One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Malam Panas



Serangkaian acara pernikahan Alta dan Naura sudah selesai dan kini saatnya mereka memasuki kamar yang sudah disediakan oleh pihak hotel. Lebih tepatnya keluarga mereka yang menyusun semua mendekorasi kamar pengantin ini.



"Gege, apa kamu yang menyiapkan semua ini?" tanya Naura ketika dia melihat bahwa kamar pengantin mereka terlihat sangat luar biasa indahnya.


"Bukan, ini pasti ulah Mommy ku atau juga Mama mertua. Hem, sayang..."


"Ya?" jawab Naura ketika suaminya memanggil dirinya.


"Usiaku dan usia Mama mertua tidak jauh jadi rasanya sedikit sulit bagiku untuk memanggilnya mama. Tolong sebisa mungkin karena aku tidak ingin mengecewakan kamu."


"Iya, aku paham Gege. Lalu apa yang harus kita lakukan saat ini?" Naura karena dia tahu apa yang dilakukan suami istri ketika mereka sudah sah.


"Hah? apa maksud kamu sayang?" tanya Alta yang belum mengerti apa maksud istrinya.


"Maksud aku kita sudah sah menjadi pasangan suami istri dan Gege bukan?" tanya Naura seraya membuka satu persatu aksesoris yang berada di tubuhnya dari mulai Tiara yang dipakainya lalu anting serta kalung berlian yang dipakainya tadi. Bahkan Naura juga melepaskan dalam berlian miliknya yang dibelikan Alta satu set dengan perhiasan lainnya lagi.


"Maksud kamu kita-?" Alta sengaja menggantung perkataannya karena dia ingin tahu apakah istrinya mengerti atau tidak ada ternyata Naura mengerti dengan apa yang dimaksudnya.


Naura menganggukkan kepalanya karena dia mengerti dengan apa yang suaminya maksud.


"Aku siap untuk Gege miliki sepenuhnya dan aku siap untuk kita melakukan hal tersebut." jelas Naura.


Dia selesai dengan kegiatan yang membuka satu persatu perhiasan yang berada di tubuhnya tadi sementara Alta sendiri dia masih terdiam dan memikirkan apakah dia benar-benar harus melakukan itu semua malam ini?


Ini memang malam pernikahan mereka dan ini adalah malam pengantin antara dirinya dan juga Naura.


"Mandilah lebih dulu sayang. Kita bisa menundanya besok karena aku tahu malam ini kamu sangat lelah." ujar Alta. Dia bukan menolak untuk melakukan hal itu dengan istrinya. Hanya saja memang dia menghargai Naura dan dia tidak ingin melakukan hal itu malam ini juga karena dia tahu bahwa mereka sama-sama lelah yang sangat luar biasa akibat pernikahan ini.


"Tapi Gege, kita lakukan saja malam ini setelahnya kita bisa istirahat. Ini adalah malam pengantin kita dan itu artinya kita harus melakukan yang sekarang karena memang keluarga kita sudah menyiapkan ini semua." Alta kembali berpikir dengan apa yang dikatakan istrinya dan ternyata memang benar bahwa ini adalah malam pengantin mereka dan mereka harus melakukannya bukan.


"Baiklah, setidaknya biarkan kita membersihkan diri lebih dulu karena aku merasa bahwa tubuh sangat lengket. Aku tidak ingin membawa materi dari tubuh kita menularkan tubuh kamu Naura." ujar Alta dengan senyuman di wajahnya. Melihat suaminya yang tersenyum seperti itu benar-benar membuat hati Naura merasa bergetar.


Dia di bantu oleh akta untuk membuka gaun pengantinnya dan saat mendapatkan sentuhan dari pria itu tubuhnya Naura langsung bereaksi.


"Gege..."


"Sudah selesai sayang. Kamu bisa memberitahukan diri lebih dulu." Naura menganggukkan kepalanya dan dia pergi ke ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Di saat Naura berada di dalam kamar mandi Alta terus saja berpikir keras bagaimana caranya untuk melakukan hal itu pada istrinya.


Dia bukan tidak tahu bagaimana melakukan hal tersebut karena tanpa dipelajari pun semua pria pasti bisa melakukannya. Hanya saja yang menjadi masalah saat ini adalah bagaimana cara dia memulainya.


