One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
Sandra Dan Arsen



Arsen menggebrak meja yang berada di depannya saat ini ketika melihat laporan kerja yang inginkannya.


"Bereskan itu semua sebelum aku yang membereskannya. Jika sampai besok ini belum beres, maka kalian yang akan aku bereskan." Arsen langsung pergi meninggalkan ruangan meeting dan langsung masuk ke dalam kamarnya di hotel itu juga.


Di hotel ini, Arsen menatap ke luar jendela kamarnya hingga membuat pria berusia 35 tahun itu terus saja menatap lurus ke depan karena dia masih memikirkan apa yang telah terjadi dalam hidupnya selama beberapa tahun ini. Sudah 3 tahun dia mencari keberadaan wanita yang pernah menolongnya waktu itu, tapi hingga saat ini dia belum juga menemukannya.


Arsen mengeluarkan sapu tangan yang pernah membalut lukanya malam itu ketika dia mendapatkan sebuah tembakan di lengannya dan hingga saat ini Arsen masih menyimpan kain kecil tersebut.


"Di mana kau cantik?" tanya Arsen dengan tatapan merindunya. Dia merasa bahwa dirinya semakin dekat dengan wanita yang telah menyelamatkannya.


Karena merasa bosan dengan lingkungan sekitarnya, Arsen memilih pergi untuk berjalan-jalan di daerah sekitar. Mungkin dia ingin mencari udara segar di luar. Entah mengapa, langkahnya membawa Arsen menuju sebuah restoran sehat vegetarian yang membuatnya menatap tempat makan tersebut sebelum memasukinya.


Arsen memesan makanannya, Namun, Saat dia sedang duduk di tempat itu, tiba-tiba saja siluet seorang wanita yang lewat di belakangnya hingga membuat Arsen langsung melihat ke arah wanita yang lewat tadi.


Jantungnya berdebar kencang ketika melihat bayangan wanita itu, dari belakang saja Arsen sudah tertarik dengannya. Namun, dia tidak ingin meyakini hal itu karena yang di pikirannya saat ini hanya gadis cantik yang masih menguasai pikirannya hingga saat ini.


Arsen kembali fokus pada ponselnya dan saat ada seseorang yang mengantarkan pesanannya membuat dia yang sejak tadi fokus pada ponselnya langsung menatap wanita itu.


Jantungnya berdebar kencang ketika melihat siapa yang ada di depannya saat ini. Arsen menatap tidak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini bahwa gadis yang di carinya berada di sini.


"Kau, Siapa kau?" tanya Arsen ketika melihat gadis yang bernama Sandra.


Gadis itu merasa takut dan sedikit tidak nyaman karena tangannya digenggam oleh pria yang tidak dikenalnya sama sekali. Sandra sendiri baru bekerja di tempat ini selama 10 hari, ini adalah pertama kalinya dia bertemu dengan pria ini. Bahkan dengan berani Arsen memegang tangannya dan mempertanyakan apa yang tidak seharusnya ditanyakan oleh pria itu karena Sandra sendiri tidak mengenalnya sama sekali.


"Maaf tuan, Aku tidak mengenal Anda," jawab Sandra yang hendak pergi meninggalkannya. Namun, dengan cepat pula Arsen menarik tangannya dan membawa gadis itu pergi dari tempat kerjanya.


"Tuan, Anda mau membawa saya kemana? tolong lepaskan saya," pinta Sandra yang meminta dilepaskan oleh Arsen.


Namun, Arsen seakan menuliskan pendengarannya dan terus menarik tangan Sandra hingga masuk ke dalam mobilnya. Bahkan ketika ada seseorang yang ingin menghentikannya dengan cepat Arsen mengatakan bahwa itu adalah kekasihnya dan mereka sedang bertengkar saat ini maka dia meminta dilepaskan.


Mereka langsung percaya dengan semua itu namun Sandra yang di katakan Arsen karena kurangnya kepedulian di sekitar tempat mereka berada.


