
Pagi ini, Jasmine dan Leo sudah berangkat ke tempat ke mana mereka akan pergi. Jasmine sendiri terlihat sangat antusias sekali karena ini adalah pertama kalinya mereka pergi berdua lagi setelah beberapa waktu dia tidak diperbolehkan untuk keluar dari rumah karena memang keadaannya yang masih hamil muda. Tapi kini mereka kembali keluar dari rumah dan itu membuat Jasmine sangat bahagia sekali apalagi mereka akan pergi ke tempat anak-anak yang sangat membutuhkan bantuan mereka.
Melihat Jasmine yang terlihat sangat antusias seperti itu membuat Leo merasa bahagia. Setidaknya dia melakukan semua ini demi kebahagiaan istrinya.
"Kamu terlihat sangat bahagia sekali. Apa bisa menyenangkan ini keluar bersamaku?" tanya Leo ketika melihat reaksi istrinya. Jasmine sendiri hanya mengandalkan kepalanya saja karena dia memang merasa bahagia dengan apa yang mereka lakukan saat ini. Apalagi katanya leos juga sudah menyiapkan banyak hadiah untuk anak-anak di sana. Mereka akan berbagi pada anak-anak itu sesuatu yang sering dilakukannya saat dia sudah memiliki uang berlebih ketika bekerja sebagai sekretaris ayah mertuanya dulu.
"Aku sangat bahagia karena aku merasa kembali merasakan apa yang aku lakukan dulu. Kamu juga harus tahu jika dulu aku sering melakukan hal ini. Setiap juga aku sering melakukan hal ini walau tidak bisa memberikan banyak tapi aku selalu berbagi pada mereka. Aku ingin selalu berbagi pada mereka-mereka yang membutuhkan karena aku juga merasa bahwa dirinya aku sering mendapatkan bantuan dari orang-orang kaya. Bahkan aku pernah dipikir pengemis saat aku pulang sekolah dan ingin membantu ibu berjualan hot dog. Menyedihkan memang, tapi aku bangga dengan masa-masa yang pernah ku lewati. Setidaknya aku bisa berpikir dan belajar dari apa yang pernah aku alami." Leo benar-benar bangga dengan istrinya yang begitu luar biasa. Banyak pelajaran hidup yang Leo ambil dari istrinya yang sangat luar biasa itu.
Jasmine bisa melakukan banyak hal dan dia merasa bangga bisa menjadi suami dari wanita yang begitu sangat luar biasa. Setidaknya dia tau jika wanita yang dinikahinya ini memiliki hati yang sangat tulus.
Mereka berdua terus berbincang-bincang sampai mereka sudah tiba di panti asuhan. Saat mereka turun dari mobil, banyak anak-anak yang sudah datang menyambut mereka dan itu membuat senyum Jasmine langsung mengembang dengan sempurna.
Terlihat sangat bahagia sekali, apalagi ketika mereka menyambut kedatangan mereka dengan begitu hangat. Bahkan saat melakukan doa bersama untuk mendoakan bayi yang ada di kandungannya saat ini, bahkan Jasmine sangat tersentuh dengan doa-doa anak yang ikut mendoakannya dengan begitu tulusnya.
Mereka juga membagikan hadiah-hadiah yang mereka bawa pada anak-anak itu. Tapi saat mereka sedang membagikan hadiah-hadiahnya, melihat ada seorang anak laki-laki yang duduk diam di bangku taman dan dia seperti tidak terusik sama sekali dengan keributan dan keriuhan yang terjadi di sekitarnya. Melihat hal itu membuat hati Jasmine tergugah untuk mendekatinya. Entah mengapa rasanya Dia sangat penasaran sekali dengan anak laki-laki tersebut.
"Sayang mau ke mana?" tanya Leo ketika melihat Jasmine yang ingin pergi meninggalkannya disaat mereka sedang membagikan hadiah-hadiah itu untuk anak-anak yang ada di sana.
"Aku ingin melihat anak yang duduk sendirian di taman tersebut. Rasanya aku seperti ingin tau apa yang di lakukan ya di sana." ucap Jasmine. Dia langsung meninggalkan suaminya begitu saja untuk menghampiri anak laki-laki tersebut.
