One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Adik Kakak



"Kakak..."


Brak!


Pintu kamar Naura di buka begitu saja oleh adiknya. Melihat gambarnya yang terbuka begitu saja membuat Naura langsung melihat siapa yang masuk ke kamarnya dan ternyata dugaan yang benar bahwa itu adalah Leo. Karena hanya Leo saja yang berani masuk ke dalam kamarnya seperti itu.


"Ada apa Leo? kenapa sampai membanting pintu seperti itu?" tanya Naura pada adiknya saat melihat pria itu yang langsung naik ke atas tempat tidurnya dan merebahkan tubuhnya di sana.


"Aku baru saja bertemu seseorang dan dia terlihat sangat sombong sekali." ucap Leo pada kakaknya. Dia sengaja datang ke tempat ini karena dia ingin bercerita dengan Naura.


"Maksudnya bagaimana Leo? kakak tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan." ujar Naura.


Entah mengapa Naura merasa bahwa adiknya saat di tengah memikirkan sesuatu. Apa yang sedang Leo pikirkan hingga terlihat begitu berat seperti ini.


"Hais, sudahlah jangan dibahas. Ayo kita bahas tentang pernikahan kakak saja. Apa kakak benar-benar akan menikah dengan pria itu?"


"Bersikap yang sopan pada Alta, Leo. Kamu harus bersikap sopan padanya walau bagaimanapun dia itu calon suami kakak." jelas Naura pada adiknya. Dia tidak ingin Leo dikatakan tidak sopan terhadap calon suaminya.


"Aku bingung harus memanggilnya apa. Usianya bahkan tidak jauh berbeda dengan Mama. Usianya sudah mampir 40 tahun sementara mama saat menikah dengan Daddy berusia 23 tahun dan sekarang usia mama sudah 46 tahun kak. Jadi apa mungkin aku memanggilnya kakak?"


Plak!


Naura memukul lengan adik laki-lakinya ini saat diam secara tidak langsung mengatakan bahwa Alta itu tua.


"Auhh... Mama..." teriak Leo saat dia mendapatkan kekerasan dari kakaknya.


Mendengar suara teriakan Leo yang menggelegar seperti itu membuat Naura langsung menatap tajam padanya. Tak lama setelah Leo berteriak tiba-tiba saja kedua orang tuanya datang ke kamar Naura untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya di dalam sini.


"Ada apa ini? kenapa baterai seperti itu Leo?" tanya Leon pada putranya.


Mereka datang menghampiri kedua anak mereka dan ikut duduk di atas tempat tidur milik Naura.


Naura juga duduk di atas tempat tidurnya dan mereka sama-sama duduk di pangkuan orang tua mereka.


Leo tidur tidur di pangkuan Mamanya dan Naura sendiri tidur di pangkuan Daddy-nya.


"Katakan pada Mama apa yang terjadi. Jika ayo yang salah maka Mama akan menjewernya. Tapi jika Naura yang salah maka Mama akan--"


"Cih, memangnya apa yang ingin Mama lakukan pada kakak? kakak itu tidak pernah salah di mata mama. Jika pun kakak salah, Mama ada selalu mengatakannya bahwa itu tidak seberapa dibandingkan kesalahanku. Mama selalu menjawab telinga Leo jika Leo salah tapi mama hanya akan menasehati kakak jika kakak yang bersalah. Ayo kita bertukar tempat karena Leo ingin tau bagaimana jika kakak di jewer." ucapnya yang dengan kakaknya yang tidak pernah di jewer oleh mamanya.


Melihat kakaknya yang kesakitan seperti itu membuat Leo merasa bahagia. Dia merasa di atas angin saat ini karena mamanya yang telah menjewer telinga kakaknya.


" Ahhaahah....aahhhh...aduh Mama..." Leo gantian berteriak padahal awalnya dia tertawa karena Naura mendapatkan jeweran di telinganya.


"Tidak ada yang namanya pilih kasih karena yang salah akan tetap salah yang benar akan tetap benar. Kamu sudah mendapatkan jeweran di telinga kamu begitu juga dengan kakak kamu. Mama tidak pernah membeda-bedakan kalian berdua karena mama menyayangi kalian berdua. Kalian itu anak Mama, jadi tidak ada merasa tidak disayang dan merasa disayang karena semuanya sama rata." jelas Alicia.