Saat Arsen masuk ke dalam mobilnya, dia langsung memerintahkan kepada Sandra untuk membawa mereka pulang ke rumahnya.


Di dalam mobil, Sandra terus jadi memberontak dan meminta untuk dilepaskan karena dia takut dengan keadaannya saat ini.


Arsen tidak ingin mendengar semua hal yang keluar dari bibir Sandra hingga membuat sopirnya langsung memberikan apa yang Arsen butuhkan tanpa dia harus mengatakannya lebih dulu. Tanpa berpikir panjang, Arsen langsung melakukannya. Dia membekap mulut Sandra hingga membuatnya pingsan.


Arsen memeluk tubuh Sandra dan membawanya pergi dari tempat itu. Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 30 menit, mereka sampai di bandara tempat di mana pesawat pribadinya berada dan Arsen akan membawa Sandra kembali ke rumah setelah sekian lama dia mencari keberadaannya. Arsen pun menggendong tubuh mungil Sandra yang tak sadarkan diri untuk masuk ke dalam pesawat pribadinya.


Setelah memastikan bahwa Sandra sudah tidur dengan nyaman di posisinya, Arsen terus saja menatap wajah cantik yang terus menghantuinya selama ini.


"Akhirnya, aku menemukan kamu di sini Cantik. Aku menemukan kamu setelah aku mencarimu kemana-mana. Mulai sekarang kita akan terus bersama karena aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi lagi. Aku akan mengurung dalam istana cintaku," ucap Arsen hingga membuat anak buahnya hanya bisa menghela nafasnya saja karena jika bosnya sudah bertindak maka tidak akan ada yang bisa membantahnya lagi.


Arsen sudah mengklaim Sandra sebagai miliknya, dan itu artinya tidak ada satu orang pun lagi yang bisa memilikinya selain Arsen. Hanya Arsen saja yang bisa memilikinya, Tidak dengan orang lain.


Dari tatapannya, Arsen sudah menunjukan bahwa di sangat mencintai Sandra.


"Kamu cantik Sandra, Cantik," puji Arsen dengan penuh kelembutan.


Jika di luar sana Arsen terkenal dengan sikapnya yang sangat dingin dan tidak tersentuh dengan orang lain maka tidak kali ini. Bahkan anak buahnya sudah tidak pernah melihat Arsen yang begitu lembut dan penuh perasaan terhadap Sandra yang berada di pelukannya. Ternyata gadis yang mereka cari selama ini ada di tempat yang tidak jauh dari tempat kejadian naas itu.


Sandra sendiri mulai menggeliat ketika dia mulai sadar. Awalnya Sandra masih merasa nyaman dengan semua itu, namun ketika dia sadar di mana dia berada saat ini, Sandra langsung turun dari pangkuan pria itu yang berada di dalam pesawat.


"Tuan," ucap Sandra dengan kaget ketika dia berada di dalam pesawat bersama pria itu.


Bahkan ketika Sandra melihat daerah sekelilingnya dia benar-benar kaget ketika mengetahui bahwa saat ini mereka sedang berada di dalam pesawat karena dia melihat begitu banyak gumpalan awan dari tempatnya saat ini.


"Ya cantik," jawab Arsen pada Sandra yang terlihat tidak nyaman dengan keadaan mereka. Itu terlihat jelas dari cara Sandra yang menatap ke sekelilingnya.


"Dimana ini? Tolong lepaskan Aku, Tuan. Aku tidak mengenal Anda, jadi Aku mohon tolong lepaskan Aku, Tuan," pinta Sandra yang memohon untuk di lepaskan. Namun, Arsen langsung menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin melepaskan Sandra.


"Kita akan menikah Sayang, beberapa hari lagi kita akan menikah." Tubuhnya bagai tersambar petir ketika arsen mengatakan bahwa mereka akan menikah beberapa hari lagi.


Berita ini membuat Sandra terkejut bukan main dengan kata-kata yang keluar dari bibir Arsen.


...****************...