
Alicia terus saja meyakinkan orang bahwa dia akan menyayanginya. Dia tidak akan pernah membeda-bedakan antara dirinya dan juga calon anaknya nanti.
Dia terus memberi kekuatan pada gadis kecilnya itu agar kuat menghadapi semua ini.
" Jangan menangis lagi Naura, Mama Al ada di sini untuk menyayangi kamu. Jangan takut dengan semua itu. Mama janji bahwa mama akan selalu bersama kamu dan menemani kamu. Biarkan saja jika Mommy kamu tidak menyukai kamu dan menyayangi kamu karena dia adalah wanita yang bodoh. Kamu tidak pantas dibenci sayang, kamu tuh pantas untuk desain dan mendapatkan cinta yang luar biasa." Ucap Alicia.
Dia terus berusaha untuk meyakinkan Naura bahwa gadis kecil itu tidak sendirian. Dia tidak sendirian untuk menghadapi dunia yang kejam ini.
" Hiks... apa Mama Al janji bahwa Mama Al akan menyayangi Naura walau nanti mama dan Daddy memiliki anak lagi? Mama janji tidak akan membenci Naura jika sudah memiliki anak sendiri?" Tangisan dan air mata dari Naura benar-benar membuatnya bersedih.
Dia takut bahwa Putri kecilnya itu menangis dan merasa tidak disayang karena ibu kandungnya yang begitu tega membencinya.
" Mama dan Daddy berjanji bahwa kami akan selalu menyayangi kamu. Terlepas nantinya kamu memiliki adik atau tidak kami akan selalu menyayangi kamu. Mama berjanji sayang." Naura memeluk tubuh Alicia.
Dia benar-benar menumpahkan tangisan yang di sana. Naura benar-benar merasa bahagia dan dilindungi di sini.
Walau bukan ibu kandungnya, tapi Alicia bisa menyayanginya dengan begitu luar biasa. Entah apa jadinya Naura jika dia tidak bertemu dengan Alicia.
" Maaf karena lara pernah membenci Mama Al. Maaf karena Naura pernah berkata kasar pada Mama Al. Naura benar-benar minta maaf Mama." Alicia membalas pelukan dari gadis kecil itu.
Dia tahu semenyedihkan apa hidupnya Naura. Gadis itu sudah harus menghadapi kebencian orang tuanya tanpa alasan.
Jika Nathalie membenci naga karena dia adalah anak yang lahir dari perbuatan kejinya, tidak seharusnya dia membenci Naura.
Yang harusnya dibenci adalah perbuatannya sendiri. Jika Naura bisa memilih mungkin dia tidak ingin dilahirkan oleh wanita seperti Nathalie.
" Sudah, mulai sekarang jangan pernah menangis lagi. Jadilah wanita yang hebat karena kita tidak bisa terus bergantung pada laki-laki. Sekarang, Naura harus hidup bahagia dan belajar dengan baik. Jadilah dokter yang hebat seperti apa yang Naura impikan. Mama yakin, jika Daddy akan terus menyayangi kamu tanpa batas." Naura melepaskan pelukannya pada tubuh Alicia.
Dia benar-benar sangat beruntung bisa hidup bersama Alicia dan juga Daddy Leon yang begitu besar mencintainya.
Begitu juga dengan Alicia, dia benar-benar merasa bahagia karena Naura bisa menerimanya sebagai ibu sambung.
" Sekarang ayo mandi. Kita akan makan malam di luar. Daddy kamu akan menunggu kita di sana." Naura menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan Alicia.
Sementara Alicia, biar langsung menghubungi suaminya setelah merasa bahwa Naura sudah baik-baik saja.
" Halo Alicia, bagaimana dengan keadaan Naura?" Tanya Leon pada istrinya.
Dia benar-benar sangat mengkhawatirkan keadaan gadis kecilnya. Dari apa yang di dengarnya, Nathalie tetap mengatakan dan menunjukkan kebenciannya terhadap Naura.
Entah bagaimana bisa wanita itu membenci gadis kecil secantik Naura.
" Naura sudah baik-baik saja dan saat ini dia telah bersiap. Dia begitu bersemangat saat aku mengatakan bahwa kita akan makan malam di luar. Kamu akan pergi menyusul kami bukan?"
" Pergilah lebih dulu. Setelah ini aku akan menyusul kalian nanti. Sebentar lagi pekerjaanku akan selesai dan kita akan bertemu di restoran. Tapi ingat satu hal."
" Apa?" Tanya Alicia lagi.
" Jangan jangan terlalu cantik karena alu tidak ingin istriku dilihat oleh orang banyak. Jika perlu tutupi saja wajahmu itu dengan masker." Alicia hanya bisa memutar bola matanya dengan malas.
Semakin hari suaminya itu semakin menjadi-jadi saja. Kecemburuan Leon sangat tidak masuk akal sekali menurutnya.
" Terserah mau!"
...****************...