One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Pertemuan



Malam ini adalah malam pertemuan kedua keluarga. Dimana keluarga Leon akan ketemu dengan keluarga calon pria yang akan dijodohkan dengan putrinya dan malam ini juga adalah malam di mana Naura akan bertemu dengan pria itu.


" Kak, apa kamu siap?" Tanya Alicia saat masuk ke dalam kamar putrinya dan melihat bahwa Naura sudah siap dengan penampilannya malam ini.


Mendapatkan pertanyaan seperti itu dari mama Alicia membuat Naura langsung tersenyum untuk memberikan jawaban.


" Naura sudah siap ma. Apa mereka sudah datang?" Tanya Naura.


Sebenarnya dia sangat gemuk sekali malam ini. Naura takut jika pria itu tidak cocok dengannya. Tapi mengingat dia yang meminta waktu satu bulan pada Daddy-nya untuk saling mengenal membuat Naura sedikit bisa merasa lebih tenang.


Setidaknya dia memiliki waktu 1 bulan untuk proses pengenalan ini. Semoga apa yang diinginkan keluarganya bisa terealisasikan dengan baik dan benar.


" Mereka sudah datang kak. Hanya saja putra mereka masih dalam perjalanan ke sini. Katanya ada urusan bisnis, jadi dia sedikit terlambat." Naura menganggukkan kepalanya.


Tapi Naura jadi penasaran dari mana keluar sekarang pria itu berasal. Apa dari negara yang sama dengan mereka saat ini atau negara lain?


" Ma, dari mana keluarga mereka berasal? maksud Naura apakah mereka tinggal di sini atau negara luar?" Tanya Naura.


Dia sangat penasaran sekali dengan calon pria yang akan dijodohkan dengan dirinya. Rasa penasaran dirinya itu wajar bukan?


" Nanti tanyakan langsung pada pria itu. Sekarang ayo turun ke bawah karena teman Daddy sudah menunggu di ruang keluarga." Naura ikut turun ke bawah bersama mama Alicia.


Saat sampai di bawah dia sudah ditunggu oleh keluarga calon pria yang akan di jodohkan dengannya.


Mereka mulai membicarakan banyak hal sampai tiba-tiba ada seorang pria yang baru saja datang dan jantungnya langsung berdebar ketika melihat seorang gadis berambut panjang tadi. Gadis yang telah di ikutinya sejak pagi dia melihatnya di lampu merah.



Deg!


Jantungnya berdebar kencang. Entah mengapa dia sangat penasaran sekali apakah ini benar gadis yang di temuinya di rumah sakit waktu itu, lalu di sebuah restoran dan tadi pagi yang di ikuti olehnya.


" Oh, hy nak. Sudah sampai?" Suara seorang pria yang sangat di kenalnya membuat sosok itu tersadar dari lamunannya dan berjalan ke arah keluarganya.


Sementara itu, Naura benar-benar merasa tidak percaya pada siapa yang dilihatnya saat ini.


Ini adalah pria yang beberapa hari lalu ditemui olehnya. Lebih tepatnya yang menabraknya di rumah sakit dan juga duduk di belakang meja saat dirinya berada di restoran.


" Maaf semuanya, saya terlambat." Ucap sosok tersebut dan duduk di dekat keluarganya dan dia terus saja menatap ke arah wanita yang terus menundukkan kepalanya sejak melihat kehadirannya tadi.


Mereka semua setuju dengan apa yang Leon katakan hingga membuat Alicia ikut andil dalam pembicaraan ini.


" Kak, tolong lihat persiapan meja makan apakah sudah selesai atau belum. Ajak Teman mu itu pergi ke meja makan untuk menemani kamu." Ucap Alicia.


Naura hanya bisa menganggukkan kepalanya dan menurut dengan apa yang mamanya katakan. Sementara pria itu juga bersiap untuk menunggu ajakan dari gadis berambut panjang itu.


" Ayo Tuan..." Ajaknya hingga membuat pria itu menghela nafasnya dengan berat.


Tuan, kenapa Naura memanggil tuan? apakah benar-benar bahwa dia sudah tua itu?


Ayolah, usianya sudah memasuki 40 tahun tapi dia tidak setua itu. Wajahnya masih terlihat seperti anak yang berusia 20 tahun. Bahkan dirinya pun jauh lebih muda lagi.


" Pergilah nak, kalian bisa bicara nanti." Pria itu hanya menurut saja dengan ajakan Mommy-nya dan dia mengikuti Naura.


Dari posisi seperti ini, dia sangat menyukai penampilan Naura yang sangat sederhana tapi terlihat sangat luar biasa di matanya. Apalagi rambut indahnya itu.


" Silahkan Tuan, duduk di sini." Ujar Naura yang mempersilahkan pria itu untuk duduk di kursinya.


Dia bingung harus bersikap bagaimana dengan pria ini karena rasanya sangat canggung sekali bagi Naura.


" Tidak bisakah untuk tidak memanggilku tuan? jujur aku tidak nyaman dengan panggilan itu. Kamu tidak bekerja denganku dan bukan bawahanku. Jadi tidak perlu memanggilku dengan panggilan tuan seperti itu."


" Lalu aku harus memanggilnya apa?" Tanya Naura yang melihat pria itu sudah duduk di kursinya.


Sungguh, tatapan matanya sangat tajam dan itu membuat Naura salah tingkah di buatnya.



" Prince Alta King Alexander." Ujarnya hingga membuat Naura menatap ke arahnya.


Sungguh, mendengar suara berat pria itu yang menyebutkan namanya membuat Naura seperti terhipnotis dengan pesonanya dan lihat tatapan matanya itu benar-benar membuatnya grogi


...****************...


.