Dia merasa penasaran apa yang terjadi pada anak itu hingga membuatnya tidak peduli sama sekali dengan daerah sekitarnya. Di saat para anak-anak lainnya sibuk dan berebut untuk mendapatkan hadiah, Dia terlihat tidak peduli sama sekali dengan situasi di sekelilingnya saat ini.
"Hey, apa aku boleh duduk di sini?" tanya Jasmine pada anak laki-laki tersebut. Dia di sana untuk menemaninya. Berharap jika dia bisa mendapatkan sesuatu dari anak tersebut Dan bertanya kenapa dia tidak ikut bergabung bersama teman-temannya yang lain. Apa dia tidak ingin mendapatkan hadiah atau tidak suka dengan hadiahnya.
Anak laki-laki tersebut hanya diam saja dan dia tidak ingin menanggapi siapapun yang bicara dengannya saat ini. Menurutnya tidak ada satu orang pun yang benar-benar menyayanginya di dunia ini. Jika ada orang yang menyayanginya dia tidak mungkin berada di tempat ini dan itu artinya kedua orang tuanya tidak menginginkannya.
"Siapa nama kamu?" tanya Jasmine lagi yang berusaha untuk mendekatkan diri. Entah mengapa rasanya hati Jasmine terketuk untuk mendekati anak ini Dan Dia merasa bahwa anak ini sangat membutuhkan perlindungan dan hangatnya kekeluargaan.
"Sean, nama yang bagus. Oh ya, apa kamu tidak ingin hadiah? Apa hadiahnya tidak bagus?" tanya Jasmine yang terus berusaha untuk mendekatkan dirinya dengan Sean.
"Tidak! Aku tidak menginginkan hadiah apa pun!" jawabnya lagi tanpa melihat ke arah seseorang yang bicara dengannya saat ini.
"Hah, kenapa begitu?" tanya Jasmine.
"Karena aku memang tidak menginginkannya. Aku tidak menginginkan apa pun, jadi aku tidak tertarik sama sekali untuk mendapatkan hadiah. Berikan saja hadiah itu pada anak-anak yang lainnya." jawab Sean lagi. Mendengar jawaban dari Sean membuat Jasmine tersenyum. Dia merasa bahwa anak laki-laki itu sangat dewasa sekali untuk menyikapi apa yang terjadi di sekelilingnya.
"Apa kamu ingin memiliki orang tua?"
"Tidak ada satu orang pun yang tidak menginginkan memiliki orang tua. Tapi apakah jika memiliki orang tua bisa hidup dengan bahagia?" tanya Sean pada Jasmine. Untuk pertama kalinya dia bicara dengan seseorang dan bertatapan muka seperti ini. Bahkan dengan ibu pantinya saja dia tidak pernah bicara sedekat ini dan dia selalu duduk di tempat ini sendirian tanpa adanya teman.
"Tergantung, tapi setidaknya kita bisa memiliki teman untuk bercerita jika memiliki orang tua. Kamu, apa kamu mau jadi anak ku?" Leo yang mendengar percakapan antara Jasmine dan anak laki-laki itu hanya bisa diam saja di tempat yang saat ini. Dia tahu jika Jasmine sudah menginginkan sesuatu maka dia harus mendapatkannya dan menurut Leo anak laki-laki itu sangat berbakat sekali. Pemikirannya juga sangat dewasa dan dia menyukainya.
"Apa jaminannya jika aku ikut dengan anda aku bisa bahagia?" tanya Sean pada Jasmine yang membuat wanita itu tidak bisa menjawabnya lagi.
Melihat Jasmine yang tidak bisa menjawab pertanyaan yang membuat Sean langsung memalingkan wajahnya dari wanita itu.
"Kebahagiaan seperti apa yang ingin kamu cari?" tanya Leo akhirnya ikut masuk dalam pembicaraan mereka.
"Kamu harus tahu banyak kebahagiaan yang bisa kita dapatkan di dunia ini jika kita memang bersungguh-sungguh untuk mendapatkannya. Tapi kamu juga harus tau bagaimana caranya mendapatkan kebahagiaan itu dan caranya tidak mudah. Banyak jalan yang harus kamu lalui lebih dulu sebelum mendapatkan apa yang kamu inginkan!"
...****************...