
Alicia termenung di dalam kamarnya setelah dia keluar dari kamar mandi. Saat dia mengetahui bahwa tidak ada prihatin dalam kamar mereka Alicia pun langsung cepat-cepat untuk mengunci pintu kamarnya agar pria itu tidak bisa masuk ke dalam kamar mereka.
Alicia membutuhkan ketenangan yang saat ini. Dia tidak mungkin menyakiti bayi yang ada di kandungannya jika itu memang benar ada anak mereka di dalamnya.
" Apa aku pantas menjadi seorang ibu? aku hanya seorang wanita bayaran dan wanita malam yang banyak melayani nafsu para pria besar di luar sana. Aku takut jika aku tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anakku." Ucap Alicia dengan penuh perasaan.
Dia berbicara pada pantulan dirinya yang berada di dalam kaca saat ini. Alicia duduk di depan kaca meja riasnya. Di dalam pantulan dirinya yang berada di dalam kaca itu, Alicia melihat bahwa dirinya terlihat jauh lebih baik selama hidup bersama Leon.
Dia tak perlu lagi memikirkan bagaimana cara dia untuk hidup esok hari. Bagaimana hadiah untuk mencari banyak uang agar bisa membayar semua hutang-hutangnya kepada wanita jadi-jadian itu.
Alicia terus saja berbicara pada dirinya dan mempertanyakan apakah dia bisa atau tidak untuk menjadi ibu yang baik.
Apakah dia pantas menjadi seorang ibu atau tidak. Semua itu terus saja berputar di kepalanya.
Dia memikirkan begitu banyak hal tanpa mengetahui bahwa ada seorang pria yang terus saja berteriak mengetuk pintu kamar mereka saat ini.
Sialnya lagi, kamar mereka kedap suara hingga manusia tidak bisa mendengar bahwa suaminya telah berteriak di depan pintu kamar mereka saat ini.
" Alicia, buka pintunya. Kau harus makan." Teriak Leon dari depan pintu kamar mereka.
Dia sudah berteriak dan mengetuk pintu kamar mereka sejak 5 menit yang lalu tapi Alicia tidak kunjung membukanya.
" Alicia...." Teriak Leon lagi.
Dia terus melakukan hal itu berharap Alicia yang membuka pintu kamar mereka, namun hingga saat ini wanita itu tidak kunjung membukanya karena dia tidak mendengarnya sama sekali.
" Alicia, aku mohon buka pintunya." Teriak Leon lagi.
Dia berharap bahwa Alicia mendengar teriakannya hingga dia menemukan sebuah ide.
Leon meminjam ponsel pelayan yang berada di apartemen mereka untuk menghubungi ponselnya. Dia tidak mengingat nomor ponsel Alicia tapi dia hanya mengingat nomor ponselnya saja maka dari itu dia menghubungi nomor ponselnya.
" Halo Alicia, buka pintunya. Kenapa menguncinya Alicia? Ayo buka pintunya." Ucap Leon dari balik teleponnya.
Alicia sendiri bisa mendengar bagaimana khawatirnya suara pria itu saat ini.
" Alicia aku mohon buka pintunya, benar-benar sangat mengkhawatirkan keadaanmu saat ini. Buka pintunya Alicia."
Alicia tidak menjawabnya tapi dia langsung berjalan keluar dari ruangan ganti mereka dan membuka pintu kamarnya.
Ceklek...
Leon langsung memeluk tubuh Alicia saat pintu kamar mereka terbuka. Pelukannya terasa sangat erat hingga membuat Alicia sulit untuk bernafas saat ini.
" Ya Tuhan Alicia, jika kau tidak menyukaiku aku mohon katakan saja padaku tapi jangan pernah menyiksa dirimu seperti ini. Aku benar-benar takut Alicia. Aku takut." Ucap Leon.
Dia membelai kedua pipi Alicia dan kembali memeluknya.
Dari apa yang Leon lakukan saat ini pada membuat Alicia bisa merasakan apa yang terlihat dirasakan saat ini.
Detak jantung dan berpacu dengan begitu kuat hingga Alicia bisa mendengarnya.
" Katakan sesuatu padaku agar aku bisa menerima kehadiran anak ini. Berikan jawaban untuk meyakinkan diriku untuk mempertahankan kehadirannya dalam diriku. Apakah aku pantas atau tidak menjadi seorang ibu? aku takut jika aku tidak bisa mengurus dan tidak bisa menjadi ibu yang baik. Aku hanya seorang---"
" Ssstttt...." Leon menghentikan apa yang ingin Alicia katakan.
Dia ingin wanita itu mengatakan sesuatu yang menurutnya tidak masuk akal. Leon Alicia akan mengatakan tentang masa lalunya sebagai wanita malam dan dia tidak peduli untuk itu semua.
" Tidak ada wanita yang tidak pantas menjadi seorang ibu Alicia. Pantas atau tidaknya seorang ibu tidak diukur dari masa lalunya. Siapa pun dia, mereka semua berhak untuk menjadi seorang ibu yakin kau bisa menjadi ibu yang hebat dan ibu yang baik untuk calon anak kita. Percaya pada ku Alicia, bukan hanya kau saja yang akan belajar untuk itu semua tapi aku juga. Aku juga harus banyak belajar untuk menjadi ayah yang baik untuk anak kita dan aku juga akan belajar untuk menjadi suami yang baik bagimu. Aku akan belajar untuk kamu dan anak kita Alicia."
...****************...