan pada dunia bahwa Mr. Ar adalah Arsen sendiri karena dia tidak bisa mengulik apa pun dari mantan rekan kerjanya itu.


Arsen memilih mengendarai mobilnya sendiri untuk pergi ke perusahaan milik Andreas. Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata hingga membuatnya sampai di perusahaan itu hanya dalam waktu 25 menit saja.


"Tuan, Anda di larang masuk," ucap seorang penjaga yang mencoba untuk menahan Arsen yang hendak memasuki ruangan kerja milik Andreas karena di dalam Andreas sedang menerima seorang tamu. Namun Arsen tidak memperdulikan itu semua hingga membuatnya langsung mendorong tubuh penjaga tersebut hingga membuatnya tersungkur begitu saja.


Arsen menendang pintu ruangan kerja milik Andreas hingga membuat pria yang berada di ruangan itu langsung mengumpat ketika mendengar suara keributan yang Arsen lakukan. Dia merasa marah karena kesenangannya di ganggu oleh kehadiran Arsen di ruangannya.


"Arsen?" kaget Andreas ketika melihat pria itu masuk ke ruangan kerjanya. Dia mulai panik sedangkan Arsen sendiri tidak mempedulikan semua itu lagi hingga membuatnya langsung mendorong seorang wanita yang sedang bercumbu dengan Andreas tadi.


Arsen langsung memukuli dan menghajar Andreas dengan membabi buta. Dia melakukan semua itu karena terlalu kesal dan marah karena Andreas berani menyabotase proyek besar miliknya. Perkelahian tidak terelakan lagi bahkan kini wanita tadi sudah pergi meninggalkan ruangan kerja Andreas karena tidak ingin terlibat dengan semua itu. Pengawal Andreas juga datang untuk membantu bosnya namun Arsen tidak bisa di hentikan begitu saja jika dia sudah dalam keadaan marah seperti ini hingga perkelahian semakin sengit dan Arsen yang membuat mereka semua tumbang.


"Argh ..." Andreas berteriak kesakitan ketika kepalanya di pihak oleh Arsen.


"Bajingan Kau Arsen!" umpat Andreas dengan tenaganya yang tersisa menghadapi Arsen tadi.


"Argh ...." Andreas kembali berteriak kesakitan saat Arsen semakin menekan kepalanya dengan sebelah kakinya saja.


"Kau tidak akan pernah bisa menyaingi Aku dalam hal apa pun Andreas karena kau terlahir hanya untuk berada di bawah kakiku! Kau tidak akan pernah bisa berada di atasku jadi jangan pernah bermimpi untuk itu! akan Aku bahwa sampai mati pun Kau akan tetap berada di bawahku dan tidak akan pernah bisa bersaing denganku Andreas, ingat itu! Ini hanya sebagian besar peringatan dariku saja, dan jika sampai Kau masih berani melakukannya, maka akan Aku runtuhan seluruh bangunan ini tepat di depan kedua matamu sendiri agar Kau tau siapa Arsen yang sebenarnya!"