
"Kenapa terlambat?" tanya ketika mendengar Jasmine yang baru saja keluar dari dalam kamarnya. Mendengar hal itu membuat jaringan langsung kaget karena dia tidak percaya jika Leo sudah berada di depan pintu kamarnya sejak tadi.
"Sejak kapan?" tanya Jasmine ketika dia sudah selesai mengunci pintu kamar hotelnya.
"Sejak setengah jam yang lalu. Lagi bunga apa yang kau kerjakan di dalam sana karena sudah menunggumu di sini sejak tadi tapi kau tidak juga keluar."
"Kenapa tidak menghubungiku atau mengetuk pintu?" tanya Jasmine yang berusaha untuk menjelaskan pada tentang semua ini.
"Untuk apa?" tanya Leo karena dia tidak ingin mengetuk pintu lebih dulu karena dia ingin tau apa yang di kerjakan Jasmine di dalam sana.
"Hah, sudahlah." Jasmine berjalan lebih dulu meninggalkan Leo. Namun, saat dia sampai di lift lebih dulu dia kembali teringat bahwa pria ini yang mengajaknya jalan keluar dari hotel, dan itu artinya jika Jasmine salah berjalan lebih dulu.
"Memangnya kita mau ke mana?" tanya Jasmine karena dia juga penasaran kemana mereka akan pergi.
"Jalan-jalan di pinggir kota," jawab Leo. Jika tadi Jasmine yang pergi meninggalkannya lebih dulu maka kali ini berbalik karena Leo yang berjalan lebih dulu meninggalkannya.
Mereka sudah berjalan keluar dari hotel dan kini keduanya sedang menikmati keindahan kota London di malam hari. Entah apa yang mereka cari, tapi yang pasti Jasmi tidak berani bertanya kenapa mereka berjalan-jalan di pinggir kota seperti ini. Bahkan dia mulai terasa lapar tapi tidak berani mengatakannya. Jasmine takut jika Leo akan marah nantinya karena dia terlalu banyak permintaan.
Saat mereka sedang berjalan-jalan di pinggir kota tiba-tiba saja Leo mendengar suara seperti perut yang berbunyi. Dia langsung melihat ke arah Jasmine yang hanya bisa diam dan memejamkan matanya karena perutnya yang berbunyi seperti itu maka dia mendapatkan tatapan dari Leo.
"Kau lapar?" dengan polosnya Jasmine menganggukkan kepalanya karena memang dia lapar.
Dia benar-benar sangat lapar apa lagi dia pikir Leo akan mengajaknya pergi makan malam karena tadinya pria itu mengatakan bahwa jangan sampai terlambat dan dia akan menunggu di restoran. Tapi tidak seperti itu kenyataannya karena mereka kini sedang berada di pinggir jalan.
"Kenapa tidak bilang sejak tadi?" tanya Leo yang kembali berjalan meninggalkan Jasmine karena dia ingin mencari restoran atau cafe yang berada di pinggir jalan seperti ini agar mereka bisa makan secepatnya.
"Hah, seharusnya Anda jauh lebih peka karena kita berjalan-jalan di malam hari dan Anda mengatakan bahwa kita akan pergi ke restoran. Tapi, kenyataannya tidak seperti itu." Jasmine menjawab dengan berani hingga membuat Leo menatap tajam ke arahnya. Entah apa lagi yang di lakukan pria itu, tapi yang pasti dia langsung masuk ke dalam cafe dengan menarik tangan Jasmine.
"Sekarang pilih saja apa yang kau inginkan," ucap Leo yang buku menu pada Jasmine dan menyuruhnya untuk memilih makanan apa yang ingin dimakannya malam ini. Jasmine membuka buku menu tersebut dan melihat-lihat apa yang akan dimakannya. Dia sudah tidak memperdulikan lagi untuk menjaga image atau apapun di hadapan beliau karena memang kenyataannya Dia sangat lapar.