Apa yang harus dilakukannya untuk memulai semua itu? karena merasa bingung dia harus bagaimana akhirnya dia memberanikan diri untuk mengirimkan pesan pada Rigel.


Aku tidak tahu bagaimana caranya memulai semua ini dan beritahu aku apa yang kalian lakukan saat malam pertama. Maksud ku bagaimana cara kau memulainya?


"Send." ucap Alta yang sudah mengirimkan pesan pada adik sepupunya.


Rigel yang sedang bersama keluarga besar mereka langsung terkejam mendapatkan pesan seperti itu dari Alta.


Mendengar Acher yang bertanya pada saudara kembarnya seperti itu membuat mereka para pria di sana langsung melihat ke arahnya.


"Apa?" tanya Rigel ketika seluruh keluarganya yang hadir di sini menatap ke arahnya.


"Apa yang terjadi hingga membuat mu seperti itu?" tanya Acher yang ingin memastikan bahwa tidak ada hal buruk yang akan terjadi nantinya.


"Kak Alta mengirimkan pesan. Dia bertanya apa yang harus di lakukan ketika ingin memulainya?"


byur...


"Opa...." rengek Reve ketika dia mendapatkan semburan air dari mulut Opanya.


"Berikan ponsel milikmu." pinta Alex pada Rigel karena dia ingin bicara dengan cucu pertamanya itu.


"Tidak! nanti kak Alta marah." sela Rigel karena dia tetap tidak ingin memberikan ponselnya pada opa Alex.


Merasa kesal dengan cucunya membuat Alex langsung kesal dan merampas ponsel milik Rigel begitu saja hingga membuatnya langsung menghubungi nomor Alta.


Sementara Matheo hanya bisa diam saja ketika mengetahui bahwa putranya begitu polos sekali.


"Halo Rigel-" sapa Alta ketika sambungan telpon tersambung. Awalnya dia biasa saja namun ketika mendengar suara opanya membuat Alta langsung merinding tiba-tiba.


"Jangan bertanya apa yang harus kau lakukan untuk memulainya Alta. Jangan membuat opa malu dengan hal ini. Awali semuanya dengan ciuman panas dan jalankan tangan mu dengan benar ke tempat yang seharusnya. Jika kau tidak sanggup melakukannya dengan sadar, maka opa dengan senang hati memberikanmu obat perangsang agar kau bisa melakukannya dengan baik."


"No opa!" jawab Alta dengan keras karena dia tidak ingin jika opanya ikut campur dalam hal ini. Lagipula kenapa bisa ponsel Rigel ada di tangan opanya.


"Aku yang merampas ponselnya dan ingat, jangan membuat keluarga kita malu. aku yakin kamar pengantin kalian itu pasti banyak lilin, maka matikan lampunya agar suara lebih terasa syahdu. Sudah, bersihkan dirimu dulu baru bermain. Ingat, jangan kasar karena dia masih gadis dan kau sudah hampir 40 tahun. Jadi kau harus bisa membimbingnya."


Tut!


Sambungan telepon terputus dan karena Alex memutuskannya begitu saja. Sementara Alta sendiri tidak habis pikir dengan jalan pikiran Opanya. Tapi menurutnya masuk akal juga semua itu.


Alta bergegas mematikan lampu utama kamar pengantin mereka sebelum Naura keluar dari kamar mandi.


Tak lama setelahnya sang istri baru saja keluar dari kamar mandi hingga membuat akta langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum memulai pertempuran malam ini dengan istrinya.


"Sayang..."


"Ya, Gege..." jawab Naura ketika dia melihat bahwa suaminya sudah selesai dengan kegiatannya di kamar mandi dan Alta sendiri semakin di buat takjub dengan apa yang Naura pakai malam ini.



Lihat, istrinya itu benar-benar terlihat seksi sekali malam ini. Alta kembali berpikir apakah ini akan menjadi malam panas bagi mereka berdua?


"Kamu cantik sayang..." ucap Alta seraya menghampiri ang istri dan dia duduk di samping Naura dan membelai pipi lembut sang istri.


Cahaya terang dari lilin membuat suasana kamar mereka terasa lebih romantis hingga membuat Alta langsung menyerang bibir istrinya untuk memulai pertempuran panas di antara mereka berdua malam ini.