Leon sendiri merasa begitu bahagia dan bangga pada istrinya yang telah berhasil mendidik anak-anak mereka. Bahkan hingga saat ini kedua anak-anaknya tidak pernah bertengkar.


Hebatnya lagi, Naura tidak pernah merasa menjadi kakak dan harus dihormati oleh adiknya. Begitu coba dengan Leo yang tidak pernah merasa sebagai seorang adik dia harus mendapatkan begitu banyak kasih sayang dari kedua orang tuanya.


"Ahh...Mama, seharusnya Mama membela Leo dulu. Leo ini anak paling kecil." ucap Leo rasa ingin menang dari kakaknya.


Sementara Alicia sendiri tidak pernah membedakan antara Leo dan juga Naura karena di matanya kedua anaknya itu sama.


"Sudah, jangan terus membicarakan hal seperti ini. Kita harus membicarakan persiapan acara pernikahan Naura. Jadi bagaimana saatnya butik tadi?" tanya Leon yang ingin tahu sudah seberapa jauh persiapan pesta pernikahan putrinya.


"Tidak terlalu buruk Dad. Gege membebaskan aurat untuk memilih gaun pengantin manapun dengan orang suka asal tidak dengan modal terbuka. Semua sesuai dengan pemilihan Naura dan Gege setuju saja." jawabnya Naura karena memang itu kenyataannya.


Leo sendiri, dia langsung memeluk mamanya karena dia merasa tidak sanggup untuk mendengarkan apa yang akan kakaknya ceritakan.


"Siap tidak siap kamu harus siap dengan semua ini Leo. Kakak kamu memang akan menikah dan kita harus siap dengan semua ini. Kamu tidak boleh merasa bersedih karena kakak kamu akan menjalani kehidupan barunya bersama suaminya nanti." jelas Naura.


Dia berusaha untuk menjelaskan pada putranya bahwa mereka tidak boleh mengekang kebahagiaan Naura. Cepat atau lambat Naura memang akan menikah dan mereka harus siap untuk semua itu.


"Tapi harus secepat ini? Leo belum puas bermain dengan kakak." sela Leo karena dia belum merasa puas bermain dengan kakaknya lalu tiba-tiba saja wanita itu sudah ingin menikah.


"Tidak ada alasan untuk menunda pernikahan kakak kamu Leo. Mereka sama-sama dewasa dan gak merasa itu sudah cukup untuk menjadi dasar dan pondasi utama dalam pernikahan mereka. Mama juga melihat bahwa Alta adalah orang yang paling tepat untuk kakak kamu. Alta pria yang begitu sangat lembut hatinya dan benar rasa dia bisa menjaga kakak kamu dengan begitu baik."


"Kalian sangat antusias sekali dengan pernikahan kakak. Lalu bagaimana jika pernikahan Leo nanti? apa Mama dan papa juga akan seantusias ini?"


"Aahhkkkk.... Mama..." ayo kembali berteriak saat telinganya kembali mendapatkan jeweran dari mamanya.


Entah apalagi kesalahannya hingga dia mendapatkan hukuman seperti ini.


"Usia kamu masih 17 tahun dan kamu sudah membicarakan tentang pernikahan? jika pun suatu saat kamu nanti menikah dan mama harap kamu memang benar akan menikah maka Mama sendiri akan memilihkan calon istri untuk kamu. Tidak perlu dari keluarga kaya karena kamu sudah kaya dan kamulah yang mewarisi seluruh harta kekayaan Daddy kamu. Berbeda dengan apa kamu karena dia harus memiliki suami yang kaya untuk menghidupi dirinya dan juga anak-anak mereka nanti. Tapi jika itu kamu, kamu harus sukses agar kamu bisa terus mengelola perusahaan Daddy agar masa depan anak dan istri kamu terjamin. Bekerja keraslah sampai wanita mencari-mu bukan kamu yang mencarinya." jelas Alicia.