"Apa jika sudah kelaparan kau akan terlihat sangat berantakan seperti ini? aku tidak bisa makan lebih rapi lagi?" tanya Leo ketika melihat cara makan Jasmine yang berantakan seperti itu. Dia tidak menyangka jika Jasmine bisa makan dengan keadaan berantakan dan bahkan disebut beberapa meninggalkan bekas saus dari makanan yang dimakan mereka saat ini.
"Jangan memperhatikan cara makan saya karena saya sudah sangat kelaparan. Jadi, biarkan saya makan dengan tenang setelah ini baru kita membahasnya." tidak memperdulikan lagi apa yang akan Leo katakan karena saat ini dia sangat lapar.
Setelah selesai makan, Leo baru mulai bicara lagi karena ada hal yang ingin dia bicarakan dengan Jasmine. Ini perihal surat yang ditinggalkan Claudia untuknya.
"Aku ingin bicara."
Deg!
Jantung Jasmine tiba-tiba saja seperti berhenti berdetak ketika mendengar apa yang Leo katakan. Dia belum siap untuk membahas ini jika semua itu berhubungan dengan surat yang Claudia tinggalkan.
"Tentang?" tanya Jasmine yang merasa butuh walau dia sudah tahu apa yang ingin Leo bicarakan saat ini. Tapi tetap saja rasanya gugup dan bingung.
"Surat yang Claudia tinggalkan untukmu. Katakan bagaimana reaksimu tentang surat itu. Apa kau ingin tahu siapa wanita yang dimaksud Claudia?" Jasmine benar-benar bingung harus menjawab apa saat ini karena jujur dia tahu siapa wanita yang dimaksud Claudia di dalam surat itu. Tapi kembali lagi bahwa Jasmine tidak ingin salah sangka dan salah paham dengan isi suratnya karena dia takut jika Leo akan bersikap lain padanya.
"Maaf," ucap Leo dengan sangat tulus. Dia hanya bisa mengatakan maaf karena dia tidak tahu apa yang harus dikatakannya lagi untuk semua ini. Semuanya terlalu cepat terjadi begitu saja hingga membuatnya tidak tahu harus bagaimana lagi menyikapinya terlebih surat yang ditinggalkan Claudia untuk Jasmine itu sudah menjelaskan segalanya bahwa wanita yang di dalam surat itu benar-benar Jasmine.
"Aku pernah merasa bersalah dalam hidupku karena menganggap kamu seperti itu. Andai aku tidak terlalu munafik dan mau sedikit berjuang mungkin semuanya tidak akan seperti ini. Tapi kembali lagi bahwa aku tidak bisa menjelaskannya secara detail padamu tapi anda ketakutan dalam diriku ketika mengetahui bahwa kau bekerja di dunia malam seperti itu dan aku tidak tahu kenyataannya sama sekali. Aku hanya berpikir apa yang aku lihat dan aku tidak ingin mencari tahunya karena cukup sakit untuk menerima semua itu."
"Kenapa?" tanya Jasmine yang penasaran apa yang terjadi sebenarnya hingga membuat Leo tidak berani memperjuangkannya saat itu.
Terlihat sekali bahwa Leo merasa sangat tertekan dan terbebani dengan masalah ini hingga membuatnya hanya bisa menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan.
"Kau tahu, mama ku adalah mantan wanita malam dan bahkan dia menjadi wanita bayaran Daddy ku saat itu. Tapi karena Daddy mencintai mama, maka dia memperjuangkan semua itu, bahkan hubungan Daddy dan istrinya semakin memburuk hingga mereka bercerai karena memang tidak ada cinta di antara mereka. Begitu juga dengan Mom Nathalie, mommy-nya kak Naura. Jadi, aku takut jika saat itu aku berjuang maka kau akan mendapatkan tentangan dari keluargaku dan aku tidak ingin membuatmu bersedih karena semua itu." jelas Leo hingga membuat nafas Jasmine semakin tercekat saat mendengar penjelasan dari Leo.